<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Melemah Pekan Depan Menanti Data Neraca Dagang dan Suku Bunga BI</title><description>IHSG diprediksi melemah pada pekan depan, melanjutkan tekanan pada akhir minggu ini di 6.880,32.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi"/><item><title>IHSG Diprediksi Melemah Pekan Depan Menanti Data Neraca Dagang dan Suku Bunga BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi</guid><pubDate>Minggu 12 Februari 2023 09:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi-MpbmzfczRN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/12/278/2763457/ihsg-diprediksi-melemah-pekan-depan-menanti-data-neraca-dagang-dan-suku-bunga-bi-MpbmzfczRN.jpg</image><title>IHSG Pekan Depan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada pekan depan, melanjutkan tekanan pada akhir minggu ini di 6.880,32.
Pelaku pasar sedang menantikan rilis neraca perdagangan RI, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI-7 Day Reverse Repo Rate / BI7DRR).
BACA JUGA:IPO, Teknologi Karya Digital Nusa Lepas 750 Juta Saham

Aksi jual investor dalam dua hari terakhir mengubur harapan reli indeks menembus level 7.000. Penurunan rata-rata frekuensi dan nilai transaksi harian (RNTH) membawa kapitalisasi pasar indeks merosot 0,22% menjadi Rp9.489,72 triliun sepanjang pekan ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Indeks memang sudah di area overbought, jadi sudah ada jenuh beli, dan wajar memang ada koreksi,&quot; kata Technical Analyst PT BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam IDX Channel Session Closing akhir pekan ini, ditulis Minggu (12/2/2023).
BACA JUGA:10 Saham Terlemah di Pekan Ini, Berikut Daftarnya

Dari sisi teknikal, indeks komposit masih kesulitan untuk menembus level di 6.968. Tekanan sektor teknologi dinilai membawa pengaruh buruk bagi indeks, mengingat saham seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ambles 15,32% sepanjang lima hari terakhir.Laju suku bunga di Amerika Serikat masih menjadi katalis pemberat mengingat bunga yang menarik di 'negeri orang' mengancam foreign capital inflow di Indonesia. Konsensus pasar yang sebelumnya memproyeksikan Fed funds rate akan berhenti di 5%, kini berubah menjadi 6%.
Di tingkat global, pasar akan menyambut rilis inflasi Amerika Serikat yang diprediksi kembali menguat karena pasar tenaga kerja yang masih solid. Sedangkan di dalam negeri, investor akan fokus terhadap neraca perdagangan dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
&quot;Kami melihat IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah dengan resistance di level 6.980 dan level support 6.820,&quot; kata Financial Expert PT Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani dalam riset yang diterima MNC Portal Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada pekan depan, melanjutkan tekanan pada akhir minggu ini di 6.880,32.
Pelaku pasar sedang menantikan rilis neraca perdagangan RI, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI-7 Day Reverse Repo Rate / BI7DRR).
BACA JUGA:IPO, Teknologi Karya Digital Nusa Lepas 750 Juta Saham

Aksi jual investor dalam dua hari terakhir mengubur harapan reli indeks menembus level 7.000. Penurunan rata-rata frekuensi dan nilai transaksi harian (RNTH) membawa kapitalisasi pasar indeks merosot 0,22% menjadi Rp9.489,72 triliun sepanjang pekan ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Indeks memang sudah di area overbought, jadi sudah ada jenuh beli, dan wajar memang ada koreksi,&quot; kata Technical Analyst PT BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam IDX Channel Session Closing akhir pekan ini, ditulis Minggu (12/2/2023).
BACA JUGA:10 Saham Terlemah di Pekan Ini, Berikut Daftarnya

Dari sisi teknikal, indeks komposit masih kesulitan untuk menembus level di 6.968. Tekanan sektor teknologi dinilai membawa pengaruh buruk bagi indeks, mengingat saham seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ambles 15,32% sepanjang lima hari terakhir.Laju suku bunga di Amerika Serikat masih menjadi katalis pemberat mengingat bunga yang menarik di 'negeri orang' mengancam foreign capital inflow di Indonesia. Konsensus pasar yang sebelumnya memproyeksikan Fed funds rate akan berhenti di 5%, kini berubah menjadi 6%.
Di tingkat global, pasar akan menyambut rilis inflasi Amerika Serikat yang diprediksi kembali menguat karena pasar tenaga kerja yang masih solid. Sedangkan di dalam negeri, investor akan fokus terhadap neraca perdagangan dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
&quot;Kami melihat IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah dengan resistance di level 6.980 dan level support 6.820,&quot; kata Financial Expert PT Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani dalam riset yang diterima MNC Portal Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
