<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Pupuk Subsidi di RI Masih Aman?</title><description>PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi secara nasional aman alias memenuhi kebutuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman"/><item><title>Stok Pupuk Subsidi di RI Masih Aman?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 06:43 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman-72d9MIKmhY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok pupuk subsidi aman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762370/stok-pupuk-subsidi-di-ri-masih-aman-72d9MIKmhY.jpg</image><title>Stok pupuk subsidi aman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi secara nasional aman alias memenuhi kebutuhan. Adapun jumlah pupuk subsidi yang terlihat dari posisi stok nasional sebesar 613.138 ton per 8 Februari 2023 atau setara dengan 162% dari ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah yaitu sebesar 377.344 ton.
&amp;ldquo;Jadi, stok pupuk subsidi secara nasional itu aman, sudah terpenuhi sesuai alokasi yang ditetapkan Pemerintah. Hal ini terlihat dari stok Urea 309.869 ton yang setara 137% dari ketentuan minimum yang sebesar 226.846 ton. Sementara pupuk NPK sebesar 303.269 ton ini setara 202% dari ketentuan minimum yang sebesar 150.499 ton,&amp;rdquo; kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal dilansir dari Antara, Jumat (10/2/2023).
BACA JUGA:Alokasi Pupuk Subsidi Terbatas, Masyarakat Bisa Beralih ke Organik

Dia merinci, stok pupuk subsidi tersebut terdiri dari pupuk urea sebesar 309.869 ton dan NPK sebesar 303.269 atau masing-masing sudah cukup memenuhi kebutuhan petani selama empat pekan ke depan atau satu bulan.
Adapun jumlah stok pupuk nasional ini tersebar di lini I sebesar 508.480 ton yang terdiri dari urea 420.126 ton dan NPK sebesar 88.480 ton. Selanjutnya Lini II sebesar 183.337 ton yang terdiri dari urea 127.870 ton dan NPK sebesar 55.467 ton, serta Lini III atau gudang di tingkat kabupaten sebesar 613.138 ton yang terdiri dari urea sebesar 309.869 ton dan NPK sebesar 303.269 ton.
BACA JUGA:Harga Pupuk Naik 242% Gegara Perang Rusia-Ukraina

Gusrizal menyampaikan kondisi stok pupuk bersubsidi yang aman ini berlaku untuk seluruh wilayah, sebagai contoh di Jawa Barat. Dia mengatakan stok pupuk jenis urea tercatat 33.230 ton atau setara 119% dari ketentuan minimum sebesar 30.026 ton.
Lalu, stok pupuk NPK sebesar 29.392 ton atau setara 317% dari ketentuan minimum yang sebesar 9.320 ton.
Oleh karena itu, Gusrizal memastikan tidak ada kelangkaan mengenai stok pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh Pupuk Indonesia Grup. Istilah kelangkaan sering disebut oleh petani karena alokasi yang ditetapkan tidak sebanding dengan kebutuhan yang diusulkan atau diminta oleh kelompok tani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Alokasi pupuk bersubsidi sendiri telah ditetapkan Pemerintah melalui  Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata  Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi  Sektor Pertanian.
Pada 2023, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan)  Nomor 6 Tahun 2022 menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar  7.776.281 ton, dari angka ini alokasi Jawa Barat sebesar 950.312 ton  yang terdiri dari urea sebesar 548.235 ton dan NPK sebesar 402.077 ton.
&amp;ldquo;Selain alokasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang diminta  petani melalui kelompok tani, istilah kelangkaan juga dikarenakan petani  tidak terdaftar dalam e-Alokasi namun berkeinginan untuk membeli pupuk  subsidi,&amp;rdquo; jelas Gusrizal.
Meski demikian, Gusrizal mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia tetap  memenuhi kebutuhan pupuk petani melalui program pengembangan kios  komersil atau Toko Pe-I. Kios tersebut menjual pupuk non subsidi atau  produk komersil lainnya, sehingga diharapkan ke depan petani tidak hanya  bergantung pada pupuk bersubsidi.
Tidak hanya itu, Gusrizal juga mengimbau kepada seluruh petani yang  berhak mendapat pupuk bersubsidi untuk menebus pada kios resmi.
Adapun petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi sesuai dengan  Permentan Nomor 10 Tahun 2022 adalah wajib tergabung dalam kelompok  tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian  (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu  Tani (untuk wilayah tertentu).
Pada aturan itu, yang mendapat subsidi difokuskan kepada urea dan NPK  serta komoditas yang dapat menerima pupuk bersubsidi yaitu padi,  jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao,  dan kopi. Kesembilan komoditas ini merupakan pertanian strategis yang  berdampak terhadap inflasi sehingga komoditas yang lain tidak lagi  mendapat alokasi.
Sementara dari sisi penyaluran, Gusrizal mengungkapkan bahwa Pupuk  Indonesia telah menyalurkan secara nasional sebesar 771.921 ton per  tanggal 8 Februari 2023. Angka tersebut terdiri dari urea sebesar  471.992 ton dan NPK sebesar 299.929 ton.
Dengan demikian, masing-masing realisasinya sebesar 10,2% dan 9,7%  dari total alokasi. Sedangkan realisasi penyaluran khusus di Jawa Barat,  Pupuk Indonesia sudah menyalurkan 141.438 ton per tanggal 8 Februari  2023.
Adapun rinciannya adalah pupuk urea sebesar 87.603 ton atau sudah  14,6% dari alokasi sebesar 600.546 ton. Lalu pupuk NPK sebesar 53.835  ton atau sudah 16,6% dari alokasi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi secara nasional aman alias memenuhi kebutuhan. Adapun jumlah pupuk subsidi yang terlihat dari posisi stok nasional sebesar 613.138 ton per 8 Februari 2023 atau setara dengan 162% dari ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah yaitu sebesar 377.344 ton.
&amp;ldquo;Jadi, stok pupuk subsidi secara nasional itu aman, sudah terpenuhi sesuai alokasi yang ditetapkan Pemerintah. Hal ini terlihat dari stok Urea 309.869 ton yang setara 137% dari ketentuan minimum yang sebesar 226.846 ton. Sementara pupuk NPK sebesar 303.269 ton ini setara 202% dari ketentuan minimum yang sebesar 150.499 ton,&amp;rdquo; kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal dilansir dari Antara, Jumat (10/2/2023).
BACA JUGA:Alokasi Pupuk Subsidi Terbatas, Masyarakat Bisa Beralih ke Organik

