<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cs Gelar Rapat Berkala Hari Ini, Bakal Bahas Apa?</title><description>Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengadakan rapat berkala KSSK I tahun 2023 pada hari ini (31/1/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa"/><item><title>Sri Mulyani Cs Gelar Rapat Berkala Hari Ini, Bakal Bahas Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa-xz6SMgDwjc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Cs rapat hari ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756247/sri-mulyani-cs-gelar-rapat-berkala-hari-ini-bakal-bahas-apa-xz6SMgDwjc.jpg</image><title>Sri Mulyani Cs rapat hari ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengadakan rapat berkala KSSK I tahun 2023 pada hari ini (31/1/2023).  KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam pertemuan hari ini ada sejumlah isu yang perlu disorot dan dibahas oleh KSSK. Pertama, isu ancaman resesi yang masih belum mereda. Inflasi mulai terkendali dan harga komoditas energi mulai menurun, akan tetapi ketidakpastian masih menghantui.
BACA JUGA:Sinergi Kebijakan KSSK Efektif, LPS:  Tidak Ada Bank Gagal Pada 2020

Meskipun Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang lebih positif di kuartal IV-2022, disusul dengan kinerja manufaktur Eropa yang lebih positif, hal ini tidak serta merta menyurutkan ancaman resesi yang berpotensi menghantam sepertiga negara di dunia.
BACA JUGA:KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Kondisi Normal Tunjukkan Pemulihan Ekonomi

Di sisi lain, IMF dan beberapa lembaga internasional lainnya pun sudah menyebutkan bahwa 2023 adalah tahun yang kelam. Di tengah situasi seperti ini, Indonesia masih harus terus mempertahankan dan memperbaiki momentum pemulihan ekonomi.
Kemudian Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah ditetapkan. Implementasi UU ini pun kemudian akan menjadi PR bagi KSSK.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sendiri menyebut bahwa tahun 2023 adalah tahun ujian.
&quot;Ini adalah tahun ujian bagi bagaimana mengendalikan inflasi global,  mencegah resesi terjadi, dan terus meningkatkan pemulihan ekonomi pasca  pandemi,&quot; ungkap Sri beberapa waktu lalu.
&quot;Kita menganggap bahwa di dalam UUP2SK yang harus kita lihat adalah  bagaimana akses jasa keuangan diperluas, sumber pembiayaan jangka  panjang untuk pembangunan terutama pembangunan infrastruktur perlu  ditingkatkan daya saing dan efisien,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, KSSK memegang tanggung jawab ekstra pula di tahun ini,  karena harus bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi nasional  khususnya sektor keuangan di tengah ujian dan tantangan-tantangan berat  yang melanda di tahun 2023.
Tak hanya itu saja, KSSK pun harus memastikan bahwa pondasi sektor  keuangan Indonesia harus lebih kuat, stabil, akuntabel, dan dipercaya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengadakan rapat berkala KSSK I tahun 2023 pada hari ini (31/1/2023).  KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam pertemuan hari ini ada sejumlah isu yang perlu disorot dan dibahas oleh KSSK. Pertama, isu ancaman resesi yang masih belum mereda. Inflasi mulai terkendali dan harga komoditas energi mulai menurun, akan tetapi ketidakpastian masih menghantui.
BACA JUGA:Sinergi Kebijakan KSSK Efektif, LPS:  Tidak Ada Bank Gagal Pada 2020

Meskipun Amerika Serikat (AS) menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang lebih positif di kuartal IV-2022, disusul dengan kinerja manufaktur Eropa yang lebih positif, hal ini tidak serta merta menyurutkan ancaman resesi yang berpotensi menghantam sepertiga negara di dunia.
BACA JUGA:KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Kondisi Normal Tunjukkan Pemulihan Ekonomi

Di sisi lain, IMF dan beberapa lembaga internasional lainnya pun sudah menyebutkan bahwa 2023 adalah tahun yang kelam. Di tengah situasi seperti ini, Indonesia masih harus terus mempertahankan dan memperbaiki momentum pemulihan ekonomi.
Kemudian Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah ditetapkan. Implementasi UU ini pun kemudian akan menjadi PR bagi KSSK.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati sendiri menyebut bahwa tahun 2023 adalah tahun ujian.
&quot;Ini adalah tahun ujian bagi bagaimana mengendalikan inflasi global,  mencegah resesi terjadi, dan terus meningkatkan pemulihan ekonomi pasca  pandemi,&quot; ungkap Sri beberapa waktu lalu.
&quot;Kita menganggap bahwa di dalam UUP2SK yang harus kita lihat adalah  bagaimana akses jasa keuangan diperluas, sumber pembiayaan jangka  panjang untuk pembangunan terutama pembangunan infrastruktur perlu  ditingkatkan daya saing dan efisien,&quot; tambahnya.
Maka dari itu, KSSK memegang tanggung jawab ekstra pula di tahun ini,  karena harus bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi nasional  khususnya sektor keuangan di tengah ujian dan tantangan-tantangan berat  yang melanda di tahun 2023.
Tak hanya itu saja, KSSK pun harus memastikan bahwa pondasi sektor  keuangan Indonesia harus lebih kuat, stabil, akuntabel, dan dipercaya.</content:encoded></item></channel></rss>
