<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Temukan 500 Ton Minyakita Numpuk di Pabrik Marunda</title><description>Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menemukan 500 ton Minyakita menumpuk di gudang PT Bina Karya Prima, Marunda, Jakarta Utara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda"/><item><title>Mendag Temukan 500 Ton Minyakita Numpuk di Pabrik Marunda</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda-jvNl393Al1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag temukan 500 ton minyakita (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2761013/mendag-temukan-500-ton-minyakita-numpuk-di-pabrik-marunda-jvNl393Al1.jpg</image><title>Mendag temukan 500 ton minyakita (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menemukan 500 ton Minyakita menumpuk di gudang PT Bina Karya Prima, Marunda, Jakarta Utara. Ratusan minyak goreng subsidi tersebut belum didistribusi.
&amp;ldquo;Hari ini kita temukan di sini banyak sekali ada 500 ton. Artinya setengah juta lebih liter di sini ditemukan belum dikirim oleh perusahaan,&quot; ungkapnya saat peninjauan, dikutip (8/2/2023).
BACA JUGA:Mendag Ungkap Alasan Minyakita Langka

Mendag mengungkap, berdasarkan keterangan produsen PT Bina Karya Prima, Minyakita yang tersimpan di gudang itu sudah diproduksi sejak Desember 2022 namun belum didistribusikan lantaran belum mendapatkan Domestic Market Obligation (DMO).
BACA JUGA:Luhut Ungkap Penyebab Harga MinyaKita Lebih dari Rp14.000/Liter

&quot;Dasarnya kata mereka belum dapat DMO. Ini sudah lama sekali di produksi dari bulan Desember,&amp;rdquo; terangnya.
Adanya temuan itu, Mendag Zulhas meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk menindaklanjuti agar permasalahan yang dihadapi PT Bina Karya Prima bisa segera rampung sehingga Minyakita 500 ton itu dapat tersalurkan segera ke pasar tradisional dan dijual seharga Rp14.000 per liter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nanti ada Satgas yang menangani ini, yang penting persoalannya nanti  diurus sama Satgas pangan. Tetapi barang ini bisa (didistribusikan dulu  untuk) memenuhi di pasar khususnya pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.
Sembari menunggu hasil laporan Satgas Pangan Polri, kata Zulhas gudang tersebut akan disegel untuk sementara.
&quot;Iya di segel. Saya minta barangnya habiskan dulu. Agar dikirim dulu  ke pasar untuk memenuhi pasar. Soal benar atau salah, nanti. Kan kita  baru bertemu hari ini,&quot; tuturnya.
Zulhas menambahkan, untuk penyaluran perdana nanti akan difokuskan di  Pulau Jawa dahulu. Jika Pulau Jawa sudah tercukupi akan dilanjutkan ke  Pulau Sumatera.
&quot;Di Jawa dulu saja karena paling banyak (yang membutuhkan). Jangan di  pasar modern, ini untuk di pasar-pasar tradisional. Kalau masih lebih  ya ke Sumatera tapi kalau belum bisa (mencukupi jawa) fokus di Jawa saja  dulu tapi di pasar-pasar,&quot; tegas Mendag.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menemukan 500 ton Minyakita menumpuk di gudang PT Bina Karya Prima, Marunda, Jakarta Utara. Ratusan minyak goreng subsidi tersebut belum didistribusi.
&amp;ldquo;Hari ini kita temukan di sini banyak sekali ada 500 ton. Artinya setengah juta lebih liter di sini ditemukan belum dikirim oleh perusahaan,&quot; ungkapnya saat peninjauan, dikutip (8/2/2023).
BACA JUGA:Mendag Ungkap Alasan Minyakita Langka

Mendag mengungkap, berdasarkan keterangan produsen PT Bina Karya Prima, Minyakita yang tersimpan di gudang itu sudah diproduksi sejak Desember 2022 namun belum didistribusikan lantaran belum mendapatkan Domestic Market Obligation (DMO).
BACA JUGA:Luhut Ungkap Penyebab Harga MinyaKita Lebih dari Rp14.000/Liter

&quot;Dasarnya kata mereka belum dapat DMO. Ini sudah lama sekali di produksi dari bulan Desember,&amp;rdquo; terangnya.
Adanya temuan itu, Mendag Zulhas meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk menindaklanjuti agar permasalahan yang dihadapi PT Bina Karya Prima bisa segera rampung sehingga Minyakita 500 ton itu dapat tersalurkan segera ke pasar tradisional dan dijual seharga Rp14.000 per liter.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIzMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Nanti ada Satgas yang menangani ini, yang penting persoalannya nanti  diurus sama Satgas pangan. Tetapi barang ini bisa (didistribusikan dulu  untuk) memenuhi di pasar khususnya pulau Jawa,&amp;rdquo; ujarnya.
Sembari menunggu hasil laporan Satgas Pangan Polri, kata Zulhas gudang tersebut akan disegel untuk sementara.
&quot;Iya di segel. Saya minta barangnya habiskan dulu. Agar dikirim dulu  ke pasar untuk memenuhi pasar. Soal benar atau salah, nanti. Kan kita  baru bertemu hari ini,&quot; tuturnya.
Zulhas menambahkan, untuk penyaluran perdana nanti akan difokuskan di  Pulau Jawa dahulu. Jika Pulau Jawa sudah tercukupi akan dilanjutkan ke  Pulau Sumatera.
&quot;Di Jawa dulu saja karena paling banyak (yang membutuhkan). Jangan di  pasar modern, ini untuk di pasar-pasar tradisional. Kalau masih lebih  ya ke Sumatera tapi kalau belum bisa (mencukupi jawa) fokus di Jawa saja  dulu tapi di pasar-pasar,&quot; tegas Mendag.</content:encoded></item></channel></rss>
