<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Naik Tipis</title><description>Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis"/><item><title>Harga Emas Berjangka Naik Tipis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis-I0IyJ94kEi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2760989/harga-emas-berjangka-naik-tipis-I0IyJ94kEi.jpg</image><title>Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa proses disinflasi telah dimulai dan dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Segram Jadi Rp1.017.000 

Melansir Antara, Rabu (8/2/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, bertambah USD5,30 atau 0,28% menjadi USD1.884,80 dolar AS per ounce.
Dalam pidatonya di Economic Club of Washington, D.C., Powell mengatakan Federal Reserve perlu terus menaikkan suku bunga. Tapi dia memperkirakan perlambatan inflasi, dengan mengatakan proses disinflasi telah dimulai, meski prosesnya akan memakan waktu cukup lama dan tidak akan mulus.
BACA JUGA:Lalui Pekan Terburuk, Harga Emas Kembali Berkilau Jadi USD1.879/Ounce 

&quot;Jika laporan pasar tenaga kerja yang kuat atau laporan inflasi yang lebih tinggi terus berlanjut, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari harga saat ini,&quot; kata Powell.
The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 450 basis poin selama setahun terakhir, membawanya ke puncak 4,75% dari hanya 0,25% setelah wabah COVID-19 pada Maret 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Risiko sebenarnya adalah berapa banyak kenaikan suku bunga yang bisa  kita lakukan, daripada jumlah kenaikan berikutnya,&quot; kata Saira Malik,  kepala investasi di manajer aset Nuveen.
Para ekonom bertaruh pasar pekerjaan yang tidak stabil akan memaksa  bank sentral untuk menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lebih banyak  daripada yang diantisipasi Powell.
Sementara itu, dolar AS tergelincir pada Selasa (7/2/2023) dengan  indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  lainnya, turun 0,19% menjadi 103,4120 pada pukul 20.00 GMT, memberikan  dukungan lebih lanjut terhadap emas.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (7/2/2023) bahwa defisit  perdagangan AS secara keseluruhan naik 12,2% menjadi mendekati satu  triliun dolar pada 2022.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 6 sen atau  0,27%, menjadi ditutup pada USD22,177 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April bertambah USD11,6 atau 1,19%, menjadi menetap pada  USD986,20 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut menyusul pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa proses disinflasi telah dimulai dan dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Segram Jadi Rp1.017.000 

Melansir Antara, Rabu (8/2/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, bertambah USD5,30 atau 0,28% menjadi USD1.884,80 dolar AS per ounce.
Dalam pidatonya di Economic Club of Washington, D.C., Powell mengatakan Federal Reserve perlu terus menaikkan suku bunga. Tapi dia memperkirakan perlambatan inflasi, dengan mengatakan proses disinflasi telah dimulai, meski prosesnya akan memakan waktu cukup lama dan tidak akan mulus.
BACA JUGA:Lalui Pekan Terburuk, Harga Emas Kembali Berkilau Jadi USD1.879/Ounce 

&quot;Jika laporan pasar tenaga kerja yang kuat atau laporan inflasi yang lebih tinggi terus berlanjut, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih dari harga saat ini,&quot; kata Powell.
The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 450 basis poin selama setahun terakhir, membawanya ke puncak 4,75% dari hanya 0,25% setelah wabah COVID-19 pada Maret 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Risiko sebenarnya adalah berapa banyak kenaikan suku bunga yang bisa  kita lakukan, daripada jumlah kenaikan berikutnya,&quot; kata Saira Malik,  kepala investasi di manajer aset Nuveen.
Para ekonom bertaruh pasar pekerjaan yang tidak stabil akan memaksa  bank sentral untuk menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lebih banyak  daripada yang diantisipasi Powell.
Sementara itu, dolar AS tergelincir pada Selasa (7/2/2023) dengan  indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama  lainnya, turun 0,19% menjadi 103,4120 pada pukul 20.00 GMT, memberikan  dukungan lebih lanjut terhadap emas.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (7/2/2023) bahwa defisit  perdagangan AS secara keseluruhan naik 12,2% menjadi mendekati satu  triliun dolar pada 2022.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 6 sen atau  0,27%, menjadi ditutup pada USD22,177 per ounce. Platinum untuk  pengiriman April bertambah USD11,6 atau 1,19%, menjadi menetap pada  USD986,20 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
