<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Jatuh Dipicu Komentar Inflasi Jerome Powell</title><description>Indeks dolar jatuh dari level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell"/><item><title>Indeks Dolar AS Jatuh Dipicu Komentar Inflasi Jerome Powell</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell-Op97ljmy63.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2760983/indeks-dolar-as-jatuh-dipicu-komentar-inflasi-jerome-powell-Op97ljmy63.jpg</image><title>Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar jatuh dari level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menggandakan pernyataan minggu lalu bahwa disinflasi telah dimulai, dengan mengatakan dia memperkirakan penurunan inflasi yang signifikan tahun ini.
BACA JUGA:Rupiah Kian Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.140/USD

Melansir Antara, Rabu (8/2/2023), indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh ke posisi terendah setelah pernyataan Powell. Indeks terakhir turun 0,2% pada 103,39.
Powell tidak kembali ke sikap hawkish meskipun laporan penggajian no-pertanian (NFP) AS lebih kuat, yang membuat investor percaya bahwa Fed tidak akan memperketat lebih dari apa yang telah diperkirakan oleh pasar.
BACA JUGA:Dolar AS Ngegas Lagi, Rupiah Melemah ke Rp15.055/USD

Greenback turun secara keseluruhan, dipimpin oleh kerugian terhadap yen, franc Swiss, serta dolar Australia dan Selandia Baru.
Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke target inflasi bank sentral AS sebesar 2,0% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, Powell menolak untuk menyamakan kekuatan mengejutkan di pasar  kerja yang ditunjukkan dalam laporan ketenagakerjaan Januari dengan  ekspektasi bahwa suku bunga harus lebih tinggi dari perkiraan pejabat  Fed akhir tahun lalu.
Laporan pekerjaan AS pada Jumat (3/2/2023) membuat salah langkah para  pedagang yang mengandalkan jeda yang akan segera terjadi dalam siklus  kenaikan suku bunga Fed, dan memberi dolar dorongan.
&quot;Powell memiliki kesempatan untuk memberi sinyal pergeseran ke sikap  yang lebih agresif dan dia tidak menerimanya,&quot; tulis Bill Adams, kepala  ekonom di Comerica Bank dalam catatan penelitian setelah pernyataan dari  pejabat tinggi Fed itu.
&quot;Dalam waktu dekat, Fed kemungkinan akan terus melakukan satu (atau mungkin dua) kenaikan lagi sebelum menahannya.
Suku bunga berjangka AS menunjukkan bahwa pasar memperkirakan suku  bunga dana Fed mencapai puncak tepat di atas 5,1% pada Juni,  dibandingkan dengan ekspektasi puncak di bawah 5,0% sebelum laporan  pekerjaan Jumat (3/2/2023).
Dalam perdagangan sore, euro sedikit berubah terhadap dolar di 1,0719  dolar setelah sebelumnya jatuh ke level terendah lima minggu di 1,0670  dolar.
Dolar turun 1,2% versus yen menjadi 131,07 yen, setelah naik ke  puncak satu bulan pada sehari sebelumnya. Yen terpukul oleh laporan  Nikkei yang mengatakan pemerintah Jepang telah memanggil Deputi Gubernur  Bank Sentral Jepang (BoJ) Masayoshi Amamiya untuk menggantikan Haruhiko  Kuroda yang sedang menjabat sebagai gubernur bank sentral.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar jatuh dari level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menggandakan pernyataan minggu lalu bahwa disinflasi telah dimulai, dengan mengatakan dia memperkirakan penurunan inflasi yang signifikan tahun ini.
BACA JUGA:Rupiah Kian Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.140/USD

Melansir Antara, Rabu (8/2/2023), indeks dolar yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh ke posisi terendah setelah pernyataan Powell. Indeks terakhir turun 0,2% pada 103,39.
Powell tidak kembali ke sikap hawkish meskipun laporan penggajian no-pertanian (NFP) AS lebih kuat, yang membuat investor percaya bahwa Fed tidak akan memperketat lebih dari apa yang telah diperkirakan oleh pasar.
BACA JUGA:Dolar AS Ngegas Lagi, Rupiah Melemah ke Rp15.055/USD

Greenback turun secara keseluruhan, dipimpin oleh kerugian terhadap yen, franc Swiss, serta dolar Australia dan Selandia Baru.
Dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, ketua Fed mengatakan pengembalian ke target inflasi bank sentral AS sebesar 2,0% akan menjadi proses yang bergelombang, yang akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, Powell menolak untuk menyamakan kekuatan mengejutkan di pasar  kerja yang ditunjukkan dalam laporan ketenagakerjaan Januari dengan  ekspektasi bahwa suku bunga harus lebih tinggi dari perkiraan pejabat  Fed akhir tahun lalu.
Laporan pekerjaan AS pada Jumat (3/2/2023) membuat salah langkah para  pedagang yang mengandalkan jeda yang akan segera terjadi dalam siklus  kenaikan suku bunga Fed, dan memberi dolar dorongan.
&quot;Powell memiliki kesempatan untuk memberi sinyal pergeseran ke sikap  yang lebih agresif dan dia tidak menerimanya,&quot; tulis Bill Adams, kepala  ekonom di Comerica Bank dalam catatan penelitian setelah pernyataan dari  pejabat tinggi Fed itu.
&quot;Dalam waktu dekat, Fed kemungkinan akan terus melakukan satu (atau mungkin dua) kenaikan lagi sebelum menahannya.
Suku bunga berjangka AS menunjukkan bahwa pasar memperkirakan suku  bunga dana Fed mencapai puncak tepat di atas 5,1% pada Juni,  dibandingkan dengan ekspektasi puncak di bawah 5,0% sebelum laporan  pekerjaan Jumat (3/2/2023).
Dalam perdagangan sore, euro sedikit berubah terhadap dolar di 1,0719  dolar setelah sebelumnya jatuh ke level terendah lima minggu di 1,0670  dolar.
Dolar turun 1,2% versus yen menjadi 131,07 yen, setelah naik ke  puncak satu bulan pada sehari sebelumnya. Yen terpukul oleh laporan  Nikkei yang mengatakan pemerintah Jepang telah memanggil Deputi Gubernur  Bank Sentral Jepang (BoJ) Masayoshi Amamiya untuk menggantikan Haruhiko  Kuroda yang sedang menjabat sebagai gubernur bank sentral.</content:encoded></item></channel></rss>