Dia merinci, stok pupuk subsidi tersebut terdiri dari pupuk urea sebesar 309.869 ton dan NPK sebesar 303.269 atau masing-masing sudah cukup memenuhi kebutuhan petani selama empat pekan ke depan atau satu bulan.
Adapun jumlah stok pupuk nasional ini tersebar di lini I sebesar 508.480 ton yang terdiri dari urea 420.126 ton dan NPK sebesar 88.480 ton. Selanjutnya Lini II sebesar 183.337 ton yang terdiri dari urea 127.870 ton dan NPK sebesar 55.467 ton, serta Lini III atau gudang di tingkat kabupaten sebesar 613.138 ton yang terdiri dari urea sebesar 309.869 ton dan NPK sebesar 303.269 ton.
BACA JUGA:Harga Pupuk Naik 242% Gegara Perang Rusia-Ukraina

Gusrizal menyampaikan kondisi stok pupuk bersubsidi yang aman ini berlaku untuk seluruh wilayah, sebagai contoh di Jawa Barat. Dia mengatakan stok pupuk jenis urea tercatat 33.230 ton atau setara 119% dari ketentuan minimum sebesar 30.026 ton.
Lalu, stok pupuk NPK sebesar 29.392 ton atau setara 317% dari ketentuan minimum yang sebesar 9.320 ton.
Oleh karena itu, Gusrizal memastikan tidak ada kelangkaan mengenai stok pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh Pupuk Indonesia Grup. Istilah kelangkaan sering disebut oleh petani karena alokasi yang ditetapkan tidak sebanding dengan kebutuhan yang diusulkan atau diminta oleh kelompok tani.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yMC80LzE2MTE4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Alokasi pupuk bersubsidi sendiri telah ditetapkan Pemerintah melalui  Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata  Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi  Sektor Pertanian.
Pada 2023, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan)  Nomor 6 Tahun 2022 menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar  7.776.281 ton, dari angka ini alokasi Jawa Barat sebesar 950.312 ton  yang terdiri dari urea sebesar 548.235 ton dan NPK sebesar 402.077 ton.
&amp;ldquo;Selain alokasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang diminta  petani melalui kelompok tani, istilah kelangkaan juga dikarenakan petani  tidak terdaftar dalam e-Alokasi namun berkeinginan untuk membeli pupuk  subsidi,&amp;rdquo; jelas Gusrizal.
Meski demikian, Gusrizal mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia tetap  memenuhi kebutuhan pupuk petani melalui program pengembangan kios  komersil atau Toko Pe-I. Kios tersebut menjual pupuk non subsidi atau  produk komersil lainnya, sehingga diharapkan ke depan petani tidak hanya  bergantung pada pupuk bersubsidi.
Tidak hanya itu, Gusrizal juga mengimbau kepada seluruh petani yang  berhak mendapat pupuk bersubsidi untuk menebus pada kios resmi.
Adapun petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi sesuai dengan  Permentan Nomor 10 Tahun 2022 adalah wajib tergabung dalam kelompok  tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian  (SIMLUHTAN), menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu  Tani (untuk wilayah tertentu).
Pada aturan itu, yang mendapat subsidi difokuskan kepada urea dan NPK  serta komoditas yang dapat menerima pupuk bersubsidi yaitu padi,  jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao,  dan kopi. Kesembilan komoditas ini merupakan pertanian strategis yang  berdampak terhadap inflasi sehingga komoditas yang lain tidak lagi  mendapat alokasi.
Sementara dari sisi penyaluran, Gusrizal mengungkapkan bahwa Pupuk  Indonesia telah menyalurkan secara nasional sebesar 771.921 ton per  tanggal 8 Februari 2023. Angka tersebut terdiri dari urea sebesar  471.992 ton dan NPK sebesar 299.929 ton.
Dengan demikian, masing-masing realisasinya sebesar 10,2% dan 9,7%  dari total alokasi. Sedangkan realisasi penyaluran khusus di Jawa Barat,  Pupuk Indonesia sudah menyalurkan 141.438 ton per tanggal 8 Februari  2023.
Adapun rinciannya adalah pupuk urea sebesar 87.603 ton atau sudah  14,6% dari alokasi sebesar 600.546 ton. Lalu pupuk NPK sebesar 53.835  ton atau sudah 16,6% dari alokasi.</content:encoded></item></channel></rss>
