<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Orang RI di Bank Tembus Rp8.356 Triliun</title><description>LPS menyatakan bahwa jumlah simpanan nasabah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) mencapai Rp8.356 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun"/><item><title>Uang Orang RI di Bank Tembus Rp8.356 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun-zZUhk83tKO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Orang RI di Bank (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/320/2756919/uang-orang-ri-di-bank-tembus-rp8-356-triliun-zZUhk83tKO.jpg</image><title>Uang Orang RI di Bank (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa jumlah simpanan nasabah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) mencapai Rp8.356 triliun pada 2022 atau naik 8,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&quot;Nilai simpanan pada bank terus mengalami peningkatan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Antara dipantau di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Valas Jadi 2%

Total simpanan tersebut terdiri dari simpanan nasabah di bank umum sebanyak Rp8.203 triliun dan di BPR sebanyak Rp153 triliun.
Sementara, jumlah simpanan nasabah di bank umum dan BPR pada 2021 sebanyak Rp7.686 triliun, dengan rincian Rp7.546,3 triliun di bank umum dan Rp139,7 triliun di BPR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yOS8xLzE2MTcyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Purbaya mengatakan total simpanan nasabah tersebut sama dengan lebih dari dua kali lipat belanja pemerintah tahun 2023 yang sekitar Rp3 ribu triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Sinyal Ekonomi RI Pulih Kembali Sudah Terlihat

&quot;Ini menunjukkan kalau kita bisa memutar dana ini dengan baik harusnya sumber pembiayaan untuk pembangunan ekonomi amat banyak bukan hanya dari pemerintah saja,&quot; ujarnya.Selain itu, ia menuturkan sepanjang 2022 LPS terus berupa menjaga tingkat bunga penjaminan agar tetap akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi dan intermediasi perbankan.
Namun sejalan dengan perubahan kebijakan moneter global yang lebih agresif serta mengantisipasi perkembangan kondisi likuiditas dolar AS, LPS memutuskan untuk menyesuaikan tingkat bunga penjaminan valas dengan laju yang lebih cepat dibandingkan tingkat bunga penjaminan rupiah.
LPS menaikkan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan valuta asing (valas) dan rupiah sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4% untuk TBP rupiah di bank umum, 6,5 persen TBP rupiah di BPR, dan 2% TBP valas di bank umum.
Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode 1 Februari 2023 sampai dengan 31 Mei 2023.
&quot;Kita melihat walaupun naik tapi secara keseluruhan masih cukup rendah untuk tetap memberi ruang bagi perbankan untuk membiayai pertumbuhan ekonomi kita,&quot; ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan tren kenaikan suku bunga simpanan diperkirakan akan berlanjut merespons perubahan arah kebijakan moneter, kondisi likuiditas dan pemulihan penyaluran kredit.
&quot;Ke depan LPS akan tetap mencermati perkembangan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, likuiditas dan suku bunga simpanan untuk memastikan tingkat bunga penjaminan dapat mendukung momentum pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa jumlah simpanan nasabah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) mencapai Rp8.356 triliun pada 2022 atau naik 8,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&quot;Nilai simpanan pada bank terus mengalami peningkatan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga,&quot; kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Antara dipantau di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
BACA JUGA:LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan Valas Jadi 2%

Total simpanan tersebut terdiri dari simpanan nasabah di bank umum sebanyak Rp8.203 triliun dan di BPR sebanyak Rp153 triliun.
Sementara, jumlah simpanan nasabah di bank umum dan BPR pada 2021 sebanyak Rp7.686 triliun, dengan rincian Rp7.546,3 triliun di bank umum dan Rp139,7 triliun di BPR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yOS8xLzE2MTcyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Purbaya mengatakan total simpanan nasabah tersebut sama dengan lebih dari dua kali lipat belanja pemerintah tahun 2023 yang sekitar Rp3 ribu triliun.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Sinyal Ekonomi RI Pulih Kembali Sudah Terlihat

&quot;Ini menunjukkan kalau kita bisa memutar dana ini dengan baik harusnya sumber pembiayaan untuk pembangunan ekonomi amat banyak bukan hanya dari pemerintah saja,&quot; ujarnya.Selain itu, ia menuturkan sepanjang 2022 LPS terus berupa menjaga tingkat bunga penjaminan agar tetap akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi dan intermediasi perbankan.
Namun sejalan dengan perubahan kebijakan moneter global yang lebih agresif serta mengantisipasi perkembangan kondisi likuiditas dolar AS, LPS memutuskan untuk menyesuaikan tingkat bunga penjaminan valas dengan laju yang lebih cepat dibandingkan tingkat bunga penjaminan rupiah.
LPS menaikkan tingkat bunga penjaminan (TBP) simpanan valuta asing (valas) dan rupiah sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4% untuk TBP rupiah di bank umum, 6,5 persen TBP rupiah di BPR, dan 2% TBP valas di bank umum.
Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode 1 Februari 2023 sampai dengan 31 Mei 2023.
&quot;Kita melihat walaupun naik tapi secara keseluruhan masih cukup rendah untuk tetap memberi ruang bagi perbankan untuk membiayai pertumbuhan ekonomi kita,&quot; ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan tren kenaikan suku bunga simpanan diperkirakan akan berlanjut merespons perubahan arah kebijakan moneter, kondisi likuiditas dan pemulihan penyaluran kredit.
&quot;Ke depan LPS akan tetap mencermati perkembangan ekonomi, stabilitas sistem keuangan, likuiditas dan suku bunga simpanan untuk memastikan tingkat bunga penjaminan dapat mendukung momentum pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
