<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Emiten Makanan Bayi (NAYZ) Pasang Harga Rp100/Saham</title><description>Emiten makanan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham"/><item><title>IPO, Emiten Makanan Bayi (NAYZ) Pasang Harga Rp100/Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham-gUVAWkuZuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">NAYZ melakukan IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2756960/ipo-emiten-makanan-bayi-nayz-pasang-harga-rp100-saham-gUVAWkuZuw.jpg</image><title>NAYZ melakukan IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Emiten makanan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). NAYZ mematok harga IPO sebesar Rp100 per saham.
Dalam IPO, perseroan melepas sebanyak 510 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Melalui harga tersebut, perseroan akan memperoleh dana dari IPO Rp51 miliar, demikian dilansir dari Harian Neraca, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:Pertamina Geothermal Energy Resmi IPO, Tawarkan Harga Rp820-Rp945 per Saham Bidik Rp9,7 Triliun

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Surya Fajar Sekuritas. Dalam prospektusnya disebutkan, Hassana Boga Sejahtera secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 510 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.
BACA JUGA:IPO, Wijaya Cahaya Timber (FWCT) Raup Dana Segar Rp44,25 Miliar

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Harga pelaksanaannya sebesar Rp125 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu 6 bulan sejak efek diterbitkan sampai dengan 1 hari kerja sebelum ulang tahun pertama pencatatan waran seri I, yang berlaku mulai tanggal 7 Agustus 2023 sampai dengan 5 Februari 2024. Total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp63,75 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemegang saham NAYZ sebelum IPO adalah PT Hassana Investa Utama  50,98%; PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%; Achmad Machlus Sadat 19,61%;  dan PT Nusa Perkasa International 4,90%. Perseroan telah menetapkan  pemilik manfaat dari perseroan, yakni Lutfiel Hakim. Ia juga merupakan  pengendali dan pemegang saham utama (secara tidak langsung) dari  perseroan melalui pengendalian di PT Hassana Investa Utama. Lutfiel  Hakim sekaligus direktur utama perseroan.
Aktivitas bisnis perseroan adalah bidang industri makanan bayi. Pada  saat ini perseroan menjalankan satu pabrik makanan bayi yang berlokasi  di Tangerang. Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO  setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan perseroan dengan  urutan prioritas sebagai berikut:
Pertama, sebesar Rp4,21 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja  modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur,  Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan digunakan untuk pembangunan  pabrik. Transaksi pelunasan pembelian tanah direncanakan akan dilakukan  pada kuartal I- 2023. Kedua, sekitar Rp30 miliar akan digunakan  perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin  dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,  Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan dengan pihak ketiga.
Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal  I-2023, sedangkan untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan  dilakukan pada kuartal IV-2023; dan Ketiga, sisanya akan digunakan  perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan  promosi, dan biaya operasional perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh  dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya akan digunakan untuk biaya  operasional, pembelian bahan baku, biaya distribusi, marketing dan  promosi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Emiten makanan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). NAYZ mematok harga IPO sebesar Rp100 per saham.
Dalam IPO, perseroan melepas sebanyak 510 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Melalui harga tersebut, perseroan akan memperoleh dana dari IPO Rp51 miliar, demikian dilansir dari Harian Neraca, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:Pertamina Geothermal Energy Resmi IPO, Tawarkan Harga Rp820-Rp945 per Saham Bidik Rp9,7 Triliun

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Surya Fajar Sekuritas. Dalam prospektusnya disebutkan, Hassana Boga Sejahtera secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 510 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.
BACA JUGA:IPO, Wijaya Cahaya Timber (FWCT) Raup Dana Segar Rp44,25 Miliar

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Harga pelaksanaannya sebesar Rp125 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu 6 bulan sejak efek diterbitkan sampai dengan 1 hari kerja sebelum ulang tahun pertama pencatatan waran seri I, yang berlaku mulai tanggal 7 Agustus 2023 sampai dengan 5 Februari 2024. Total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp63,75 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pemegang saham NAYZ sebelum IPO adalah PT Hassana Investa Utama  50,98%; PT Asiavesta Investama Jaya 24,51%; Achmad Machlus Sadat 19,61%;  dan PT Nusa Perkasa International 4,90%. Perseroan telah menetapkan  pemilik manfaat dari perseroan, yakni Lutfiel Hakim. Ia juga merupakan  pengendali dan pemegang saham utama (secara tidak langsung) dari  perseroan melalui pengendalian di PT Hassana Investa Utama. Lutfiel  Hakim sekaligus direktur utama perseroan.
Aktivitas bisnis perseroan adalah bidang industri makanan bayi. Pada  saat ini perseroan menjalankan satu pabrik makanan bayi yang berlokasi  di Tangerang. Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO  setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan perseroan dengan  urutan prioritas sebagai berikut:
Pertama, sebesar Rp4,21 miliar akan digunakan perseroan untuk belanja  modal berupa pelunasan pembelian tanah yang berlokasi di Gunung Sindur,  Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan digunakan untuk pembangunan  pabrik. Transaksi pelunasan pembelian tanah direncanakan akan dilakukan  pada kuartal I- 2023. Kedua, sekitar Rp30 miliar akan digunakan  perseroan untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik, pembelian mesin  dan peralatan pabrik yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,  Jawa Barat. Seluruh transaksi akan dilakukan dengan pihak ketiga.
Transaksi pembangunan pabrik direncanakan akan dilakukan pada kuartal  I-2023, sedangkan untuk pembelian mesin dan peralatan pabrik akan  dilakukan pada kuartal IV-2023; dan Ketiga, sisanya akan digunakan  perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, marketing dan  promosi, dan biaya operasional perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh  dari pelaksanaan waran seri I seluruhnya akan digunakan untuk biaya  operasional, pembelian bahan baku, biaya distribusi, marketing dan  promosi.</content:encoded></item></channel></rss>
