<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut BEI Akui IHSG Awal Tahun 'Diserang' Aksi Ambil Untung</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun atau sepanjang Januari turun 0,16% year to date (ytd).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung"/><item><title>Dirut BEI Akui IHSG Awal Tahun 'Diserang' Aksi Ambil Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2023 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung-lc5qHJtSA8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan melemah (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/02/278/2758011/dirut-bei-akui-ihsg-awal-tahun-diserang-aksi-ambil-untung-lc5qHJtSA8.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan melemah (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun atau sepanjang Januari turun 0,16% year to date (ytd). Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengakui IHSG melemah karena aksi profit taking (ambil untung) investor asing.
Dia menjelaskan aksi profit taking dilakukan karena investor melihat mayoritas bursa saham yang mengalami koreksi pada tahun 2022 lalu, mulai menguat pada Januari 2023 ini, seperti Hong Kong.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Naik 28 Poin, Berakhir di Level 6.890

Di sisi lain, BEI adalah salah satu dari sedikit bursa yang mengalami pertumbuhan pada tahun 2022 lalu, yaitu tumbuh sebesar 4,1% ytd. Sehingga, para investor memindahkan dananya dari BEI ke bursa yang mencatatkan kinerja negatif tersebut, sebagai bagian dari aksi profit taking.
&amp;ldquo;Banyak investor yang take profit dari BEI, dan mengalokasikan dananya ke bursa- bursa yang tahun lalu negatif cukup besar,&amp;rdquo; jelas Iman dilansir dari Antara, Kamis (2/2/2023).
BACA JUGA:IHSG Siang Ini Naik 22 Poin ke Level 6.885

Lanjut dia, alasan lainnya yaitu pembukaan kembali aktivitas ekonomi di China setelah adanya pembatasan ketat selama pandemi COVID-19.
&quot;Ini akan berdampak terhadap beberapa indikator ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; kata Iman.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia memastikan koreksi tipis kinerja IHSG selama satu bulan terakhir  bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
&quot;Alasan indeks turun, sebenarnya secara fundamental ekonomi 2023 kita tidak ada perubahan,&quot; kata Iman.
Selain itu, dia memastikan pelemahan ini bersifat sementara, dan  optimistis pasar modal Indonesia akan tumbuh sejalan dengan proyeksi  pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2023.
Dalam kesempatan ini, pihaknya menargetkan jumlah investor pasar  modal Indonesia mencapai 13,5 juta Single Investor Identification (SID)  pada tahun 2023, dan 57 perusahaan bisa melaksanakan IPO.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan kapitalisasi pasar modal di tanah air bisa mencapai Rp13.500 triliun pada tahun 2026.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun atau sepanjang Januari turun 0,16% year to date (ytd). Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengakui IHSG melemah karena aksi profit taking (ambil untung) investor asing.
Dia menjelaskan aksi profit taking dilakukan karena investor melihat mayoritas bursa saham yang mengalami koreksi pada tahun 2022 lalu, mulai menguat pada Januari 2023 ini, seperti Hong Kong.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Naik 28 Poin, Berakhir di Level 6.890

Di sisi lain, BEI adalah salah satu dari sedikit bursa yang mengalami pertumbuhan pada tahun 2022 lalu, yaitu tumbuh sebesar 4,1% ytd. Sehingga, para investor memindahkan dananya dari BEI ke bursa yang mencatatkan kinerja negatif tersebut, sebagai bagian dari aksi profit taking.
&amp;ldquo;Banyak investor yang take profit dari BEI, dan mengalokasikan dananya ke bursa- bursa yang tahun lalu negatif cukup besar,&amp;rdquo; jelas Iman dilansir dari Antara, Kamis (2/2/2023).
BACA JUGA:IHSG Siang Ini Naik 22 Poin ke Level 6.885

Lanjut dia, alasan lainnya yaitu pembukaan kembali aktivitas ekonomi di China setelah adanya pembatasan ketat selama pandemi COVID-19.
&quot;Ini akan berdampak terhadap beberapa indikator ekonomi Indonesia,&amp;rdquo; kata Iman.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia memastikan koreksi tipis kinerja IHSG selama satu bulan terakhir  bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia.
&quot;Alasan indeks turun, sebenarnya secara fundamental ekonomi 2023 kita tidak ada perubahan,&quot; kata Iman.
Selain itu, dia memastikan pelemahan ini bersifat sementara, dan  optimistis pasar modal Indonesia akan tumbuh sejalan dengan proyeksi  pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2023.
Dalam kesempatan ini, pihaknya menargetkan jumlah investor pasar  modal Indonesia mencapai 13,5 juta Single Investor Identification (SID)  pada tahun 2023, dan 57 perusahaan bisa melaksanakan IPO.
Selain itu, pihaknya juga menargetkan kapitalisasi pasar modal di tanah air bisa mencapai Rp13.500 triliun pada tahun 2026.</content:encoded></item></channel></rss>
