<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Kargo Naik 30% pada 2022</title><description>Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat sektor kargo udara mengalami peningkatan sekitar 30% pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022"/><item><title>Bisnis Kargo Naik 30% pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022-rACRYRGiOt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kargo Udara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762485/bisnis-kargo-naik-30-pada-2022-rACRYRGiOt.jpg</image><title>Kargo Udara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat sektor kargo udara mengalami peningkatan sekitar 30% pada 2022.
Menurut Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto meski di 2022 kondisi pandemi belum sepenuhnya hilang. Namun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal melonggarkan mobilitas masyarakat membuat sektor kargo udara mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Oak Phakwa Hongyok Pewaris Kerajaan Bisnis Hiburan yang Mau Nikahi Transgender Tercantik

&quot;Jadi ada peningkatan 25%-30% dibandingkan 2020-2021. Hal ini dikarenakan  kapasitas juga meningkat,&quot; kata Bayu dalam&amp;nbsp;Market Review IDX Channel, Jumat (10/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOS80LzE2MjM3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga berdampak terhadap jumlah penumpang pesawat yang terus tumbuh.
Adapun kondisi itu berbeda dengan di tahun sebelumnya 2020-2021 tidak ada pelonggaran yang mengakibatkan baik di pesawat penumpang maupun kargo mengalami penurunan.
BACA JUGA:Intip Bisnis Cuan di 2023, Dijamin Dompet Langsung Tebal!

Bayu menuturkan di awal pandemi ada sejumlah maskapai yang merubah pesawat penumpang untuk dijadikan pesawat kargo. Hal tersebut lantaran di tahun 2020, masyarakat dibatasi dalam mobilitasnya.&quot;Karena memang mobilitas masyarakat yang dibatasi itu berakibat jumlah penumpang berkurang, sehingga banyak maskapai yang megubah pesawat penumpang menjadi pesawat kargo,&quot; katanya.
Dia mengatakan bahwa sebaran pengiriman kargo udara didominasi tujuan ke wilayah di luar pulau Jawa. Hal tersebut lantaran kondisi di wilayah luar Pulau Jawa masih perlu pesawat kargo dalam pengiriman barangnya.
Berbeda dengan kondisi di Pulau jawa dimana infrastruktur jalan darat sudah sangat efektif dalam pengiriman baranganya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mencatat sektor kargo udara mengalami peningkatan sekitar 30% pada 2022.
Menurut Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto meski di 2022 kondisi pandemi belum sepenuhnya hilang. Namun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal melonggarkan mobilitas masyarakat membuat sektor kargo udara mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Oak Phakwa Hongyok Pewaris Kerajaan Bisnis Hiburan yang Mau Nikahi Transgender Tercantik

&quot;Jadi ada peningkatan 25%-30% dibandingkan 2020-2021. Hal ini dikarenakan  kapasitas juga meningkat,&quot; kata Bayu dalam&amp;nbsp;Market Review IDX Channel, Jumat (10/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOS80LzE2MjM3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga berdampak terhadap jumlah penumpang pesawat yang terus tumbuh.
Adapun kondisi itu berbeda dengan di tahun sebelumnya 2020-2021 tidak ada pelonggaran yang mengakibatkan baik di pesawat penumpang maupun kargo mengalami penurunan.
BACA JUGA:Intip Bisnis Cuan di 2023, Dijamin Dompet Langsung Tebal!

Bayu menuturkan di awal pandemi ada sejumlah maskapai yang merubah pesawat penumpang untuk dijadikan pesawat kargo. Hal tersebut lantaran di tahun 2020, masyarakat dibatasi dalam mobilitasnya.&quot;Karena memang mobilitas masyarakat yang dibatasi itu berakibat jumlah penumpang berkurang, sehingga banyak maskapai yang megubah pesawat penumpang menjadi pesawat kargo,&quot; katanya.
Dia mengatakan bahwa sebaran pengiriman kargo udara didominasi tujuan ke wilayah di luar pulau Jawa. Hal tersebut lantaran kondisi di wilayah luar Pulau Jawa masih perlu pesawat kargo dalam pengiriman barangnya.
Berbeda dengan kondisi di Pulau jawa dimana infrastruktur jalan darat sudah sangat efektif dalam pengiriman baranganya.</content:encoded></item></channel></rss>
