<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Listrik EBT, Menteri Bahlil: Negara Kita Aja Belum Cukup   </title><description>Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup"/><item><title>RI Ekspor Listrik EBT, Menteri Bahlil: Negara Kita Aja Belum Cukup   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2023 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup-gd4dwRKBuq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Bakal Ekspor Listrik EBT. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/02/320/2757704/ri-ekspor-listrik-ebt-menteri-bahlil-negara-kita-aja-belum-cukup-gd4dwRKBuq.jpg</image><title>RI Bakal Ekspor Listrik EBT. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT). Pasalnya, kebutuhan listrik di dalam negeri masih tinggi.
&amp;ldquo;Indonesia tahun 2025 minimal 25% dari total pemakaian energinya harus menggunakan energi baru terbarukan. Kalau negara kita aja belum cukup, ngapain ekspor? Kita optimalkan penggunaan energi baru terbarukan di dalam negeri,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023, Kamis (2/1/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik hingga Maret 2023
Bahlil mengatakan bahwa di tahun ini, pemerintah masih terus melanjutkan upaya percepatan hilirisasi dengan menghentikan ekspor komoditas primer yaitu bauksit dan akan dilanjutkan dengan penghentian ekspor timah. Hal ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 'Harta Karun' Baru Jadi Sumber Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Punya?
Selain itu bahlil menyebut bahwa Indonesia terus bergerak ke arah industri yang ramah lingkungan. Ke depan menurutnya investasi didorong pada sektor hilirisasi yang masif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus terus maju. Apabila dibawa ke WTO (World Trade Organization) kita bisa ajukan banding. Jangan pernah mau didikte negara manapun,&quot; tegasnya.
&quot;Kita mulai stop ekspor bauksit dan selanjutnya ke sektor timah dan gas. Kita akan bangun ekosistem untuk methanol, soda gas, blue amonia di Papua Barat. Ini betul-betul sekarang yang menjadi fokus kita,&amp;rdquo; sambung Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT). Pasalnya, kebutuhan listrik di dalam negeri masih tinggi.
&amp;ldquo;Indonesia tahun 2025 minimal 25% dari total pemakaian energinya harus menggunakan energi baru terbarukan. Kalau negara kita aja belum cukup, ngapain ekspor? Kita optimalkan penggunaan energi baru terbarukan di dalam negeri,&amp;rdquo; ujar Bahlil dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023, Kamis (2/1/2023).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik hingga Maret 2023
Bahlil mengatakan bahwa di tahun ini, pemerintah masih terus melanjutkan upaya percepatan hilirisasi dengan menghentikan ekspor komoditas primer yaitu bauksit dan akan dilanjutkan dengan penghentian ekspor timah. Hal ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 'Harta Karun' Baru Jadi Sumber Baterai Kendaraan Listrik, Indonesia Punya?
Selain itu bahlil menyebut bahwa Indonesia terus bergerak ke arah industri yang ramah lingkungan. Ke depan menurutnya investasi didorong pada sektor hilirisasi yang masif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMi80LzE1OTMwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus terus maju. Apabila dibawa ke WTO (World Trade Organization) kita bisa ajukan banding. Jangan pernah mau didikte negara manapun,&quot; tegasnya.
&quot;Kita mulai stop ekspor bauksit dan selanjutnya ke sektor timah dan gas. Kita akan bangun ekosistem untuk methanol, soda gas, blue amonia di Papua Barat. Ini betul-betul sekarang yang menjadi fokus kita,&amp;rdquo; sambung Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
