<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Anjlok Terseret Saham Alphabet</title><description>Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet"/><item><title>Wall Street Anjlok Terseret Saham Alphabet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2023 06:42 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet-0jguiQoWNf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/09/278/2761659/wall-street-anjlok-terseret-saham-alphabet-0jguiQoWNf.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS memangkas sebagian besar kenaikan kuat sesi sebelumnya karena aksi ambil untung.
Melansir Antara, Kamis (9/2/2023), indeks Dow Jones Industrial Average merosot 207,68 poin atau 0,61%, menjadi menetap di 33.949,01 poin, Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 46,14 poin atau 1,11%, menjadi ditutup pada 4.117,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 203,27 poin atau 1,68%, menjadi berakhir di 11.910,52 poin.
BACA JUGA:Wall Street Naik Tajam, Indeks Nasdaq Melesat 1,9%

Semua sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi anjlok 4,1% memimpin kerugian, diikuti sektor utilitas kehilangan 1,7% dan sektor teknologi berkurang 1,3%.
Alphabet Inc adalah hambatan terbesar pada S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq. Sahamnya merosot 7,7% setelah AI chatbot Bard yang baru memberikan jawaban yang salah dalam iklan daring.
BACA JUGA:Wall Street Ditutup Menurun, Investor Pertimbangkan Sikap The Fed 

Menambah suasana hati-hati, pejabat Federal Reserve pada Rabu (8/2/2023) mengatakan lebih banyak kenaikan suku bunga akan terjadi karena bank sentral AS bergerak maju untuk mengendalikan inflasi. Tidak ada yang mengisyaratkan bahwa laporan pekerjaan yang kuat pada Januari dapat mendorong tindakan kebijakan yang lebih agresif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan inflasi tampaknya siap  untuk terus melambat tahun ini tetapi perjuangan bank sentral AS untuk  mencapai target 2,0% &quot;mungkin akan menjadi perjuangan yang panjang&quot;  dengan kebijakan moneter tetap ketat lebih lama dari yang diantisipasi.
Saham-saham menguat pada Selasa (7/2/2023) setelah sesi Ketua Fed  Jerome Powell di depan Economic Club of Washington, di mana dia  mengatakan suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang  diharapkan jika ekonomi AS tetap kuat, tetapi mengatakan dia merasa  proses &quot;disinflasi&quot; sedang berlangsung.
Investor khawatir tentang seberapa agresif tindakan Fed tahun ini  menyusul laporan pekerjaan AS yang sangat kuat pada Jumat (3/2/2023).
Mereka juga khawatir tentang laporan keuangan beragam dari  perusahaan-perusahaan AS, dengan hasil lebih dari setengah perusahaan  S&amp;amp;P 500, laba mereka diperkirakan masih akan menurun dari tahun ke  tahun pada kuartal keempat 2022, menurut data IBES dari Refinitiv.
Investor juga mencerna komentar dari pidato kenegaraan Presiden Joe  Biden pada Selasa (7/2/2023) malam, ketika dia mendukung seruan untuk  mengenakan pajak pembelian kembali saham perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS memangkas sebagian besar kenaikan kuat sesi sebelumnya karena aksi ambil untung.
Melansir Antara, Kamis (9/2/2023), indeks Dow Jones Industrial Average merosot 207,68 poin atau 0,61%, menjadi menetap di 33.949,01 poin, Indeks S&amp;amp;P 500 kehilangan 46,14 poin atau 1,11%, menjadi ditutup pada 4.117,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 203,27 poin atau 1,68%, menjadi berakhir di 11.910,52 poin.
BACA JUGA:Wall Street Naik Tajam, Indeks Nasdaq Melesat 1,9%

Semua sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi anjlok 4,1% memimpin kerugian, diikuti sektor utilitas kehilangan 1,7% dan sektor teknologi berkurang 1,3%.
Alphabet Inc adalah hambatan terbesar pada S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq. Sahamnya merosot 7,7% setelah AI chatbot Bard yang baru memberikan jawaban yang salah dalam iklan daring.
BACA JUGA:Wall Street Ditutup Menurun, Investor Pertimbangkan Sikap The Fed 

Menambah suasana hati-hati, pejabat Federal Reserve pada Rabu (8/2/2023) mengatakan lebih banyak kenaikan suku bunga akan terjadi karena bank sentral AS bergerak maju untuk mengendalikan inflasi. Tidak ada yang mengisyaratkan bahwa laporan pekerjaan yang kuat pada Januari dapat mendorong tindakan kebijakan yang lebih agresif.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan inflasi tampaknya siap  untuk terus melambat tahun ini tetapi perjuangan bank sentral AS untuk  mencapai target 2,0% &quot;mungkin akan menjadi perjuangan yang panjang&quot;  dengan kebijakan moneter tetap ketat lebih lama dari yang diantisipasi.
Saham-saham menguat pada Selasa (7/2/2023) setelah sesi Ketua Fed  Jerome Powell di depan Economic Club of Washington, di mana dia  mengatakan suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang  diharapkan jika ekonomi AS tetap kuat, tetapi mengatakan dia merasa  proses &quot;disinflasi&quot; sedang berlangsung.
Investor khawatir tentang seberapa agresif tindakan Fed tahun ini  menyusul laporan pekerjaan AS yang sangat kuat pada Jumat (3/2/2023).
Mereka juga khawatir tentang laporan keuangan beragam dari  perusahaan-perusahaan AS, dengan hasil lebih dari setengah perusahaan  S&amp;amp;P 500, laba mereka diperkirakan masih akan menurun dari tahun ke  tahun pada kuartal keempat 2022, menurut data IBES dari Refinitiv.
Investor juga mencerna komentar dari pidato kenegaraan Presiden Joe  Biden pada Selasa (7/2/2023) malam, ketika dia mendukung seruan untuk  mengenakan pajak pembelian kembali saham perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
