<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Sri Mulyani Anak Tukang Becak Dapat Gelar PhD di Inggris</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita anak tukang becak bisa mendapat gelar PhD di Inggris berkat beasiswa LPDP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris"/><item><title>Cerita Sri Mulyani Anak Tukang Becak Dapat Gelar PhD di Inggris</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2023 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris-JLkIpFzHqF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut anak tukang becak bisa jadi PhD (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/03/320/2758410/cerita-sri-mulyani-anak-tukang-becak-dapat-gelar-phd-di-inggris-JLkIpFzHqF.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut anak tukang becak bisa jadi PhD (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita anak tukang becak bisa mendapat gelar PhD di Inggris berkat beasiswa LPDP. Dia mengatakan bahwa anggaran belanja untuk pendidikan di 2023 tidak main-main jumlahnya. Bahkan, angkanya menyentuh Rp612 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
&quot;Pendidikan juga (anggarannya) Rp612 triliun, ini tertinggi. Saya selalu mengatakan ketika saya menjadi Menkeu tahun 2006, APBN-nya enggak sampai Rp600 triliun, tapi tahun ini pendidikan saja Rp612 triliun,&quot; ujar Sri dalam kuliah umum secara virtual di Jakarta, Jumat (3/2/2023).
BACA JUGA:Sri Mulyani Waspada Ekonomi RI Bisa Gelap Gulita

Ini menggambarkan niat pemerintah untuk terus menjaga dan membangun pondasi Indonesia. Kalau Indonesia ingin menjadi negara high-income, sumber daya manusia (SDM) adalah aspek yang paling penting.
&quot;Kita tidak hanya dalam bentuk belanja dari sisi Kementerian/Lembaga (K/L), Kemendikbud dan Kemenag yang mengelola sektor pendidikan, tapi sekarang kita juga punya dana abadi LPDP yang sudah mencapai lebih dari Rp130 triliun,&quot; katanya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut RI Bisa Jadi Perekat Dunia pada Situasi Sulit, Ini Buktinya

Bahkan, sudah 35 ribu lebih mahasiswa yang diberikan beasiswa di dalam dan luar negeri. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 17.900 awardee yang sudah lulus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi8xLzEzOTIwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Banyak dari mereka yang misalnya turut menemukan Vaksin AstraZeneca,  semua yang tadinya anak seorang tukang becak bisa menjadi PhD di  Inggris, anak seorang pengemudi gojek dia bisa meneruskan  (pendidikannya),&quot; tambah Sri.
Dia bercerita bahwa ketika dirinya berada di Sumenep kemarin, ada  anak dari salah satu desa di Sumenep, saat S1 universitasnya mendapat  bidik misi, dan kemudian dia mengambil S2 di Michigan State.
&quot;Dan saat ini dia mau ngambil S3, berambisi suatu saat jadi Presiden  RI, seneng saya lihat anak muda yang confident, berprestasi, dan punya  impian. Negara hadir untuk memberikan fasilitas untuk mereka bisa  meraih, kompetitif, karena dia tahu untuk meraih beasiswa, dia harus  berkompetisi, dia berani berkompetisi, dia confident, dia meraih  prestasi, dan dia bilang, 'now it's my turn untuk memimpin Indonesia',&quot;  ungkap Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani bercerita anak tukang becak bisa mendapat gelar PhD di Inggris berkat beasiswa LPDP. Dia mengatakan bahwa anggaran belanja untuk pendidikan di 2023 tidak main-main jumlahnya. Bahkan, angkanya menyentuh Rp612 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
&quot;Pendidikan juga (anggarannya) Rp612 triliun, ini tertinggi. Saya selalu mengatakan ketika saya menjadi Menkeu tahun 2006, APBN-nya enggak sampai Rp600 triliun, tapi tahun ini pendidikan saja Rp612 triliun,&quot; ujar Sri dalam kuliah umum secara virtual di Jakarta, Jumat (3/2/2023).
BACA JUGA:Sri Mulyani Waspada Ekonomi RI Bisa Gelap Gulita

Ini menggambarkan niat pemerintah untuk terus menjaga dan membangun pondasi Indonesia. Kalau Indonesia ingin menjadi negara high-income, sumber daya manusia (SDM) adalah aspek yang paling penting.
&quot;Kita tidak hanya dalam bentuk belanja dari sisi Kementerian/Lembaga (K/L), Kemendikbud dan Kemenag yang mengelola sektor pendidikan, tapi sekarang kita juga punya dana abadi LPDP yang sudah mencapai lebih dari Rp130 triliun,&quot; katanya.
BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut RI Bisa Jadi Perekat Dunia pada Situasi Sulit, Ini Buktinya

Bahkan, sudah 35 ribu lebih mahasiswa yang diberikan beasiswa di dalam dan luar negeri. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 17.900 awardee yang sudah lulus.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xNi8xLzEzOTIwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Banyak dari mereka yang misalnya turut menemukan Vaksin AstraZeneca,  semua yang tadinya anak seorang tukang becak bisa menjadi PhD di  Inggris, anak seorang pengemudi gojek dia bisa meneruskan  (pendidikannya),&quot; tambah Sri.
Dia bercerita bahwa ketika dirinya berada di Sumenep kemarin, ada  anak dari salah satu desa di Sumenep, saat S1 universitasnya mendapat  bidik misi, dan kemudian dia mengambil S2 di Michigan State.
&quot;Dan saat ini dia mau ngambil S3, berambisi suatu saat jadi Presiden  RI, seneng saya lihat anak muda yang confident, berprestasi, dan punya  impian. Negara hadir untuk memberikan fasilitas untuk mereka bisa  meraih, kompetitif, karena dia tahu untuk meraih beasiswa, dia harus  berkompetisi, dia berani berkompetisi, dia confident, dia meraih  prestasi, dan dia bilang, 'now it's my turn untuk memimpin Indonesia',&quot;  ungkap Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
