<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Tiga Hari Berturut</title><description>Harga minyak dunia naik selama hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan pada Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Tiga Hari Berturut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2023 06:50 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut-Vr7jSC7X0O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/09/320/2761663/harga-minyak-dunia-naik-tiga-hari-berturut-Vr7jSC7X0O.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik selama hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan pada Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia naik karena investor merasa lebih nyaman dengan risiko sehari setelah pernyataan ketua Federal Reserve meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di masa depan.
Melansir Antara, Kamis (9/2/2023), harga minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terangkat USD1,33 atau 1,7% menjadi USD78,47 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 4%, WTI Dipatok USD77 per Barel

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah USD1,40 atau 1,7%, menjadi ditutup pada USD85,09 per barel di London ICE Futures Exchange.
Komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Selasa (7/2/2023) terlihat kurang hawkish daripada yang ditakutkan, meningkatkan selera risiko dan menekan dolar. Mata uang AS yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Diprediksi Turun, Apa Pemicunya?

&quot;Penurunan selera risiko yang sebagian besar tidak sesuai dengan komentar Ketua Fed Powell kemarin, berlaku sama untuk komoditas industri seperti minyak dalam memberikan hambatan yang signifikan terhadap kenaikan harga utama lebih lanjut,&quot; kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.
Investor berharap kenaikan suku bunga AS yang tidak terlalu agresif akan membantu ekonomi terbesar dunia itu menghindari perlambatan ekonomi yang tajam atau resesi yang akan memukul permintaan minyak. Sementara itu, berakhirnya pembatasan COVID-19 di China juga diperkirakan akan mendukung permintaan bahan bakar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Lonjakan permintaan minyak yang menjulang bersama dengan pertumbuhan  pasokan global yang lesu akan memastikan bahwa keseimbangan minyak  mengetat selama beberapa bulan mendatang,&quot; kata Stephen Brennock dari  pialang minyak PVM.
Mengenai pasokan, OPEC dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai  OPEC+, pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan pembatasan produksi  dan seorang pejabat Iran pada Rabu (8/2/2023) mengatakan kelompok itu  kemungkinan akan tetap dengan kebijakan saat ini pada pertemuan  berikutnya.
Gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023)  menghentikan aliran minyak mentah dari Irak dan Azerbaijan keluar dari  Pelabuhan Ceyhan di Turki. BP Azerbaijan telah mengumumkan force majeure  pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan. Pipa Irak ke Ceyhan  kembali mengalir pada Selasa (7/2/2023).
Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak AS naik  minggu lalu ke level tertinggi sejak April 2020, namun kenaikan minyak  terbatas.
&quot;Ada beberapa orang di luar sana yang benar-benar membuang uang ke  sisi produksi bisnis... yang membuat pasar bearish,&quot; kata Bob Yawger,  direktur Energy Futures di Mizuho.
Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel dalam pekan yang  berakhir 3 Februari menjadi 455,1 juta barel, dibandingkan dengan  ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 2,5  juta barel.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik selama hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan pada Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia naik karena investor merasa lebih nyaman dengan risiko sehari setelah pernyataan ketua Federal Reserve meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga di masa depan.
Melansir Antara, Kamis (9/2/2023), harga minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terangkat USD1,33 atau 1,7% menjadi USD78,47 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 4%, WTI Dipatok USD77 per Barel

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah USD1,40 atau 1,7%, menjadi ditutup pada USD85,09 per barel di London ICE Futures Exchange.
Komentar dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada Selasa (7/2/2023) terlihat kurang hawkish daripada yang ditakutkan, meningkatkan selera risiko dan menekan dolar. Mata uang AS yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Diprediksi Turun, Apa Pemicunya?

&quot;Penurunan selera risiko yang sebagian besar tidak sesuai dengan komentar Ketua Fed Powell kemarin, berlaku sama untuk komoditas industri seperti minyak dalam memberikan hambatan yang signifikan terhadap kenaikan harga utama lebih lanjut,&quot; kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.
Investor berharap kenaikan suku bunga AS yang tidak terlalu agresif akan membantu ekonomi terbesar dunia itu menghindari perlambatan ekonomi yang tajam atau resesi yang akan memukul permintaan minyak. Sementara itu, berakhirnya pembatasan COVID-19 di China juga diperkirakan akan mendukung permintaan bahan bakar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Lonjakan permintaan minyak yang menjulang bersama dengan pertumbuhan  pasokan global yang lesu akan memastikan bahwa keseimbangan minyak  mengetat selama beberapa bulan mendatang,&quot; kata Stephen Brennock dari  pialang minyak PVM.
Mengenai pasokan, OPEC dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai  OPEC+, pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan pembatasan produksi  dan seorang pejabat Iran pada Rabu (8/2/2023) mengatakan kelompok itu  kemungkinan akan tetap dengan kebijakan saat ini pada pertemuan  berikutnya.
Gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023)  menghentikan aliran minyak mentah dari Irak dan Azerbaijan keluar dari  Pelabuhan Ceyhan di Turki. BP Azerbaijan telah mengumumkan force majeure  pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan. Pipa Irak ke Ceyhan  kembali mengalir pada Selasa (7/2/2023).
Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan produksi minyak AS naik  minggu lalu ke level tertinggi sejak April 2020, namun kenaikan minyak  terbatas.
&quot;Ada beberapa orang di luar sana yang benar-benar membuang uang ke  sisi produksi bisnis... yang membuat pasar bearish,&quot; kata Bob Yawger,  direktur Energy Futures di Mizuho.
Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel dalam pekan yang  berakhir 3 Februari menjadi 455,1 juta barel, dibandingkan dengan  ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 2,5  juta barel.</content:encoded></item></channel></rss>
