<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Lirik Investasi Sistem Penyediaan Air Minum RI</title><description>Korea Selatan melirik investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri"/><item><title>Korsel Lirik Investasi Sistem Penyediaan Air Minum RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2023 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri-EBZ5mSq9yP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korsel lirik investasi di Indonesia (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/08/470/2761112/korsel-lirik-investasi-sistem-penyediaan-air-minum-ri-EBZ5mSq9yP.jpg</image><title>Korsel lirik investasi di Indonesia (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Korea Selatan melirik investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia. Kementerian PUPR memang tengah mencari alternatif pembiayaan guna mewujudkan program 10 juta sambungan air minum ke rumah (SR) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 &amp;ndash;2024.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan SPAM Rokan Hilir, 3.200 Rumah Dapat Air Minum Berkualitas

Hal itu dikarenakan kebutuhan dana untuk mencapai program 10 Juta SR sebesar Rp123,4 triliun. Sementara diproyeksikan porsi APBN tahun 2022-2024 hanya mampu memenuhi 17% atau sekitar Rp21 triliun, APBD sebesar 13% atau sekitar Rp15,6 triliun, dan sisanya 70% atau sekitar Rp86,8 triliun bersumber dari lainnya, salah satunya investasi.
BACA JUGA:Jokowi Bakal Resmikan SPAM hingga Tinjau Kawasan PT Pertamina Hulu Rokan 

Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Sri Bagus Guritno menuturkan bahwa saat ini salah satu negara yang berminat untuk berinvestasi di sektor penyediaan air adalah Korea Selatan.
&quot;Di sini sudah ada yang dari Korea, dan juga hadir menjadi panelis di seminar kali ini,&quot; kata Sri Bagus dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (7/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNS8xLzE2MDE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum  dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna menambahkan saat ini memang gap  pembiayaan APBN untuk membangun jaringan air masih cukup besar. Sehingga  diperlukan investasi untuk mendanai.
Sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan (funding gap) non-APBN  sebesar 70 persen ini pemerintah membuka peluang alternatif pendanaan  dengan melibatkan badan usaha dan swasta,&quot; sambung Herry.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber  Daya Air Firdaus Ali menyebutkan, hingga saat ini sudah banyak investor  yang berminat di sektor penyediaan air. Hal itu karena di Indonesia,  cakupan layanan air pipa baru sekitar 21,69% sehingga peluang untuk  investasi di sektor tersebut masih besar.
&quot;Dengan persentase tersebut Indonesia dengan 267 juta penduduk  memiliki peluang besar sekali. Tapi peluang ini tidak mungkin  terealisasi apabila tidak ada kepastian tarifnya seperti apa, adjustment  tarifnya seperti apa sehingga para investor tidak yakin,&quot; pungkas  Firdaus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Korea Selatan melirik investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia. Kementerian PUPR memang tengah mencari alternatif pembiayaan guna mewujudkan program 10 juta sambungan air minum ke rumah (SR) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 &amp;ndash;2024.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan SPAM Rokan Hilir, 3.200 Rumah Dapat Air Minum Berkualitas

Hal itu dikarenakan kebutuhan dana untuk mencapai program 10 Juta SR sebesar Rp123,4 triliun. Sementara diproyeksikan porsi APBN tahun 2022-2024 hanya mampu memenuhi 17% atau sekitar Rp21 triliun, APBD sebesar 13% atau sekitar Rp15,6 triliun, dan sisanya 70% atau sekitar Rp86,8 triliun bersumber dari lainnya, salah satunya investasi.
BACA JUGA:Jokowi Bakal Resmikan SPAM hingga Tinjau Kawasan PT Pertamina Hulu Rokan 

Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Sri Bagus Guritno menuturkan bahwa saat ini salah satu negara yang berminat untuk berinvestasi di sektor penyediaan air adalah Korea Selatan.
&quot;Di sini sudah ada yang dari Korea, dan juga hadir menjadi panelis di seminar kali ini,&quot; kata Sri Bagus dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (7/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNS8xLzE2MDE4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum  dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna menambahkan saat ini memang gap  pembiayaan APBN untuk membangun jaringan air masih cukup besar. Sehingga  diperlukan investasi untuk mendanai.
Sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan (funding gap) non-APBN  sebesar 70 persen ini pemerintah membuka peluang alternatif pendanaan  dengan melibatkan badan usaha dan swasta,&quot; sambung Herry.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri PUPR Bidang Sumber  Daya Air Firdaus Ali menyebutkan, hingga saat ini sudah banyak investor  yang berminat di sektor penyediaan air. Hal itu karena di Indonesia,  cakupan layanan air pipa baru sekitar 21,69% sehingga peluang untuk  investasi di sektor tersebut masih besar.
&quot;Dengan persentase tersebut Indonesia dengan 267 juta penduduk  memiliki peluang besar sekali. Tapi peluang ini tidak mungkin  terealisasi apabila tidak ada kepastian tarifnya seperti apa, adjustment  tarifnya seperti apa sehingga para investor tidak yakin,&quot; pungkas  Firdaus.</content:encoded></item></channel></rss>
