<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa Pemilik Samsung? Ternyata Keluarga Kaya Raya Korsel</title><description>Siapa pemilik Samsung? Samsung Group adalah sebuah konglomerat  multinasional yang juga merupakan keluarga kaya di Korea Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel"/><item><title>Siapa Pemilik Samsung? Ternyata Keluarga Kaya Raya Korsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/04/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2023 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Insan Kamil Rizqilillah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/03/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel-K77DHDRa8w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siapa pemilik Samsung (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/03/455/2758497/siapa-pemilik-samsung-ternyata-keluarga-kaya-raya-korsel-K77DHDRa8w.jpg</image><title>Siapa pemilik Samsung (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Siapa pemilik Samsung? Samsung Group adalah sebuah konglomerat multinasional yang juga merupakan keluarga kaya alias chaebol terbesar di Korea Selatan yang berkantor pusat di Samsung Town, Seoul, Korea Selatan. Samsung didirikan oleh Lee Byung-chul sebagai sebuah perusahaan perdagangan pada tahun 1938. Setelah kematian Lee Byung-chul pada 1987, kemudian Lee Kun-hee yang merupakan putra bungsu dari Lee Byung-chul menjadi Chairman Samsung tetapi menyerahkan manajemen kepada staf perusahaan.
BACA JUGA:Deretan Orang Kaya di Kalimantan, Segini Hartanya

Lee sendiri berkuliah dan mengambil jurusan ekonomi di Universitas Waseda, Tokyo, Jepang. Kemudian, Lee memperoleh gelar magister administrasi bisnis dari Universitas George Washington, Washington DC, AS. Pada tahun 1968 Lee bergabung dengan Samsung yang bergerak di bidang elektronik, bahan kimia, mesin, dan jasa keuangan.
Lee menjabat sebagai pengganti ayahnya yang pendiam dan menjalankan kendali mutlak atas perusahaan tersebut. Pada awalnya, ayah Lee memutuskan untuk tidak menjadikan dua putra yang lebih tua sebagai penerus dari perusahaan yang didirikannya.
BACA JUGA:Contoh Orang Kaya, Simpan Duit di Sini Jadi Makin Banyak 

Di awal masa kepemimpinan Lee, Samsung dipandang sebagai produsen produk murah berkualitas jelek dan rendah. Kemudian pada Juni 1993, Lee meluncurkan perubahan secara dramatis dari atas guna membuat Samsung kompetitif secara internasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNS8wMi85LzExOTQ2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setelah itu, di bawah kepemimpinan Lee, Samsung menjelma menjadi  raksasa elektronik dunia dan mampu mengalahkan pesaingnya semodel Sharp,  Sony, dan Panasonic. Selain itu, Samsung juga mampu mengalahkan Nokia  dan Apple dalam penjualan ponsel.
Dari bisnis raksasa tersebut, Lee berhasil mengantongi kekayaan  sebesar US$ 20,9 miliar atau setara Rp 308 triliun. Dengan keseluruhan  total hartanya tersebut menjadikannya orang paling kaya di Korea  Selatan. Lee sendiri juga merupakan generasi kedua keluarga pengusaha.
Lee juga dikenal sebagai sosok yang mampu membentuk budaya kerja  Samsung kompetitif. Lee mengubah jam kerja perusahaan menjadi pukul  07.00 pagi. Bahkan ia pernah berhasil mengumpulkan 2.000 pekerja hanya  untuk menyaksikan pembakaran 150 ribu ponsel, mesin faksimili, dan  peralatan lain yang dianggap tidak memenuhi standarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Siapa pemilik Samsung? Samsung Group adalah sebuah konglomerat multinasional yang juga merupakan keluarga kaya alias chaebol terbesar di Korea Selatan yang berkantor pusat di Samsung Town, Seoul, Korea Selatan. Samsung didirikan oleh Lee Byung-chul sebagai sebuah perusahaan perdagangan pada tahun 1938. Setelah kematian Lee Byung-chul pada 1987, kemudian Lee Kun-hee yang merupakan putra bungsu dari Lee Byung-chul menjadi Chairman Samsung tetapi menyerahkan manajemen kepada staf perusahaan.
BACA JUGA:Deretan Orang Kaya di Kalimantan, Segini Hartanya

Lee sendiri berkuliah dan mengambil jurusan ekonomi di Universitas Waseda, Tokyo, Jepang. Kemudian, Lee memperoleh gelar magister administrasi bisnis dari Universitas George Washington, Washington DC, AS. Pada tahun 1968 Lee bergabung dengan Samsung yang bergerak di bidang elektronik, bahan kimia, mesin, dan jasa keuangan.
Lee menjabat sebagai pengganti ayahnya yang pendiam dan menjalankan kendali mutlak atas perusahaan tersebut. Pada awalnya, ayah Lee memutuskan untuk tidak menjadikan dua putra yang lebih tua sebagai penerus dari perusahaan yang didirikannya.
BACA JUGA:Contoh Orang Kaya, Simpan Duit di Sini Jadi Makin Banyak 

Di awal masa kepemimpinan Lee, Samsung dipandang sebagai produsen produk murah berkualitas jelek dan rendah. Kemudian pada Juni 1993, Lee meluncurkan perubahan secara dramatis dari atas guna membuat Samsung kompetitif secara internasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNS8wMi85LzExOTQ2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Setelah itu, di bawah kepemimpinan Lee, Samsung menjelma menjadi  raksasa elektronik dunia dan mampu mengalahkan pesaingnya semodel Sharp,  Sony, dan Panasonic. Selain itu, Samsung juga mampu mengalahkan Nokia  dan Apple dalam penjualan ponsel.
Dari bisnis raksasa tersebut, Lee berhasil mengantongi kekayaan  sebesar US$ 20,9 miliar atau setara Rp 308 triliun. Dengan keseluruhan  total hartanya tersebut menjadikannya orang paling kaya di Korea  Selatan. Lee sendiri juga merupakan generasi kedua keluarga pengusaha.
Lee juga dikenal sebagai sosok yang mampu membentuk budaya kerja  Samsung kompetitif. Lee mengubah jam kerja perusahaan menjadi pukul  07.00 pagi. Bahkan ia pernah berhasil mengumpulkan 2.000 pekerja hanya  untuk menyaksikan pembakaran 150 ribu ponsel, mesin faksimili, dan  peralatan lain yang dianggap tidak memenuhi standarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
