<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Separuh Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Disumbang China dan India</title><description>Separuh pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan disumbang oleh China dan India.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india"/><item><title>Separuh Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Disumbang China dan India</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2023 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india-OL8dLUnuE6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756288/separuh-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-disumbang-china-dan-india-OL8dLUnuE6.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Separuh pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan disumbang oleh China dan India. Ekonomi global diproyeksikan bertumbuh sebesar 2,9% pada 2023 atau menurun dari kemungkinan pertumbuhan 3,4% dari 2022.
&quot;Dengan ekonomi yang sekarang dibuka kembali, kami memproyeksikan pertumbuhan Tiongkok kembali menjadi 5,2% pada 2023, sedangkan India akan tumbuh 6,1%,&quot; ungkap Chief Economist and Director Research IMF Pierre-Olivier Gourinchas pada &quot;World Economic Outlook Update&quot; dilansir dari Antara, Selasa (31/1/2023).
BACA JUGA:IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,9%
Pembukaan kembali Tiongkok secara tiba-tiba membuka jalan bagi pemulihan aktivitas yang cepat dan kondisi keuangan global telah membaik karena tekanan inflasi mulai mereda. Hal itu dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi November 2022 memberikan sedikit kelegaan bagi negara-negara berkembang.
Maka dari itu, ia menyebutkan negara pasar berkembang dan negara berkembang yang telah mencapai titik terendah sebagai sebuah kelompok, diperkirakan akan tumbuh secara moderat menjadi 4% pada tahun ini.
BACA JUGA:Peringatan IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Turun Jadi 2,7% Tahun Ini
Sementara itu, gabungan pertumbuhan AS dan kawasan Euro hanya akan menyumbang 10% dari pertumbuhan global tahun ini.
Pertumbuhan Negeri Paman Sam diproyeksikan melambat menjadi 1,4% pada 2023 dari 2% pada 2022 akibat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed yang berhasil menembus perekonomian.


Kondisi kawasan Euro pun lebih menantang, lanjut Pierre, meskipun ada  tanda-tanda ketahanan terhadap krisis energi musim dingin yang ringan  dan dukungan fiskal yang besar.
&quot;Dengan pengetatan kebijakan moneter dan guncangan negatif  perdagangan karena kenaikan harga impor energi, kami perkirakan  pertumbuhan kawasan Euro akan mencapai titik terendah sebesar 0,7% tahun  ini,&quot; ucap dia.
Secara keseluruhan untuk negara maju, perlambatan akan lebih terasa  dengan penurunan dari 2,7% pada tahun lalu menjadi 1,2% di tahun ini, di  mana sembilan dari 10 ekonomi maju akan mengalami perlambatan  pertumbuhan tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Separuh pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan disumbang oleh China dan India. Ekonomi global diproyeksikan bertumbuh sebesar 2,9% pada 2023 atau menurun dari kemungkinan pertumbuhan 3,4% dari 2022.
&quot;Dengan ekonomi yang sekarang dibuka kembali, kami memproyeksikan pertumbuhan Tiongkok kembali menjadi 5,2% pada 2023, sedangkan India akan tumbuh 6,1%,&quot; ungkap Chief Economist and Director Research IMF Pierre-Olivier Gourinchas pada &quot;World Economic Outlook Update&quot; dilansir dari Antara, Selasa (31/1/2023).
BACA JUGA:IMF Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,9%
Pembukaan kembali Tiongkok secara tiba-tiba membuka jalan bagi pemulihan aktivitas yang cepat dan kondisi keuangan global telah membaik karena tekanan inflasi mulai mereda. Hal itu dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi November 2022 memberikan sedikit kelegaan bagi negara-negara berkembang.
Maka dari itu, ia menyebutkan negara pasar berkembang dan negara berkembang yang telah mencapai titik terendah sebagai sebuah kelompok, diperkirakan akan tumbuh secara moderat menjadi 4% pada tahun ini.
BACA JUGA:Peringatan IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Turun Jadi 2,7% Tahun Ini
Sementara itu, gabungan pertumbuhan AS dan kawasan Euro hanya akan menyumbang 10% dari pertumbuhan global tahun ini.
Pertumbuhan Negeri Paman Sam diproyeksikan melambat menjadi 1,4% pada 2023 dari 2% pada 2022 akibat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed yang berhasil menembus perekonomian.


Kondisi kawasan Euro pun lebih menantang, lanjut Pierre, meskipun ada  tanda-tanda ketahanan terhadap krisis energi musim dingin yang ringan  dan dukungan fiskal yang besar.
&quot;Dengan pengetatan kebijakan moneter dan guncangan negatif  perdagangan karena kenaikan harga impor energi, kami perkirakan  pertumbuhan kawasan Euro akan mencapai titik terendah sebesar 0,7% tahun  ini,&quot; ucap dia.
Secara keseluruhan untuk negara maju, perlambatan akan lebih terasa  dengan penurunan dari 2,7% pada tahun lalu menjadi 1,2% di tahun ini, di  mana sembilan dari 10 ekonomi maju akan mengalami perlambatan  pertumbuhan tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
