<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beri Kepastian Kekayaan Intelektual, Para Kreator Menanti PP No 24 soal Ekonomi Kreatif</title><description>Para creator menanti penerbitan PP No 24 tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif"/><item><title>Beri Kepastian Kekayaan Intelektual, Para Kreator Menanti PP No 24 soal Ekonomi Kreatif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2023 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif-YvrHxyLsOK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para kreator menantikan PP soal ekonomi kreatif (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/30/320/2755950/beri-kepastian-kekayaan-intelektual-para-kreator-menanti-pp-no-24-soal-ekonomi-kreatif-YvrHxyLsOK.jpg</image><title>Para kreator menantikan PP soal ekonomi kreatif (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Para creator menanti penerbitan PP No 24 tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif. Pasalnya aturan tersebut dinilai mampu mewadahi berkembangnya bidang ekonomi kreatif salah satunya melalui skema pembiayaan kekayaan intelektual.
&quot;Aturan tersebut sangat positif dan ditunggu-tunggu oleh para pelaku ekonomi kreatif. Banyak kreator yang ingin berkembang dari hasil kreativitasnya melalui konsep ini,&quot; kata Group Chief Investment Officer Infia M Noviar Rahman di Bandung, Jumat (28/1/2023).
BACA JUGA:Ekonomi Kreatif Berkembang, Industri Mebel Serap Jutaan Pekerja 

Ekonomi kreatif di Indonesia akan berkembang pesat jika kekayaan intelektual terus diwadahi. Infia berkeyakinan bisnis ini lebih menjanjikan, salah satunya karena tidak mudah terpengaruh oleh faktor cuaca ataupun distribusi.
&quot;Tetapi memang perlu sinergi kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini. Pengembangan kekayaan intelektual ini adalah ceruk ekonomi yang tidak padat modal dan tidak padat karya, namun memiliki nilai tinggi,&quot; jelas dia.
BACA JUGA:Ini Sederet Manfaat PP Nomor 24 Tahun 2022 untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Adapun perusahaan pengembang kekayaan intelektual kreatif Infia kini menaungi sekitar 30 kekayaan intelektual dari berbagai sektor. Jumlah tersebut masih cukup kecil dibanding potensi kekayaan intelektual di Indonesia yang mestinya bisa dikembangkan.
&quot;Saat ini ada sekitar 30 IP yang kami wadahi dan naungi untuk dikembangkan. 30 IP itu di antaranya dari bidang komik, event, media, hingga karya seni,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beberapa kekayaan intelektual (KI) tersebut di antaranya Tahilalats,  Dagelan, Dalang Pelo, Jakarta Sneaker Day, dan lainnya. KI tersebut  telah memiliki lisensi dan saat ini terus kembangkan agar memiliki value  secara ekonomi bagi kreatornya.
Saat ini salah satu KI yang sukses dikembangkan adalah Tahilalats.  Saat ini, nama Tahilalats telah menarik investor melalui skema  pembiayaan kekayaan intelektual. Investor telah menanam modalnya melalui  nama Tahilalats untuk membuka kafe dan resto di Jalan Braga, Kota  Bandung.
Kafe ini menjadi perwajahan konsep pembiayaan kekayaan intelektual  sebagaimana tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera berlaku pada  Juli 2023 ini. Konsep pembiayaan kekayaan intelektual menjadi angin  segar bagi para pelaku kreator, bahwa kekayaan intelektual mereka  memiliki value secara ekonomi.
Infia, lanjut dia, saat ini telah mendata sekitar 700 IP yang  memiliki potensi untuk dikembangkan. Sementara 30 KI yang saat ini telah  di bawah naungannya, terus dibina agar memiliki nilai ekonomi lebih  besar. Infia terus berusaha menghubungkan KI dengan para investor.
&quot;Sebelum membuka bisnis kafe di Bandung, Tahilalats telah sukses  membuat dan menjual berbagai produk khusus seperti sepatu, botol minum,  dan produk aksesori lainnya. Ini yang menjadi daya tarik bagi investor,&quot;  imbuh dia.
Diketahui, Kafe Tahilalats di Jalan Braga, Kota Bandung, dikembangkan  dengan konsep IP Financing yang sumber pendanaannya berasal dari  lembaga keuangan non-perbankan.
Konsep IP financing tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera  berlaku pada Juli 2023 ini. Saat PP ini berlaku, pemilik kekayaan  intelektual bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan  non-perbankan, ataupun investor seperti Kafe Tahilalats, dari webcomic  menjadi F&amp;amp;B business.
