<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Padat Karya Tunai Butuh 80 Ribu Tenaga Kerja Bangun Jalan dan Jembatan</title><description>Program Padat Karya Tunai (PKT) membutuhkan 80 ribu tenaga kerja untuk membangun jalan dan jembatan di tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan"/><item><title>Padat Karya Tunai Butuh 80 Ribu Tenaga Kerja Bangun Jalan dan Jembatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2023 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan-ozNXqRlevZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Padat karya tunai serap tenaga kerja (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/09/470/2761733/padat-karya-tunai-butuh-80-ribu-tenaga-kerja-bangun-jalan-dan-jembatan-ozNXqRlevZ.jpg</image><title>Padat karya tunai serap tenaga kerja (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Program Padat Karya Tunai (PKT) membutuhkan 80 ribu tenaga kerja untuk membangun jalan dan jembatan di tahun 2023.
Pekerjaan tersebut dilakukan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)/ Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang mencakup pekerjaan rutin jalan, rutin jembatan dan revitalisasi drainase di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Capai Rp113 Triliun, Serap 55 Ribu Tenaga Kerja
&quot;Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada pernyataan tertulisnya, Kamis (9/2/2023).
Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, pada TA 2022 Ditjen Bina Marga mendapatkan alokasi anggaran untuk program pada karya tahun 2023 sebesar Rp4,78 triliun.
BACA JUGA:Festival Film Gerakkan 1.000 Komunitas dan Serap 27.000 Tenaga Kerja Kreatif, Ini Pesan Sandiaga Uno
&quot;Pada TA 2023 Rencana Program PKT Ditjen Bina Marga adalah sebesar Rp 4,78 Triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 80.000 orang yang terdiri dari rutin jalan, rutin jembatan, dan revitalisasi drainase,&amp;rdquo; sambungnya.


Hedy melaporkan bahwa pada tahun 2022 lalu Ditjen Bina Marga  mendapatkan alokasi anggaran untuk program padat karya senilai Rp4,06  triliun. Dengan realisasi penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 73.605  orang.
Untuk PKT rutin pemeliharaan jalan dan jembatan seperti misalnya  pekerjaan pembersihan median jalan dan pengecatan marka. Sementara untuk  PKT revitalisasi drainase, penting dilakukan untuk meningkatkan  kualitas layanan jalan nasional.
Selain program PKT rutin jalan dan jembatan serta revitalisasi  drainase, pada TA 2022 Ditjen Bina Marga juga melaksanakan padat karya  non rutin atau kegiatan kontraktual yang dilaksanakan dengan skema padat  karya agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai  daerah di Indonesia.
Adapun Sebaran Pelaksanaan PKT pada TA 2022 terdapat pada 10 Balai di  Pulau Sumatera, 5 Balai di Pulau Kalimantan, 4 Balai di Pulau Jawa dan  Bali, 6 Balai di Pulau Sulawesi, 2 Balai di Kepulauan Nusa Tenggara, 2  Balai di Kepulauan Maluku dan 4 Balai di Pulau Papua.</description><content:encoded>JAKARTA - Program Padat Karya Tunai (PKT) membutuhkan 80 ribu tenaga kerja untuk membangun jalan dan jembatan di tahun 2023.
Pekerjaan tersebut dilakukan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)/ Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang mencakup pekerjaan rutin jalan, rutin jembatan dan revitalisasi drainase di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Capai Rp113 Triliun, Serap 55 Ribu Tenaga Kerja
&quot;Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada pernyataan tertulisnya, Kamis (9/2/2023).
Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, pada TA 2022 Ditjen Bina Marga mendapatkan alokasi anggaran untuk program pada karya tahun 2023 sebesar Rp4,78 triliun.
BACA JUGA:Festival Film Gerakkan 1.000 Komunitas dan Serap 27.000 Tenaga Kerja Kreatif, Ini Pesan Sandiaga Uno
&quot;Pada TA 2023 Rencana Program PKT Ditjen Bina Marga adalah sebesar Rp 4,78 Triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 80.000 orang yang terdiri dari rutin jalan, rutin jembatan, dan revitalisasi drainase,&amp;rdquo; sambungnya.


Hedy melaporkan bahwa pada tahun 2022 lalu Ditjen Bina Marga  mendapatkan alokasi anggaran untuk program padat karya senilai Rp4,06  triliun. Dengan realisasi penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 73.605  orang.
Untuk PKT rutin pemeliharaan jalan dan jembatan seperti misalnya  pekerjaan pembersihan median jalan dan pengecatan marka. Sementara untuk  PKT revitalisasi drainase, penting dilakukan untuk meningkatkan  kualitas layanan jalan nasional.
Selain program PKT rutin jalan dan jembatan serta revitalisasi  drainase, pada TA 2022 Ditjen Bina Marga juga melaksanakan padat karya  non rutin atau kegiatan kontraktual yang dilaksanakan dengan skema padat  karya agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai  daerah di Indonesia.
Adapun Sebaran Pelaksanaan PKT pada TA 2022 terdapat pada 10 Balai di  Pulau Sumatera, 5 Balai di Pulau Kalimantan, 4 Balai di Pulau Jawa dan  Bali, 6 Balai di Pulau Sulawesi, 2 Balai di Kepulauan Nusa Tenggara, 2  Balai di Kepulauan Maluku dan 4 Balai di Pulau Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
