<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Baru! Banyak Kantor dan Ruko Dijual di Online, Ini Penyebabnya</title><description>Banyak kantor dan ruko yang dijual secara online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya"/><item><title>Fenomena Baru! Banyak Kantor dan Ruko Dijual di Online, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2023 20:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya-qaojULKUo5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fenomena kantor kosong (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/30/470/2755987/fenomena-baru-banyak-kantor-dan-ruko-dijual-di-online-ini-penyebabnya-qaojULKUo5.jpg</image><title>Fenomena kantor kosong (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banyak kantor dan ruko yang dijual secara online. Ini menjadi fenomena baru sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan bekerja dari jarak jauh, work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA).
BACA JUGA:Siapa Minat! Banyak Kantor dan Ruko Kosong di Jakarta, Dijual Mulai dari Rp1 Miliar

Senior Researcher Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, fenomena ruang kantor yang kosong dan dipasarkan di platform online juga tidak terlepas dari tantangan ekonomi dalam tiga tahun terakhir yang menjadikan ketahanan bisnis cukup teruji.
&quot;Landlord dihadapkan dengan permintaan downsizing sementara biaya operasional perawatan gedung yang terus berjalan. Sehingga, alternatif dana liquid dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis/usaha,&quot; kata Syarifah kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (30/1/2023).
BACA JUGA:3 Ruko di Ancol Kebakaran, Asap Tebal Membumbung Tinggi

Namun, Syarifah menuturkan bahwa, dengan dicabutnya kebijakan PPKM baru-baru ini di Indonesia, diharapkan operasional gedung perkantoran bisa kembali normal seperti prapandemi, juga diharapkan peningkatan arus mobilitas pekerja, baik pekerja asing maupun lokal, diharap mampu meningkatkan permintaan terhadap ekspansi ruang perkantoran di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC8xLzE1NTQ4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Indikasi pemulihan di sektor perkantoran pun sudah terlihat pada  semester kedua tahun lalu, di mana menurut pantauan dari Knight Frank  Indonesia, ditemukan adanya tren yang positif dalam annual absorption,&quot;  jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan MPI di sejumlah situs jual  beli properti, banyak ditemukan rumah toko (ruko) dan bangunan  perkantoran yang dijual.
Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, bergantung kepada luas lahan  dan luas bangunan yang tersedia, mulai dari Rp1 miliar hingga Rp250  miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banyak kantor dan ruko yang dijual secara online. Ini menjadi fenomena baru sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan adanya kebijakan bekerja dari jarak jauh, work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA).
BACA JUGA:Siapa Minat! Banyak Kantor dan Ruko Kosong di Jakarta, Dijual Mulai dari Rp1 Miliar

Senior Researcher Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, fenomena ruang kantor yang kosong dan dipasarkan di platform online juga tidak terlepas dari tantangan ekonomi dalam tiga tahun terakhir yang menjadikan ketahanan bisnis cukup teruji.
&quot;Landlord dihadapkan dengan permintaan downsizing sementara biaya operasional perawatan gedung yang terus berjalan. Sehingga, alternatif dana liquid dibutuhkan untuk mempertahankan bisnis/usaha,&quot; kata Syarifah kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Senin (30/1/2023).
BACA JUGA:3 Ruko di Ancol Kebakaran, Asap Tebal Membumbung Tinggi

Namun, Syarifah menuturkan bahwa, dengan dicabutnya kebijakan PPKM baru-baru ini di Indonesia, diharapkan operasional gedung perkantoran bisa kembali normal seperti prapandemi, juga diharapkan peningkatan arus mobilitas pekerja, baik pekerja asing maupun lokal, diharap mampu meningkatkan permintaan terhadap ekspansi ruang perkantoran di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC8xLzE1NTQ4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Indikasi pemulihan di sektor perkantoran pun sudah terlihat pada  semester kedua tahun lalu, di mana menurut pantauan dari Knight Frank  Indonesia, ditemukan adanya tren yang positif dalam annual absorption,&quot;  jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan MPI di sejumlah situs jual  beli properti, banyak ditemukan rumah toko (ruko) dan bangunan  perkantoran yang dijual.
Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, bergantung kepada luas lahan  dan luas bangunan yang tersedia, mulai dari Rp1 miliar hingga Rp250  miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
