<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Proyek Smelter Beres Dibangun pada 2022, Berikut Daftarnya</title><description>ESDM) menargetkan pembangunan 53 smelter hingga tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya"/><item><title>7 Proyek Smelter Beres Dibangun pada 2022, Berikut Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2023 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya-OVi1Oa5m7K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Smelter RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756194/7-proyek-smelter-beres-dibangun-pada-2022-berikut-daftarnya-OVi1Oa5m7K.jpg</image><title>Smelter RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 53 smelter hingga tahun 2024.
&quot;Proyek 7 smelter sudah diselesaikan di tahun 2022 yakni, PT Aneka Tambang di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan, PT Wanatiara Persada di Maluku Utara, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, PT Weda Bay Nickel di Maluku, PT ANTAM (proyek P3FH) di Maluku Utara dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores di Kalimantan Selatan yang merupakan smelter besi menghasilkan sponge ferro alloy,&quot; ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (31/1/2023).
BACA JUGA:Beli Gas Elpiji 3 Kg di Warung Kecil Dibatasi, Ini Penjelasan ESDM

Dia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan mineral atau smelter merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) yang wajib ditaati dan dilaksanakan. Katanya, bahan mentah mineral yang diolah di dalam negeri mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yOS8xLzE2MTcyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menargetkan akan ada tambahan 17 smelter untuk memenuhi kebutuhan pengolahan dalam negeri pada 2023. &quot;Kita targetkan di tahun 2023 akan ada 17 smelter lagi yang harus selesai,&quot; kata Arifin.
BACA JUGA:PNBP ESDM Tembus Rp351 Triliun di 2022, Meroket 138%

Dia menjelaskan pemerintah akan melarang ekspor bauksit dalam bentuk ore (belum terproses) pada Juni tahun 2023, sehingga pengelolaan bauksit harus dilakukan di dalam negeri.&quot;Total kapasitas input bauksit tahun 2022 adalah 13,88 juta ton dan yang dimanfaatkan masih 4,3 juta ton per tahun, sementara kita masih mengimpor alumunium,&quot; tuturnya.
&quot;Pembangunan smelting untuk memproses alumunium itu bisa diselesaikan sehingga dapat menyerap kapasitas input yang sudah kita miliki hingga 100% dan kita tidak melakukan impor alumunium lagi, bahkan kita bisa mengekspornya,&quot; tambah Arifin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan 53 smelter hingga tahun 2024.
&quot;Proyek 7 smelter sudah diselesaikan di tahun 2022 yakni, PT Aneka Tambang di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, PT Vale Indonesia di Sulawesi Selatan, PT Wanatiara Persada di Maluku Utara, PT Fajar Bhakti Lintas Nusantara, PT Weda Bay Nickel di Maluku, PT ANTAM (proyek P3FH) di Maluku Utara dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores di Kalimantan Selatan yang merupakan smelter besi menghasilkan sponge ferro alloy,&quot; ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (31/1/2023).
BACA JUGA:Beli Gas Elpiji 3 Kg di Warung Kecil Dibatasi, Ini Penjelasan ESDM

Dia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengolahan mineral atau smelter merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) yang wajib ditaati dan dilaksanakan. Katanya, bahan mentah mineral yang diolah di dalam negeri mampu memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yOS8xLzE2MTcyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menargetkan akan ada tambahan 17 smelter untuk memenuhi kebutuhan pengolahan dalam negeri pada 2023. &quot;Kita targetkan di tahun 2023 akan ada 17 smelter lagi yang harus selesai,&quot; kata Arifin.
BACA JUGA:PNBP ESDM Tembus Rp351 Triliun di 2022, Meroket 138%

Dia menjelaskan pemerintah akan melarang ekspor bauksit dalam bentuk ore (belum terproses) pada Juni tahun 2023, sehingga pengelolaan bauksit harus dilakukan di dalam negeri.&quot;Total kapasitas input bauksit tahun 2022 adalah 13,88 juta ton dan yang dimanfaatkan masih 4,3 juta ton per tahun, sementara kita masih mengimpor alumunium,&quot; tuturnya.
&quot;Pembangunan smelting untuk memproses alumunium itu bisa diselesaikan sehingga dapat menyerap kapasitas input yang sudah kita miliki hingga 100% dan kita tidak melakukan impor alumunium lagi, bahkan kita bisa mengekspornya,&quot; tambah Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
