<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin</title><description>Jerome Powell mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25%, yang berarti kurang agresif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin"/><item><title>The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2023 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin-ggt7C9kl3b.jfif" expression="full" type="image/jpeg">The Fed Naikan Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/02/278/2757523/the-fed-naikkan-suku-bunga-25-basis-poin-ggt7C9kl3b.jfif</image><title>The Fed Naikan Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala bank sentral Amerika Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25%, yang berarti kurang agresif dibandingkan kenaikan setengah persen pada bulan Desember.
Hal ini dikarenakan inflasi di ekonomi terbesar di dunia ini telah mereda kembali dari level tertinggi dalam beberapa dekade.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok Jelang Pengumuman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Bank Sentral Eropa dan Bank of England akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru mereka pada hari Kamis.
Pasar di AS terbukti kuat pada bulan Januari, di mana saham naik di tengah harapan bahwa pendinginan inflasi dapat membuat Federal Reserve melonggarkan rentetan kenaikan suku bunga yang telah mengguncang pasar saham Wall Street.



Sebagian besar kalangan Wall Street berharap The Fed menaikkan suku bunga sekali lagi saja pada Rabu sore ini, sebelum mengambil jeda dan kemudian mungkin menurunkan suku bunga menjelang akhir tahun.
BACA JUGA:Suku Bunga Murah Bukan Faktor Utama Pertumbuhan Kredit
Pemotongan suku bunga dapat mengurangi tekanan pada ekonomi dan meningkatkan harga investasi.Namun, sejauh ini, The Fed bersikeras tidak merencanakan penurunan suku bunga paling cepat hingga 2024 dan ingin mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama sehingga tidak memberikan peluang pada memburuknya kembali inflasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala bank sentral Amerika Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25%, yang berarti kurang agresif dibandingkan kenaikan setengah persen pada bulan Desember.
Hal ini dikarenakan inflasi di ekonomi terbesar di dunia ini telah mereda kembali dari level tertinggi dalam beberapa dekade.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok Jelang Pengumuman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Bank Sentral Eropa dan Bank of England akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru mereka pada hari Kamis.
Pasar di AS terbukti kuat pada bulan Januari, di mana saham naik di tengah harapan bahwa pendinginan inflasi dapat membuat Federal Reserve melonggarkan rentetan kenaikan suku bunga yang telah mengguncang pasar saham Wall Street.



Sebagian besar kalangan Wall Street berharap The Fed menaikkan suku bunga sekali lagi saja pada Rabu sore ini, sebelum mengambil jeda dan kemudian mungkin menurunkan suku bunga menjelang akhir tahun.
BACA JUGA:Suku Bunga Murah Bukan Faktor Utama Pertumbuhan Kredit
Pemotongan suku bunga dapat mengurangi tekanan pada ekonomi dan meningkatkan harga investasi.Namun, sejauh ini, The Fed bersikeras tidak merencanakan penurunan suku bunga paling cepat hingga 2024 dan ingin mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama sehingga tidak memberikan peluang pada memburuknya kembali inflasi.</content:encoded></item></channel></rss>
