<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerai Transmart Milik Chairul Tanjung Tutup Imbas Mismanajemen?</title><description>Belasan gerai Transmart milik Chairul Tanjung (CT) tutup sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen"/><item><title>Gerai Transmart Milik Chairul Tanjung Tutup Imbas Mismanajemen?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen-1bpFEvM3zU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerai transmart milik Chairul Tanjung sepi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/320/2761060/gerai-transmart-milik-chairul-tanjung-tutup-imbas-mismanajemen-1bpFEvM3zU.jpg</image><title>Gerai transmart milik Chairul Tanjung sepi (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Belasan gerai Transmart milik Chairul Tanjung (CT) tutup sepanjang 2022. Manajemen mencatat sepanjang 2022 ada 12 gerai Transmart yang tutup.
Pengamat menilai, rontoknya gerai Transmart milik CT tersebut kemungkinan akibat adanya mismanajemen.
BACA JUGA:Ternyata Ini Sumber Kekayaan Chairul Tanjung Usai Transmart Tutup Permanen
&quot;Jadi, kalau misalnya persoalan tiba-tiba tutup banyak dan (berdiri) sebentar, pasti ada kesalahan dari manajemen, juga karena analisa pasar dan konsumen retail itu sendiri,&quot; kata Pengamat Dimas Harris Sean Keefe dari International Trade and Commerce Pusan National University, Korea Selatan, Rabu (8/2/2023).
Dia menjelaskan, analisa pasar dan konsumen perlu menjadi perhatian utama perusahaan di tengah maraknya retail yang bertumbangan di tengah atau pascapandemi Covid-19.
BACA JUGA:Penyebab Gerai Transmart Milik Chairul Tanjung Tutup
Menurutnya, perusahaan harus memperhatikan lingkungan, profit, tipe ekonomi dan kondisi sosial masyarakat yang sudah beranjak belanja online.
&quot;Transmart yang dulu sama sekarang pasti perlu adanya pendekatan-pendekatan. Saya yakin mereka juga melakukan hal itu, bisa saja mereka terlambat,&quot; ungkap Dimas.
Merujuk berbagai riset, dia mengungkap konsumen lebih menyukai  sustabinility dalam perusahaan yang berkelanjutan dengan memperhatikan  kualitas. Faktor lainnya juga soal demografi dan lokasi yang strategis  dari berdirinya retail tersebut.
&quot;Misalnya pas konsumen butuh, tetapi ternyata untuk ke Transmart itu  jauh dari lokasi, tidak ada ataupun dekat dari rumah, maka harus ada  jemput bola dari Transmart,&quot; ungkap Dimas.
Sebelumnya, Manajemen Transmart pun buka suara atas kabar tutupnya  gerai ritel di beberapa wilayah Indonesia. Vice President Corporate  Communication Transmart Satria Hamid, mengatakan penutupan gerai  Transmart tersebut lantaran efek pandemi yang mendorong masyarakat jadi  malas berbelanja di toko offline, sehingga gerai-gerai Transmart yang  tak mampu bertahan mau tidak mau harus menutup gerainya.
&quot;Yang pasti ini (masalah) serius, bahwa memang kita dihadapkan di  masa pandemi itu sendiri. Bisa dibilang biang keroknya lah. Jadi opsi  tutup itu adalah serangkaian opsi terakhir yang kita lakukan untuk  sebuah toko,&quot; ujar Satria.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Belasan gerai Transmart milik Chairul Tanjung (CT) tutup sepanjang 2022. Manajemen mencatat sepanjang 2022 ada 12 gerai Transmart yang tutup.
Pengamat menilai, rontoknya gerai Transmart milik CT tersebut kemungkinan akibat adanya mismanajemen.
BACA JUGA:Ternyata Ini Sumber Kekayaan Chairul Tanjung Usai Transmart Tutup Permanen
&quot;Jadi, kalau misalnya persoalan tiba-tiba tutup banyak dan (berdiri) sebentar, pasti ada kesalahan dari manajemen, juga karena analisa pasar dan konsumen retail itu sendiri,&quot; kata Pengamat Dimas Harris Sean Keefe dari International Trade and Commerce Pusan National University, Korea Selatan, Rabu (8/2/2023).
Dia menjelaskan, analisa pasar dan konsumen perlu menjadi perhatian utama perusahaan di tengah maraknya retail yang bertumbangan di tengah atau pascapandemi Covid-19.
BACA JUGA:Penyebab Gerai Transmart Milik Chairul Tanjung Tutup
Menurutnya, perusahaan harus memperhatikan lingkungan, profit, tipe ekonomi dan kondisi sosial masyarakat yang sudah beranjak belanja online.
&quot;Transmart yang dulu sama sekarang pasti perlu adanya pendekatan-pendekatan. Saya yakin mereka juga melakukan hal itu, bisa saja mereka terlambat,&quot; ungkap Dimas.
Merujuk berbagai riset, dia mengungkap konsumen lebih menyukai  sustabinility dalam perusahaan yang berkelanjutan dengan memperhatikan  kualitas. Faktor lainnya juga soal demografi dan lokasi yang strategis  dari berdirinya retail tersebut.
&quot;Misalnya pas konsumen butuh, tetapi ternyata untuk ke Transmart itu  jauh dari lokasi, tidak ada ataupun dekat dari rumah, maka harus ada  jemput bola dari Transmart,&quot; ungkap Dimas.
Sebelumnya, Manajemen Transmart pun buka suara atas kabar tutupnya  gerai ritel di beberapa wilayah Indonesia. Vice President Corporate  Communication Transmart Satria Hamid, mengatakan penutupan gerai  Transmart tersebut lantaran efek pandemi yang mendorong masyarakat jadi  malas berbelanja di toko offline, sehingga gerai-gerai Transmart yang  tak mampu bertahan mau tidak mau harus menutup gerainya.
&quot;Yang pasti ini (masalah) serius, bahwa memang kita dihadapkan di  masa pandemi itu sendiri. Bisa dibilang biang keroknya lah. Jadi opsi  tutup itu adalah serangkaian opsi terakhir yang kita lakukan untuk  sebuah toko,&quot; ujar Satria.</content:encoded></item></channel></rss>
