<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2022</title><description>Ini mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022"/><item><title>Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022</guid><pubDate>Senin 06 Februari 2023 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022-1iXhZAoFAF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/06/320/2759827/ini-mesin-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sepanjang-2022-1iXhZAoFAF.jpg</image><title>Mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ini mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil kinerja pertumbuhan leading sectors RI di tahun 2022 secara kumulatif (c to c).
Mesin pertumbuhan ekonomi yang pertama adalah industri pengolahan. Namun masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Ekonomi RI Melambat di Akhir 2022, Ini Penyebabnya

&quot;Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,90%, didorong oleh peningkatan permintaan beberapa komoditas makanan dan minuman di dalam negeri serta meningkatnya ekspor CPO,&quot; ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam rilis resmi Statistik di Jakarta, Senin (6/2/2023).
BACA JUGA:Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Tumbuh 5,01%, Masih Cerah!

Sementara itu, industri logam dasar tumbuh 14,8% didorong peningkatan kapasitas produksi di sentra tambang ditunjang dengan membaiknya harga komoditas di pasar ekspor. Pertumbuhan perdagangan pada 2022 juga menguat jika dibandingkan dengan 2021.
&quot;Perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya tumbuh 5,89%, terutama didorong oleh peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor,&quot; ucap Margo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy80LzE2MTY0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda  motor tumbuh sebesar 5,44%. Ini didorong oleh peningkatan kunjungan ke  tempat perbelanjaan seiring dengan pelonggaran PPKM.
Namun, BPS mencatat bahwa pertumbuhan sektor pertanian masih di bawah  level pra-pandemi. Peternakan tumbuh 6,24%, didorong oleh peningkatan  produksi unggas dalam negeri dan peningkatan permintaan luar negeri  untuk produk ternak unggas dan hasilnya.
Tanaman hortikultura tumbuh 4,22%, ditopang oleh peningkatan permintaan luar negeri terhadap buah dan sayur dari Indonesia.
&quot;Sementara itu tanaman pangan hanya tumbuh sebesar 0,08%, didorong  oleh peningkatan luas panen dan produksi tanaman padi,&quot; pungkas Margo.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ini mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil kinerja pertumbuhan leading sectors RI di tahun 2022 secara kumulatif (c to c).
Mesin pertumbuhan ekonomi yang pertama adalah industri pengolahan. Namun masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Ekonomi RI Melambat di Akhir 2022, Ini Penyebabnya

&quot;Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,90%, didorong oleh peningkatan permintaan beberapa komoditas makanan dan minuman di dalam negeri serta meningkatnya ekspor CPO,&quot; ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam rilis resmi Statistik di Jakarta, Senin (6/2/2023).
BACA JUGA:Ekonomi RI Kuartal IV-2022 Tumbuh 5,01%, Masih Cerah!

Sementara itu, industri logam dasar tumbuh 14,8% didorong peningkatan kapasitas produksi di sentra tambang ditunjang dengan membaiknya harga komoditas di pasar ekspor. Pertumbuhan perdagangan pada 2022 juga menguat jika dibandingkan dengan 2021.
&quot;Perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya tumbuh 5,89%, terutama didorong oleh peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor,&quot; ucap Margo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy80LzE2MTY0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda  motor tumbuh sebesar 5,44%. Ini didorong oleh peningkatan kunjungan ke  tempat perbelanjaan seiring dengan pelonggaran PPKM.
Namun, BPS mencatat bahwa pertumbuhan sektor pertanian masih di bawah  level pra-pandemi. Peternakan tumbuh 6,24%, didorong oleh peningkatan  produksi unggas dalam negeri dan peningkatan permintaan luar negeri  untuk produk ternak unggas dan hasilnya.
Tanaman hortikultura tumbuh 4,22%, ditopang oleh peningkatan permintaan luar negeri terhadap buah dan sayur dari Indonesia.
&quot;Sementara itu tanaman pangan hanya tumbuh sebesar 0,08%, didorong  oleh peningkatan luas panen dan produksi tanaman padi,&quot; pungkas Margo.</content:encoded></item></channel></rss>
