<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Booster Kedua Vaksin Covid-19 Bayar, Harganya Rp100 Ribu</title><description>Booster kedua Vaksin Covid-19 kedua berbayar harganya Rp100 ribu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu"/><item><title>Booster Kedua Vaksin Covid-19 Bayar, Harganya Rp100 Ribu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu-XnRHdoMzzD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Booster kedua vaksin covid-19 berbayar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762401/booster-kedua-vaksin-covid-19-bayar-harganya-rp100-ribu-XnRHdoMzzD.jpeg</image><title>Booster kedua vaksin covid-19 berbayar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Booster kedua Vaksin Covid-19 kedua berbayar harganya Rp100 ribu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dosis keempat vaksin covid-19 atau booster kedua akan berbayar.
Budi menjelaskan kebijakan ini akan diberlakukan ketika Indonesia memasuki masa transisi dari pandemi menjadi endemi.
BACA JUGA:Pemkot Jaksel Buka Layanan Vaksin Covid-19 Booster Kedua, Jangan Lupa Bawa KTP Ya!
&amp;ldquo;Nanti begitu transisinya selesai, karena vaksin ini sebenarnya (harganya) di bawah Rp100 ribu, belum pakai ongkos, harusnya ini pun bisa di-covered oleh masyarakat secara independent. Tiap enam bulan sekali Rp100 ribu menurut saya sih suatu angka yang masih make sense,&amp;rdquo; ungkap Menkes Budi dilansir dari VOA, Jumat (10/2/2023).
Namun untuk kalangan masyarakat yang tidak mampu dan yang terdaftar dalam BPJS dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih akan ditanggung oleh pemerintah.
BACA JUGA:Jokowi Cerita Sulitnya Suntikkan 450 Juta Dosis Vaksin Covid-19: Naik Gunung hingga Lewati Sungai
Lebih jauh, Budi menuturkan, situasi pandemi di tanah air sudah cukup terkendali. Hal ini, menurutnya, terlihat dari tidak adanya lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan, rendahnya angka pasien COVID-19 yang masuk rumah sakit dan tingkat kematian.
Budi mengungkapkan, salah satu penyebab tidak adanya kenaikan kasus yang cukup signifikan adalah karena tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi. Survei serologi yang dilakukan pada Januari 2023 menunjukkan bahwa tingkat kekebalan masyarakat sudah mencapai 99%.


Meski begitu, pemerintah dalam hal ini Kemenkes, akan tetap waspada.  Menurutnya, pihaknya akan tetap menggelar dua strategi Utama. Pertama,  mengedepankan surveillance dengan teknologi whole genome sequencing yang  alatnya sudah tersedia di 50 titik di berbagai penjuru Indonesia.
Strategi kedua adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Intervensi pemerintah berkurang. Jadi kita gak terlalu mengatur  masyarakat kita, tapi partisipasi masyarakat, kesadarannya yang perlu  kita tingkatkan. Sama seperti influenza, atau DB (demam berdarah), kan  pemerintah tidak intervensi ke kehidupan kita banyak. Masyarakat sudah  menyadari kalau lagi musim DB, ya kita musti semprot misalnya. Itu  adalah cara terbaik di sistem kesehatan masyarakat untuk mengendalikan  penyakit menular dengan cara partipasi, kesadaran masyarakat, edukasi  masyarakat,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Booster kedua Vaksin Covid-19 kedua berbayar harganya Rp100 ribu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dosis keempat vaksin covid-19 atau booster kedua akan berbayar.
Budi menjelaskan kebijakan ini akan diberlakukan ketika Indonesia memasuki masa transisi dari pandemi menjadi endemi.
BACA JUGA:Pemkot Jaksel Buka Layanan Vaksin Covid-19 Booster Kedua, Jangan Lupa Bawa KTP Ya!
&amp;ldquo;Nanti begitu transisinya selesai, karena vaksin ini sebenarnya (harganya) di bawah Rp100 ribu, belum pakai ongkos, harusnya ini pun bisa di-covered oleh masyarakat secara independent. Tiap enam bulan sekali Rp100 ribu menurut saya sih suatu angka yang masih make sense,&amp;rdquo; ungkap Menkes Budi dilansir dari VOA, Jumat (10/2/2023).
Namun untuk kalangan masyarakat yang tidak mampu dan yang terdaftar dalam BPJS dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih akan ditanggung oleh pemerintah.
BACA JUGA:Jokowi Cerita Sulitnya Suntikkan 450 Juta Dosis Vaksin Covid-19: Naik Gunung hingga Lewati Sungai
Lebih jauh, Budi menuturkan, situasi pandemi di tanah air sudah cukup terkendali. Hal ini, menurutnya, terlihat dari tidak adanya lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan, rendahnya angka pasien COVID-19 yang masuk rumah sakit dan tingkat kematian.
Budi mengungkapkan, salah satu penyebab tidak adanya kenaikan kasus yang cukup signifikan adalah karena tingkat kekebalan masyarakat yang cukup tinggi. Survei serologi yang dilakukan pada Januari 2023 menunjukkan bahwa tingkat kekebalan masyarakat sudah mencapai 99%.


Meski begitu, pemerintah dalam hal ini Kemenkes, akan tetap waspada.  Menurutnya, pihaknya akan tetap menggelar dua strategi Utama. Pertama,  mengedepankan surveillance dengan teknologi whole genome sequencing yang  alatnya sudah tersedia di 50 titik di berbagai penjuru Indonesia.
Strategi kedua adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Intervensi pemerintah berkurang. Jadi kita gak terlalu mengatur  masyarakat kita, tapi partisipasi masyarakat, kesadarannya yang perlu  kita tingkatkan. Sama seperti influenza, atau DB (demam berdarah), kan  pemerintah tidak intervensi ke kehidupan kita banyak. Masyarakat sudah  menyadari kalau lagi musim DB, ya kita musti semprot misalnya. Itu  adalah cara terbaik di sistem kesehatan masyarakat untuk mengendalikan  penyakit menular dengan cara partipasi, kesadaran masyarakat, edukasi  masyarakat,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
