<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertama dalam Sejarah, Australia Tolak Pembangunan Tambang Batu Bara</title><description>Pertama kalinya dalam sejarah, Australia menolak pembangunan tambang batu bara dengan menggunakan undang-undang lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara"/><item><title>Pertama dalam Sejarah, Australia Tolak Pembangunan Tambang Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2023 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara-TT9eANAqrV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Australia tolak pembangunan tambang batu bara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/10/320/2762490/pertama-dalam-sejarah-australia-tolak-pembangunan-tambang-batu-bara-TT9eANAqrV.jpg</image><title>Australia tolak pembangunan tambang batu bara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertama kalinya dalam sejarah, Australia menolak pembangunan tambang batu bara dengan menggunakan undang-undang lingkungan. Pemerintah Australia menolak proposal untuk tambang baru sekitar 10 km dari Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef).
Australia adalah salah satu pemasok bahan bakar fosil utama dunia. Bila ekspor diperhitungkan, negara tersebut menyumbang 3,6% dari emisi dunia, dengan hanya 0,3% dari populasi dunia.
BACA JUGA:Dua Truk Pengangkut Batu Bara Tabrakan, Satu Orang Meninggal Dunia

Di satu sisi pemerintah baru telah secara signifikan meningkatkan target pengurangan emisi Australia tahun 2030. Di sisi lain, mereka juga mengatakan akan menyetujui setiap proyek bahan bakar fosil baru yang masuk akal secara komersial.
Melansir BBC, Jumat (10/2/2023), Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek mengatakan proyek tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi kawasan yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia, yang sudah sangat rentan.
BACA JUGA:Skema Pungutan Iuran Batu Bara Dikaji, Intip Progresnya

Pemilik tambang, miliarder kontroversial Australia Clive Palmer, belum menanggapi penolakan tersebut. Perusahaannya, Central Queensland Coal, mengajukan pembangunan tambang terbuka sekitar 700 km dari barat laut Brisbane, yang akan menghasilkan batubara termal dan kokas (coking coal) dan beroperasi selama sekitar 20 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Plibersek sudah sejak tahun lalu memberi sinyal bahwa pemerintah  federal mungkin akan memblokir pembangunan tambang tersebut. Setelah  membuka isu ini kepada publik, departemennya menerima lebih dari 9.000  aspirasi dalam 10 hari - mayoritas menyerukan agar proyek dihentikan.
Karang Penghalang Besar - sistem terumbu karang terbesar di dunia -  telah mengalami empat pemutihan massal dalam enam tahun terakhir karena  peningkatan suhu laut; dan prospeknya &quot;sangat buruk&quot;, kata pihak  berwenang.
Pemerintah negara bagian Queensland tahun lalu juga merekomendasikan  sejawat mereka di pemerintahan federal untuk menolak proposal tersebut,  dengan mengatakan risiko lingkungannya &quot;signifikan&quot;.
Departemen Lingkungan Hidup setuju, setelah menemukan bahwa sedimen  dan limbah dari tambang terbuka kemungkinan akan merusak Terumbu Karang  dan sumber daya air setempat.
&quot;Saya memutuskan bahwa dampak lingkungan yang merugikan terlalu besar,&quot; kata sang menteri dalam sebuah pernyataan video.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertama kalinya dalam sejarah, Australia menolak pembangunan tambang batu bara dengan menggunakan undang-undang lingkungan. Pemerintah Australia menolak proposal untuk tambang baru sekitar 10 km dari Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef).
Australia adalah salah satu pemasok bahan bakar fosil utama dunia. Bila ekspor diperhitungkan, negara tersebut menyumbang 3,6% dari emisi dunia, dengan hanya 0,3% dari populasi dunia.
BACA JUGA:Dua Truk Pengangkut Batu Bara Tabrakan, Satu Orang Meninggal Dunia

Di satu sisi pemerintah baru telah secara signifikan meningkatkan target pengurangan emisi Australia tahun 2030. Di sisi lain, mereka juga mengatakan akan menyetujui setiap proyek bahan bakar fosil baru yang masuk akal secara komersial.
Melansir BBC, Jumat (10/2/2023), Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek mengatakan proyek tersebut menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi kawasan yang telah ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia, yang sudah sangat rentan.
BACA JUGA:Skema Pungutan Iuran Batu Bara Dikaji, Intip Progresnya

Pemilik tambang, miliarder kontroversial Australia Clive Palmer, belum menanggapi penolakan tersebut. Perusahaannya, Central Queensland Coal, mengajukan pembangunan tambang terbuka sekitar 700 km dari barat laut Brisbane, yang akan menghasilkan batubara termal dan kokas (coking coal) dan beroperasi selama sekitar 20 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Plibersek sudah sejak tahun lalu memberi sinyal bahwa pemerintah  federal mungkin akan memblokir pembangunan tambang tersebut. Setelah  membuka isu ini kepada publik, departemennya menerima lebih dari 9.000  aspirasi dalam 10 hari - mayoritas menyerukan agar proyek dihentikan.
Karang Penghalang Besar - sistem terumbu karang terbesar di dunia -  telah mengalami empat pemutihan massal dalam enam tahun terakhir karena  peningkatan suhu laut; dan prospeknya &quot;sangat buruk&quot;, kata pihak  berwenang.
Pemerintah negara bagian Queensland tahun lalu juga merekomendasikan  sejawat mereka di pemerintahan federal untuk menolak proposal tersebut,  dengan mengatakan risiko lingkungannya &quot;signifikan&quot;.
Departemen Lingkungan Hidup setuju, setelah menemukan bahwa sedimen  dan limbah dari tambang terbuka kemungkinan akan merusak Terumbu Karang  dan sumber daya air setempat.
&quot;Saya memutuskan bahwa dampak lingkungan yang merugikan terlalu besar,&quot; kata sang menteri dalam sebuah pernyataan video.</content:encoded></item></channel></rss>
