<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakistan Jadi Pasien IMF, Negosiasi Alot Soal Utang</title><description>Pakistan menjadi salah satu pasien lembaga Dana Moneter Internasional (IMF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang"/><item><title>Pakistan Jadi Pasien IMF, Negosiasi Alot Soal Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang-Hggyn9ssUX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pakistan jadi pasien IMF (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762473/pakistan-jadi-pasien-imf-negosiasi-alot-soal-utang-Hggyn9ssUX.jpg</image><title>Pakistan jadi pasien IMF (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pakistan menjadi salah satu pasien lembaga Dana Moneter Internasional (IMF). Para pejabat Pakistan dan IMF terlibat dalam perundingan alot pekan ini untuk mencari kesepakatan utang untuk menyelamatkan negara yang tengah dilanda masalah keuangan itu dan agar menghindari kondisi gagal bayar.
BACA JUGA:IMF Revisi Proyeksi Ekonomi Global 2023, Sri Mulyani: Tidak Seburuk yang Dibayangkan
Melansir VOA, Jumat (10/2/2023), para pengamat mengatakan, krisis keuangan ditambah dengan ketidakstabilan politik dan meningkatnya ancaman teroris, memicu kondisi yang menyebabkan pengambilalihan militer berulang kali pada masa lalu.
Delegasi IMF berada di Islamabad sejak 31 Januari lalu, namun mereka masih belum mencapai kesepakatan dengan para pejabat Pakistan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan oleh negara itu untuk menghindari gagal bayar atas kewajiban pembayaran eksternal, demikian laporan kantor berita Reuters.
BACA JUGA:IMF Sebut Sektor Keuangan Global Masih Rapuh
Pakistan hanya mempunyai cadangan dana sebesar USD3,5 miliar, namun jumlah utang dan bunga yang harus dibayar melebihi USD9 miliar. Utang tersebut harus dibayarkan dalam beberapa bulan ke depan.


Inflasi di Pakistan meroket melampaui 25% dalam beberapa bulan  terakhir dan nilai mata uang negara itu turun ke nilai terendah dalam  sejarah. Utang Pakistan yang mengejutkan sebesar USD14,5 miliar di  sektor energi juga menjadi masalah lain yang diperdebatkan dalam  pembicaraan dengan delegasi IMF tersebut.
&amp;ldquo;Pakistan berada di ambang keruntuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata John Ciorciari,  profesor penelitian dan keterlibatan kebijakan di University of  Michigan.
Mantan menteri keuangan Pakistan, Miftah Ismail, menyarankan agar  kombinasi antara negara dan institusi dapat turun tangan untuk menjaga  agar Pakistan tetap mampu membayar utangnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pakistan menjadi salah satu pasien lembaga Dana Moneter Internasional (IMF). Para pejabat Pakistan dan IMF terlibat dalam perundingan alot pekan ini untuk mencari kesepakatan utang untuk menyelamatkan negara yang tengah dilanda masalah keuangan itu dan agar menghindari kondisi gagal bayar.
BACA JUGA:IMF Revisi Proyeksi Ekonomi Global 2023, Sri Mulyani: Tidak Seburuk yang Dibayangkan
Melansir VOA, Jumat (10/2/2023), para pengamat mengatakan, krisis keuangan ditambah dengan ketidakstabilan politik dan meningkatnya ancaman teroris, memicu kondisi yang menyebabkan pengambilalihan militer berulang kali pada masa lalu.
Delegasi IMF berada di Islamabad sejak 31 Januari lalu, namun mereka masih belum mencapai kesepakatan dengan para pejabat Pakistan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan oleh negara itu untuk menghindari gagal bayar atas kewajiban pembayaran eksternal, demikian laporan kantor berita Reuters.
BACA JUGA:IMF Sebut Sektor Keuangan Global Masih Rapuh
Pakistan hanya mempunyai cadangan dana sebesar USD3,5 miliar, namun jumlah utang dan bunga yang harus dibayar melebihi USD9 miliar. Utang tersebut harus dibayarkan dalam beberapa bulan ke depan.


Inflasi di Pakistan meroket melampaui 25% dalam beberapa bulan  terakhir dan nilai mata uang negara itu turun ke nilai terendah dalam  sejarah. Utang Pakistan yang mengejutkan sebesar USD14,5 miliar di  sektor energi juga menjadi masalah lain yang diperdebatkan dalam  pembicaraan dengan delegasi IMF tersebut.
&amp;ldquo;Pakistan berada di ambang keruntuhan ekonomi,&amp;rdquo; kata John Ciorciari,  profesor penelitian dan keterlibatan kebijakan di University of  Michigan.
Mantan menteri keuangan Pakistan, Miftah Ismail, menyarankan agar  kombinasi antara negara dan institusi dapat turun tangan untuk menjaga  agar Pakistan tetap mampu membayar utangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
