<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Geothermal (PGEO) Bidik Dana IPO Rp9,7 Triliun</title><description>PGEO membidik dana penawaran umum perdana saham atau initial public  offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rp9,78 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun"/><item><title>Pertamina Geothermal (PGEO) Bidik Dana IPO Rp9,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun-2GxbBDulB6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Pertamina Geothermal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2757024/pertamina-geothermal-pgeo-bidik-dana-ipo-rp9-7-triliun-2GxbBDulB6.jpg</image><title>IPO Pertamina Geothermal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membidik dana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rp9,78 triliun.
Dalam IPO, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu melepas 13,35 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Dengan rentang harga pelaksanaan di Rp820 - Rp945 per saham. Sehingga total dana yang diperoleh mencapai Rp8,49 triliun hingga Rp9,78 triliun.
BACA JUGA:Sesuai Rencana, IPO Pertamina Geothermal pada Kuartal III-2023

Manajemen PGEO mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari IPO atau sekitar 85% akan digunakan untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex), serta investasi pengembangan usaha perseroan hingga 2025.
&quot;Sekitar 85% (delapan puluh lima persen) akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan sampai dengan tahun 2025,&quot; tulis perseroan dalam prospektus, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:IPO Pertamina Geothermal Energy di Tahun Depan, Ini Rencananya

Dari persentase tersebut, sekitar 55% dana capex akan digunakan untuk pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan. Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan a.l untuk WKP Lahendong, WKP Hululais, WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Gunung Way Panas, WKP Sungai Penuh, dan WKP Gunung Sibayak - Gunung Sinabung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya sekitar 33% akan digunakan untuk pengembangan kapasitas  tambahan dari WKP operasional untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.  Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan untuk WKP Lumut Balai  dan Margabayur, WKP Hululais, WKP Gunung Way Panas, dan WKP Kamojang -  Darajat.
Kemudian yang terakhir ssekitar 12% akan digunakan untuk investasi  pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir dalam  rangka mendukung production, operation &amp;amp; maintenance excellence.
Sementara itu, sisa dana IPO, atau sekitar 15% akan digunakan untuk  pembayaran sebagian Facilities Agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara  Perseroan dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT  Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Facility Agent.
Sebagaimana diketahui, proses IPO PGEO sedang memasuki periode  bookbuilding pada 1 sampai 9 Februari 2023. Adapun masa offering akan  masuk pada 20 hingga 22 Februari 2022, sementara perkiraan tanggal  pencatatan adalah pada 24 Februari 2023.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membidik dana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rp9,78 triliun.
Dalam IPO, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu melepas 13,35 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Dengan rentang harga pelaksanaan di Rp820 - Rp945 per saham. Sehingga total dana yang diperoleh mencapai Rp8,49 triliun hingga Rp9,78 triliun.
BACA JUGA:Sesuai Rencana, IPO Pertamina Geothermal pada Kuartal III-2023

Manajemen PGEO mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari IPO atau sekitar 85% akan digunakan untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex), serta investasi pengembangan usaha perseroan hingga 2025.
&quot;Sekitar 85% (delapan puluh lima persen) akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan sampai dengan tahun 2025,&quot; tulis perseroan dalam prospektus, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:IPO Pertamina Geothermal Energy di Tahun Depan, Ini Rencananya

Dari persentase tersebut, sekitar 55% dana capex akan digunakan untuk pengembangan kapasitas tambahan dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) operasional yang dilakukan melalui pengembangan konvensional dan utilisasi co-generation technology untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing perseroan. Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan a.l untuk WKP Lahendong, WKP Hululais, WKP Lumut Balai dan Margabayur, WKP Gunung Way Panas, WKP Sungai Penuh, dan WKP Gunung Sibayak - Gunung Sinabung.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya sekitar 33% akan digunakan untuk pengembangan kapasitas  tambahan dari WKP operasional untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru.  Pengembangan ini sebagian besar akan digunakan untuk WKP Lumut Balai  dan Margabayur, WKP Hululais, WKP Gunung Way Panas, dan WKP Kamojang -  Darajat.
Kemudian yang terakhir ssekitar 12% akan digunakan untuk investasi  pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir dalam  rangka mendukung production, operation &amp;amp; maintenance excellence.
Sementara itu, sisa dana IPO, atau sekitar 15% akan digunakan untuk  pembayaran sebagian Facilities Agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara  Perseroan dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT  Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Facility Agent.
Sebagaimana diketahui, proses IPO PGEO sedang memasuki periode  bookbuilding pada 1 sampai 9 Februari 2023. Adapun masa offering akan  masuk pada 20 hingga 22 Februari 2022, sementara perkiraan tanggal  pencatatan adalah pada 24 Februari 2023.
</content:encoded></item></channel></rss>
