<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Tenang! Jokowi Bawa Kabar Baik untuk Ekonomi Indonesia 2023</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi nasional sudah mereda</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023"/><item><title>Masyarakat Tenang! Jokowi Bawa Kabar Baik untuk Ekonomi Indonesia 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2023 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023-uPt9Jf0njE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Soal Tekanan Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/01/320/2756930/masyarakat-tenang-jokowi-bawa-kabar-baik-untuk-ekonomi-indonesia-2023-uPt9Jf0njE.jpg</image><title>Presiden Jokowi Soal Tekanan Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi nasional sudah mereda. Dirinya pun besyukur karena apa yang dibayangkan sebelumnya ternyata tidak terjadi hingga saat ini.
&quot;Tadi pagi saya mendapatkan informasi bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi kita itu sudah agak mereda. Apa yang dulu kita bayang-bayangkan, kita takutkan, itu ternyata banyak yang tidak terjadi. Ini patut kita syukuri,&quot; ujarnya, dikutip dari Antara, di Mandiri Investment Forum, Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Separuh Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Disumbang China dan India
Menurutnya, Indonesia harus optimistis, karena 2022 pertumbuhan diperkirakan ada di angka 5,2-5,3% year on year.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Sri Mulyani: Saya Lihat Sekarang Sudah A Little Bit Better
Inflasi juga masih terkendali di angka 5,5% dan purchasing managing index juga berada pada angka ekspansif 50,9.
&quot;Kita ini harus optimis, jangan sampai ada yang pesimis satu orang pun. Kalau melihat angka-angka seperti ini, kita tidak optimis, keliru, tapi memang harus tetap hati-hati dan waspada, tetap,&quot; kata Jokowi.Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membawa kabar baik soa Amerika Serikat (AS). Dia mengungkapkapkan bahwa ekonomi negeri Paman Sam memang masih lemah, tetapi tidak sedalam yang diprediksi.
&quot;Tadi malam saya lihat dan baca berita bahwa ekonomi AS di kuartal IV-2022 memang masih lemah, tetapi berhasil tumbuh 2,9%. Ini tidak sedalam ekspektasi sebelumnya,&quot; ujar Sri.
Tidak hanya AS, ekonomi beberapa negara maju juga sudah mulai menunjukkan adanya perbaikan. Kondisi PMI manufaktur Eropa pun sudah mulai menunjukkan pertanda ekspansi.
&quot;Ini berarti masih ada harapan untuk bisnis tetap tumbuh. Meski IMF dan beberapa lembaga internasional lainnya menyampaikan bahwa situasi dunia di 2023 akan kelam, saya lihat sekarang tone-nya sudah a little bit better,&quot; ungkap Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi nasional sudah mereda. Dirinya pun besyukur karena apa yang dibayangkan sebelumnya ternyata tidak terjadi hingga saat ini.
&quot;Tadi pagi saya mendapatkan informasi bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi kita itu sudah agak mereda. Apa yang dulu kita bayang-bayangkan, kita takutkan, itu ternyata banyak yang tidak terjadi. Ini patut kita syukuri,&quot; ujarnya, dikutip dari Antara, di Mandiri Investment Forum, Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Separuh Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Disumbang China dan India
Menurutnya, Indonesia harus optimistis, karena 2022 pertumbuhan diperkirakan ada di angka 5,2-5,3% year on year.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Sri Mulyani: Saya Lihat Sekarang Sudah A Little Bit Better
Inflasi juga masih terkendali di angka 5,5% dan purchasing managing index juga berada pada angka ekspansif 50,9.
&quot;Kita ini harus optimis, jangan sampai ada yang pesimis satu orang pun. Kalau melihat angka-angka seperti ini, kita tidak optimis, keliru, tapi memang harus tetap hati-hati dan waspada, tetap,&quot; kata Jokowi.Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membawa kabar baik soa Amerika Serikat (AS). Dia mengungkapkapkan bahwa ekonomi negeri Paman Sam memang masih lemah, tetapi tidak sedalam yang diprediksi.
&quot;Tadi malam saya lihat dan baca berita bahwa ekonomi AS di kuartal IV-2022 memang masih lemah, tetapi berhasil tumbuh 2,9%. Ini tidak sedalam ekspektasi sebelumnya,&quot; ujar Sri.
Tidak hanya AS, ekonomi beberapa negara maju juga sudah mulai menunjukkan adanya perbaikan. Kondisi PMI manufaktur Eropa pun sudah mulai menunjukkan pertanda ekspansi.
&quot;Ini berarti masih ada harapan untuk bisnis tetap tumbuh. Meski IMF dan beberapa lembaga internasional lainnya menyampaikan bahwa situasi dunia di 2023 akan kelam, saya lihat sekarang tone-nya sudah a little bit better,&quot; ungkap Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
