<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD78 per Barel</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD78 per Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 07:54 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel-Qbxmwsj14F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762389/harga-minyak-dunia-turun-wti-dipatok-usd78-per-barel-Qbxmwsj14F.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia turun karena infrastruktur minyak tampaknya telah terhindar dari kerusakan serius akibat gempa bumi yang menghancurkan sebagian Turki dan Suriah, sementara persediaan AS membengkak dan investor khawatir tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Tiga Hari Berturut

Dilansir dari Antara, Jumat (10/2/2023), minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 41 sen atau 0,5% menjadi USD78,06 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April berkurang 59 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada USD84,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 4%, WTI Dipatok USD77 per Barel

Kedua harga acuan minyak tersebut telah naik lebih dari 5,0% sejauh minggu ini. Gempa bumi, yang telah menewaskan lebih dari 19.000 orang, pada awalnya menaikkan harga minyak karena kemungkinan bencana tersebut akan merusak jaringan pipa dan infrastruktur lainnya secara serius dan menggusur minyak mentah dari pasar global untuk waktu yang lama.
&quot;Kami tidak akan kehilangan pasokan itu selama yang kami kira,&quot; kata John Kilduff, partner di Again Capital di New York.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BP Azerbaijan mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah  Azeri dari pelabuhan Turki Ceyhan pada Selasa (7/2/2023) setelah gempa  melanda Senin pagi (6/2/2023). Minyak Azerbaijan terus mengalir ke sana  melalui pipa, kata BP Azerbaijan pada Kamis (9/2/2023).
Laporan pekerjaan AS yang kuat menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal  Reserve AS akan terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk  mendinginkan inflasi, menekan aset-aset berisiko seperti minyak dan  ekuitas.
Stok minyak mentah AS naik minggu lalu menjadi 455,1 juta barel,  tertinggi sejak Juni 2021, Badani Informasi Energi AS (EIA) melaporkan  pada Rabu (8/2/2023), yang juga mendorong harga minyak lebih rendah.  Persediaan bensin dan sulingan juga meningkat minggu lalu, kata EIA,  selama bulan-bulan musim dingin yang sejuk di luar musimnya.
Prospek permintaan yang lebih kuat dari China memberikan beberapa  dukungan pada harga minyak, karena konsumen minyak terbesar kedua dunia  itu mengakhiri kebijakan nol-COVID yang ketat selama lebih dari tiga  tahun.
&quot;Kami memperkirakan konsumsi minyak China meningkat sekitar 1,0 juta  barel per hari tahun ini, dengan pertumbuhan yang kuat muncul paling  cepat di akhir kuartal pertama,&quot; tulis analis dari bank ANZ dalam sebuah  catatan.
&quot;Secara keseluruhan, ini akan mendorong permintaan global naik 2,1 juta barel per hari pada 2023.&quot;
Dolar AS yang lebih lemah, yang biasanya diperdagangkan terbalik  dengan minyak, juga membantu membatasi penurunan harga minyak mentah.  Indeks dolar turun 0,7% menjadi 102,74.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia turun karena infrastruktur minyak tampaknya telah terhindar dari kerusakan serius akibat gempa bumi yang menghancurkan sebagian Turki dan Suriah, sementara persediaan AS membengkak dan investor khawatir tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Tiga Hari Berturut

Dilansir dari Antara, Jumat (10/2/2023), minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 41 sen atau 0,5% menjadi USD78,06 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April berkurang 59 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada USD84,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik 4%, WTI Dipatok USD77 per Barel

Kedua harga acuan minyak tersebut telah naik lebih dari 5,0% sejauh minggu ini. Gempa bumi, yang telah menewaskan lebih dari 19.000 orang, pada awalnya menaikkan harga minyak karena kemungkinan bencana tersebut akan merusak jaringan pipa dan infrastruktur lainnya secara serius dan menggusur minyak mentah dari pasar global untuk waktu yang lama.
&quot;Kami tidak akan kehilangan pasokan itu selama yang kami kira,&quot; kata John Kilduff, partner di Again Capital di New York.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;BP Azerbaijan mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah  Azeri dari pelabuhan Turki Ceyhan pada Selasa (7/2/2023) setelah gempa  melanda Senin pagi (6/2/2023). Minyak Azerbaijan terus mengalir ke sana  melalui pipa, kata BP Azerbaijan pada Kamis (9/2/2023).
Laporan pekerjaan AS yang kuat menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal  Reserve AS akan terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk  mendinginkan inflasi, menekan aset-aset berisiko seperti minyak dan  ekuitas.
Stok minyak mentah AS naik minggu lalu menjadi 455,1 juta barel,  tertinggi sejak Juni 2021, Badani Informasi Energi AS (EIA) melaporkan  pada Rabu (8/2/2023), yang juga mendorong harga minyak lebih rendah.  Persediaan bensin dan sulingan juga meningkat minggu lalu, kata EIA,  selama bulan-bulan musim dingin yang sejuk di luar musimnya.
Prospek permintaan yang lebih kuat dari China memberikan beberapa  dukungan pada harga minyak, karena konsumen minyak terbesar kedua dunia  itu mengakhiri kebijakan nol-COVID yang ketat selama lebih dari tiga  tahun.
&quot;Kami memperkirakan konsumsi minyak China meningkat sekitar 1,0 juta  barel per hari tahun ini, dengan pertumbuhan yang kuat muncul paling  cepat di akhir kuartal pertama,&quot; tulis analis dari bank ANZ dalam sebuah  catatan.
&quot;Secara keseluruhan, ini akan mendorong permintaan global naik 2,1 juta barel per hari pada 2023.&quot;
Dolar AS yang lebih lemah, yang biasanya diperdagangkan terbalik  dengan minyak, juga membantu membatasi penurunan harga minyak mentah.  Indeks dolar turun 0,7% menjadi 102,74.</content:encoded></item></channel></rss>
