<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Turun Sepanjang 2022</title><description>Produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami penurunan sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022"/><item><title>Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Turun Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022-TJfgGs10tx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi nikel INCO turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/278/2757031/produksi-nikel-vale-indonesia-inco-turun-sepanjang-2022-TJfgGs10tx.jpg</image><title>Produksi nikel INCO turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami penurunan sepanjang 2022. INCO mencatatkan produksi sebesar 60.090 metrik ton nikel dalam matte sepanjang 2022.
Angka produksi tahun lalu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan keseluruhan produksi pada 2021 yang tercatat sebesar 65.388 metrik ton. Presiden Direktur INCO Febriany Eddy mengatakan bahwa penurunan produksi perseroan pada tahun lalu utamanya disebabkan oleh keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kembali Tanur 4.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Habiskan USD2,91 Juta untuk Eksplorasi

&amp;ldquo;Kinerja Tanur 1, Tanur 2 dan Tanur 3 berada di atas anggaran untuk tahun 2022, namun produksi tahunan secara keseluruhan lebih rendah dari target kami sebelumnya terutama karena keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kembali Tanur 4,&amp;rdquo; kata Febrianny dalam keterangan resminya, Selasa (31/1/2023).
Secara rinci, produksi pada kuartal IV tahun 2022 mencapai 16.183 metrik ton nikel dalam matte. Angka itu 8% lebih rendah dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada kuartal III 2022 yang sebesar 17.513 metrik ton.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Angkat Tiga Komisaris Baru, Berikut Susunannya

Sementara itu secara year on year, basis produksi perseroan pada 2022 juga menurun 8% dibandingkan dengan produksi pada 2021, utamanya disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4 pada semester pertama tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi  lain, perseroan telah menggelontorkan dana sebesar USD2,91  juta untuk kegiatan eksplorasi pada Oktober hingga Desember 2022 lalu.  Pada Oktober 2022 perseroan melakukan kegiatan eksplorasi di dalam  daerah Kontrak Karya yakni, Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten  Morowali, Sulawesi Tengah, serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka,  Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya, pada November 2022 perseroan melakukan kegiatan  eksplorasi pada daerah yang sama dan mengeluarkan biaya sebesar USD1,01  juta, serta pada Desember 2022 perseroan menghabiskan dana untuk  eksplorasi sebesar USD942.964.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami penurunan sepanjang 2022. INCO mencatatkan produksi sebesar 60.090 metrik ton nikel dalam matte sepanjang 2022.
Angka produksi tahun lalu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan keseluruhan produksi pada 2021 yang tercatat sebesar 65.388 metrik ton. Presiden Direktur INCO Febriany Eddy mengatakan bahwa penurunan produksi perseroan pada tahun lalu utamanya disebabkan oleh keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kembali Tanur 4.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Habiskan USD2,91 Juta untuk Eksplorasi

&amp;ldquo;Kinerja Tanur 1, Tanur 2 dan Tanur 3 berada di atas anggaran untuk tahun 2022, namun produksi tahunan secara keseluruhan lebih rendah dari target kami sebelumnya terutama karena keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kembali Tanur 4,&amp;rdquo; kata Febrianny dalam keterangan resminya, Selasa (31/1/2023).
Secara rinci, produksi pada kuartal IV tahun 2022 mencapai 16.183 metrik ton nikel dalam matte. Angka itu 8% lebih rendah dibandingkan dengan volume produksi yang direalisasikan pada kuartal III 2022 yang sebesar 17.513 metrik ton.
BACA JUGA:Vale Indonesia (INCO) Angkat Tiga Komisaris Baru, Berikut Susunannya

Sementara itu secara year on year, basis produksi perseroan pada 2022 juga menurun 8% dibandingkan dengan produksi pada 2021, utamanya disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4 pada semester pertama tahun 2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi  lain, perseroan telah menggelontorkan dana sebesar USD2,91  juta untuk kegiatan eksplorasi pada Oktober hingga Desember 2022 lalu.  Pada Oktober 2022 perseroan melakukan kegiatan eksplorasi di dalam  daerah Kontrak Karya yakni, Blok Sorowako dan Sorowako Outer Area di  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Blok Bahodopi di Kabupaten  Morowali, Sulawesi Tengah, serta Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka,  Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya, pada November 2022 perseroan melakukan kegiatan  eksplorasi pada daerah yang sama dan mengeluarkan biaya sebesar USD1,01  juta, serta pada Desember 2022 perseroan menghabiskan dana untuk  eksplorasi sebesar USD942.964.</content:encoded></item></channel></rss>
