<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Belajar Pengelolaan Siklus Ekonomi dari Kisah Nabi Yusuf</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani belajar pengelolaan siklus ekonomi dari kisah Nabi Yusuf.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf"/><item><title>Sri Mulyani Belajar Pengelolaan Siklus Ekonomi dari Kisah Nabi Yusuf</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2023 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf-dyI0ZLbj4F.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani belajar dari kisah Nabi Yusuf (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/31/320/2756557/sri-mulyani-belajar-pengelolaan-siklus-ekonomi-dari-kisah-nabi-yusuf-dyI0ZLbj4F.jpeg</image><title>Sri Mulyani belajar dari kisah Nabi Yusuf (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani belajar pengelolaan siklus ekonomi dari kisah Nabi Yusuf. Pasang surutnya perekonomian memang biasa terjadi. Siapa sangka siklus ekonomi ini terkandung dalam kisah Nabi Yusuf.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada laman Instagram pribadi miliknya @smindrawati.
BACA JUGA:Kepala Badan Pangan Ngeluh Dapat Anggaran Kecil dari Sri Mulyani

&amp;rdquo;Pernah mendengar kisah Nabi Yusuf sang ahli tafsir (takwil) mimpi?&amp;rdquo; tulisnya pada keterangan unggahan, dikutip okezone, Selasa (31/1/2023).
Sri mengatakan bahwa ada kisah Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan tujuh sapi betina kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir gandum kering. Tafsiran dari mimpi tersebut adalah Raja diminta menanam tujuh kali masa tanam, memakan hasilnya secukupnya dan menyimpan selebihnya sebagai persediaan karena akan datang tujuh tahun yang amat sulit.
BACA JUGA:Tunjangan Pegawai Kurang, Bapanas Minta Sri Mulyani Suntik Rp1,2 Triliun

Menurut Sri, dalam ilmu ekonomi fenomena di atas dikenal sebagai siklus bisnis (ekonomi).
&amp;rdquo;Teori Ekonomi Neo-klasik meyakini mekanisme pasar dapat bekerja otomatis mengembailkan ekonomi ke equilibriun (keseimbangan) tanpa pemerintah perlu turun tangan/turut campur,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara Aliran teori Keynesian- menyatakan Pemerintah dengan  kebijakan fiskal (APBN) dan Bank Sentral (kebijakan moneter) memiliki  peran penting untuk mengembalikan stabilitas ekonomi untuk pulih dan  kembali tumbuh.
Hal ini juga nampaknya dia dapatkan dari Disertasi salah satu anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Cucun Ahmad Syamsurijal.
&amp;rdquo;Disertasi Doktor Pak Cucun Ahmad Syamsurijal yang saya uji minggu  lalu di UNPAD meneliti kemampuan APBN sebaga alat stabilisasi otomatis  (Automatic Stabilization) untuk menangani krisis ekonomi, seperti  situasi Pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global (2008/2009) - yang  telah menghasilkan pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat,&amp;rdquo; kata Sri.
Sri juga berpendapat bahwa berdasarkan kisah Nabi Yusuf kita harus  mampu mengantisipasi siklus ekonomi dan harus menyiapkan instrumen yang  tepat (kebijakan fiskal -moneter) untuk menghadapi berbagai tantangan  dan guncangan perekonomian Indonesia dan situasi dunia.
Maka tidak ada salahnya untuk belajar dari sejarah, wisdom ilmu agama  dan ilmu pengetahuan untuk menjaga dan mengelola perekonomian dan  negara kita.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani belajar pengelolaan siklus ekonomi dari kisah Nabi Yusuf. Pasang surutnya perekonomian memang biasa terjadi. Siapa sangka siklus ekonomi ini terkandung dalam kisah Nabi Yusuf.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati pada laman Instagram pribadi miliknya @smindrawati.
BACA JUGA:Kepala Badan Pangan Ngeluh Dapat Anggaran Kecil dari Sri Mulyani

&amp;rdquo;Pernah mendengar kisah Nabi Yusuf sang ahli tafsir (takwil) mimpi?&amp;rdquo; tulisnya pada keterangan unggahan, dikutip okezone, Selasa (31/1/2023).
Sri mengatakan bahwa ada kisah Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan tujuh sapi betina kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir gandum kering. Tafsiran dari mimpi tersebut adalah Raja diminta menanam tujuh kali masa tanam, memakan hasilnya secukupnya dan menyimpan selebihnya sebagai persediaan karena akan datang tujuh tahun yang amat sulit.
BACA JUGA:Tunjangan Pegawai Kurang, Bapanas Minta Sri Mulyani Suntik Rp1,2 Triliun

Menurut Sri, dalam ilmu ekonomi fenomena di atas dikenal sebagai siklus bisnis (ekonomi).
&amp;rdquo;Teori Ekonomi Neo-klasik meyakini mekanisme pasar dapat bekerja otomatis mengembailkan ekonomi ke equilibriun (keseimbangan) tanpa pemerintah perlu turun tangan/turut campur,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS80LzE2MTA2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara Aliran teori Keynesian- menyatakan Pemerintah dengan  kebijakan fiskal (APBN) dan Bank Sentral (kebijakan moneter) memiliki  peran penting untuk mengembalikan stabilitas ekonomi untuk pulih dan  kembali tumbuh.
Hal ini juga nampaknya dia dapatkan dari Disertasi salah satu anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Cucun Ahmad Syamsurijal.
&amp;rdquo;Disertasi Doktor Pak Cucun Ahmad Syamsurijal yang saya uji minggu  lalu di UNPAD meneliti kemampuan APBN sebaga alat stabilisasi otomatis  (Automatic Stabilization) untuk menangani krisis ekonomi, seperti  situasi Pandemi Covid-19 dan krisis keuangan global (2008/2009) - yang  telah menghasilkan pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat,&amp;rdquo; kata Sri.
Sri juga berpendapat bahwa berdasarkan kisah Nabi Yusuf kita harus  mampu mengantisipasi siklus ekonomi dan harus menyiapkan instrumen yang  tepat (kebijakan fiskal -moneter) untuk menghadapi berbagai tantangan  dan guncangan perekonomian Indonesia dan situasi dunia.
Maka tidak ada salahnya untuk belajar dari sejarah, wisdom ilmu agama  dan ilmu pengetahuan untuk menjaga dan mengelola perekonomian dan  negara kita.</content:encoded></item></channel></rss>
