<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Sekarang Beli Minyakita Harus Pakai KTP, Jangan Diborong</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan pembelian minyak goreng subsidi Minyakita harus menggunakan KTP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong"/><item><title>Mendag: Sekarang Beli Minyakita Harus Pakai KTP, Jangan Diborong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2023 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong-u0svwjLzwD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beli minyakita pakai KTP (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/04/320/2759117/mendag-sekarang-beli-minyakita-harus-pakai-ktp-jangan-diborong-u0svwjLzwD.jpg</image><title>Beli minyakita pakai KTP (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan pembelian minyak goreng subsidi Minyakita harus menggunakan KTP. Pembelian pun dibatasi tidak boleh diborong.
&quot;Sekarang beli (MinyaKita) pakai KTP. Jangan sampai orang beli itu memborong,&quot; kata Zulkifli dilansir dari Antara, Sabtu (4/2/2023).
BACA JUGA:Minyakita Langka, Pedagang dan Masyarakat Beralih ke Minyak Curah
Dia menegaskan, pembeli tidak boleh memborong MinyaKita untuk dijual kembali dan kebijakan tersebut sudah mulai diterapkan.
&quot;Boleh saja beli 5 kilogram, tetapi harus ada KTP. Nggak boleh memborong untuk dijual lagi,&quot; ucap Zulkifli dalam kunjungannya yang didampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
BACA JUGA:Siap-Siap! Jual Minyakita Lebih dari Rp14.000 Bakal Kena Sanksi 
Dia kembali mengingatkan para penjual minyak goreng agar jangan main-main menjual MinyaKita di atas HET (harga eceran tertinggi) sebesar Rp14 ribu per liter karena ada pengawasan dari Satgas Pangan.
&quot;Harganya tidak boleh naik, kalau naik kena Satgas, 'nggak boleh lagi jualan,&quot; ujarnya.


Untuk mencukupi kebutuhan minyak goreng di pasaran, Zulkifli  mengatakan pemerintah dan produsen telah sepakat untuk meningkatkan  tambahan suplai minyak goreng kemasan dan curah sebanyak 450 ribu ton  per bulan, dari sebelumnya 300 ribu ton per bulan.
&quot;Sekarang dikurangi yang ke pasar modern, yang online kita kurangi.  Sekarang suplainya ke pasar (tradisional-red),&quot; ujarnya sembari  mengatakan suplai untuk pasar tradisional akan diutamakan hingga Lebaran  2023 ini.
Menurut dia, sampai terjadinya kelangkaan MinyaKita karena semakin  banyak masyarakat beralih atau mencari MinyaKita karena dinilai kualitas  dan botolnya bagus.
Dalam kesempatan itu, Mendag Zulkifli juga mengapresiasi kinerja Wali  Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam upaya menjaga kestabilan harga  bahan pokok di daerah setempat.
&quot;Selalu saya ceritakan dimana-mana. Di Jawa saya ceritakan, di  Sumatera saya ceritakan karena di sini (Denpasar-red) harganya stabil,&quot;  katanya.
Menurut Zulkifli, jajaran Pemerintah Kota Denpasar setiap hari telah  memonitor harga-harga bahan pokok. Kalau harga naik dibantu ongkosnya,  dan kalau naik lagi terkadang diberikan subsidi harga sehingga harga  tetap stabil.
Berdasarkan pemantauannya di Pasar Kreneng, harga MinyaKita per liter  dijual Rp14 ribu, sedangkan minyak kemasan premium dijual bervariasi  mulai dari Rp16 ribu dan Rp17 ribu per liter.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan pembelian minyak goreng subsidi Minyakita harus menggunakan KTP. Pembelian pun dibatasi tidak boleh diborong.
&quot;Sekarang beli (MinyaKita) pakai KTP. Jangan sampai orang beli itu memborong,&quot; kata Zulkifli dilansir dari Antara, Sabtu (4/2/2023).
BACA JUGA:Minyakita Langka, Pedagang dan Masyarakat Beralih ke Minyak Curah
Dia menegaskan, pembeli tidak boleh memborong MinyaKita untuk dijual kembali dan kebijakan tersebut sudah mulai diterapkan.
&quot;Boleh saja beli 5 kilogram, tetapi harus ada KTP. Nggak boleh memborong untuk dijual lagi,&quot; ucap Zulkifli dalam kunjungannya yang didampingi Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
BACA JUGA:Siap-Siap! Jual Minyakita Lebih dari Rp14.000 Bakal Kena Sanksi 
Dia kembali mengingatkan para penjual minyak goreng agar jangan main-main menjual MinyaKita di atas HET (harga eceran tertinggi) sebesar Rp14 ribu per liter karena ada pengawasan dari Satgas Pangan.
&quot;Harganya tidak boleh naik, kalau naik kena Satgas, 'nggak boleh lagi jualan,&quot; ujarnya.


Untuk mencukupi kebutuhan minyak goreng di pasaran, Zulkifli  mengatakan pemerintah dan produsen telah sepakat untuk meningkatkan  tambahan suplai minyak goreng kemasan dan curah sebanyak 450 ribu ton  per bulan, dari sebelumnya 300 ribu ton per bulan.
&quot;Sekarang dikurangi yang ke pasar modern, yang online kita kurangi.  Sekarang suplainya ke pasar (tradisional-red),&quot; ujarnya sembari  mengatakan suplai untuk pasar tradisional akan diutamakan hingga Lebaran  2023 ini.
Menurut dia, sampai terjadinya kelangkaan MinyaKita karena semakin  banyak masyarakat beralih atau mencari MinyaKita karena dinilai kualitas  dan botolnya bagus.
Dalam kesempatan itu, Mendag Zulkifli juga mengapresiasi kinerja Wali  Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam upaya menjaga kestabilan harga  bahan pokok di daerah setempat.
&quot;Selalu saya ceritakan dimana-mana. Di Jawa saya ceritakan, di  Sumatera saya ceritakan karena di sini (Denpasar-red) harganya stabil,&quot;  katanya.
Menurut Zulkifli, jajaran Pemerintah Kota Denpasar setiap hari telah  memonitor harga-harga bahan pokok. Kalau harga naik dibantu ongkosnya,  dan kalau naik lagi terkadang diberikan subsidi harga sehingga harga  tetap stabil.
Berdasarkan pemantauannya di Pasar Kreneng, harga MinyaKita per liter  dijual Rp14 ribu, sedangkan minyak kemasan premium dijual bervariasi  mulai dari Rp16 ribu dan Rp17 ribu per liter.</content:encoded></item></channel></rss>