Artinya, mulai tahun ini, peluang bagi pemilik kekayaan intelektual  mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya semakin besar.  Waktunya bagi sektor ekonomi kreatif kian berkembang.
Kafe Tahilalats bentuk dari skema investasi IP yang ditawarkan kepada  investor. Investor kemudian mewujudkannya dalam bentuk bisnis food and  beverage (F&amp;amp;B).</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Para creator menanti penerbitan PP No 24 tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif. Pasalnya aturan tersebut dinilai mampu mewadahi berkembangnya bidang ekonomi kreatif salah satunya melalui skema pembiayaan kekayaan intelektual.
&quot;Aturan tersebut sangat positif dan ditunggu-tunggu oleh para pelaku ekonomi kreatif. Banyak kreator yang ingin berkembang dari hasil kreativitasnya melalui konsep ini,&quot; kata Group Chief Investment Officer Infia M Noviar Rahman di Bandung, Jumat (28/1/2023).
BACA JUGA:Ekonomi Kreatif Berkembang, Industri Mebel Serap Jutaan Pekerja 

Ekonomi kreatif di Indonesia akan berkembang pesat jika kekayaan intelektual terus diwadahi. Infia berkeyakinan bisnis ini lebih menjanjikan, salah satunya karena tidak mudah terpengaruh oleh faktor cuaca ataupun distribusi.
&quot;Tetapi memang perlu sinergi kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini. Pengembangan kekayaan intelektual ini adalah ceruk ekonomi yang tidak padat modal dan tidak padat karya, namun memiliki nilai tinggi,&quot; jelas dia.
BACA JUGA:Ini Sederet Manfaat PP Nomor 24 Tahun 2022 untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Adapun perusahaan pengembang kekayaan intelektual kreatif Infia kini menaungi sekitar 30 kekayaan intelektual dari berbagai sektor. Jumlah tersebut masih cukup kecil dibanding potensi kekayaan intelektual di Indonesia yang mestinya bisa dikembangkan.
&quot;Saat ini ada sekitar 30 IP yang kami wadahi dan naungi untuk dikembangkan. 30 IP itu di antaranya dari bidang komik, event, media, hingga karya seni,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beberapa kekayaan intelektual (KI) tersebut di antaranya Tahilalats,  Dagelan, Dalang Pelo, Jakarta Sneaker Day, dan lainnya. KI tersebut  telah memiliki lisensi dan saat ini terus kembangkan agar memiliki value  secara ekonomi bagi kreatornya.
Saat ini salah satu KI yang sukses dikembangkan adalah Tahilalats.  Saat ini, nama Tahilalats telah menarik investor melalui skema  pembiayaan kekayaan intelektual. Investor telah menanam modalnya melalui  nama Tahilalats untuk membuka kafe dan resto di Jalan Braga, Kota  Bandung.
Kafe ini menjadi perwajahan konsep pembiayaan kekayaan intelektual  sebagaimana tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera berlaku pada  Juli 2023 ini. Konsep pembiayaan kekayaan intelektual menjadi angin  segar bagi para pelaku kreator, bahwa kekayaan intelektual mereka  memiliki value secara ekonomi.
Infia, lanjut dia, saat ini telah mendata sekitar 700 IP yang  memiliki potensi untuk dikembangkan. Sementara 30 KI yang saat ini telah  di bawah naungannya, terus dibina agar memiliki nilai ekonomi lebih  besar. Infia terus berusaha menghubungkan KI dengan para investor.
&quot;Sebelum membuka bisnis kafe di Bandung, Tahilalats telah sukses  membuat dan menjual berbagai produk khusus seperti sepatu, botol minum,  dan produk aksesori lainnya. Ini yang menjadi daya tarik bagi investor,&quot;  imbuh dia.
Diketahui, Kafe Tahilalats di Jalan Braga, Kota Bandung, dikembangkan  dengan konsep IP Financing yang sumber pendanaannya berasal dari  lembaga keuangan non-perbankan.
Konsep IP financing tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera  berlaku pada Juli 2023 ini. Saat PP ini berlaku, pemilik kekayaan  intelektual bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan  non-perbankan, ataupun investor seperti Kafe Tahilalats, dari webcomic  menjadi F&amp;amp;B business.
Artinya, mulai tahun ini, peluang bagi pemilik kekayaan intelektual  mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya semakin besar.  Waktunya bagi sektor ekonomi kreatif kian berkembang.
Kafe Tahilalats bentuk dari skema investasi IP yang ditawarkan kepada  investor. Investor kemudian mewujudkannya dalam bentuk bisnis food and  beverage (F&amp;amp;B).</content:encoded></item></channel></rss>
