<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Hotel Dijual di RI, PHRI Singgung soal Utang</title><description>PHRI melaporkan bahwa banyak pemilik hotel berbintang menjual aset properti mereka berlanjut di 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang"/><item><title>Banyak Hotel Dijual di RI, PHRI Singgung soal Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang</guid><pubDate>Minggu 12 Februari 2023 08:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang-gd9KZ6AIbo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hotel Berbintang Dijual (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/12/320/2763441/banyak-hotel-dijual-di-ri-phri-singgung-soal-utang-gd9KZ6AIbo.jpg</image><title>Hotel Berbintang Dijual (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan bahwa banyak pemilik hotel berbintang menjual aset properti mereka berlanjut di 2023.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meski saat ini sudah masuk masa pemulihan, banyak pemilik hotel yang masih kesulitan mencicil utang dan menutupi kerugian saat pandemi Covid-19 mengamuk dan membuat tingkat okupansi hotel amburadul.
BACA JUGA:Sandiaga Uno: Kalbar Punya Potensi Bangkitkan Ekonomi RI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Rasio utang saat pandemi dengan cashflow-nya tidak menutupi. Jadi banyak yang memilih menjual hotel mereka,&amp;rdquo; kata Hariyadi, Jakarta, Minggu (12/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan minat investor untuk membeli hotel relatif rendah. Di mana pemilik modal lebih tertarik menanamkan dana mereka ke industri padat modal.
BACA JUGA:Menparekraf Bagikan 3 Tips Kembangkan Usaha dan Bangkitkan Ekonomi Daerah

&amp;ldquo;Tidak banyak juga yang mau beli. Investor lebih berminat ke pembangunan seperti smelter atau industri lainnya yang punya nilai tambah tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.Dia menambahkan relaksasi dari pemerintah untuk industri perhotelan yang hanya sampai 2024 tidak mengurai utang. Pembayaran bunganya saja yang dibagi termin. Jadi tidak cukup meringankan. Potongan PPh 25 Badan (Pajak Penghasilan Pasal 25) pada 2020 dan 2021 pun tak terlalu berdampak lantaran bisnis perhotelan merugi.
&amp;ldquo;Jadi kalau bicara stimulus, kami kemarin cuma dapat hibah pariwisata saja. Karena memang sulit, akhirnya banyak yang mempertimbangkan untuk menjual saja hotel mereka,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan bahwa banyak pemilik hotel berbintang menjual aset properti mereka berlanjut di 2023.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meski saat ini sudah masuk masa pemulihan, banyak pemilik hotel yang masih kesulitan mencicil utang dan menutupi kerugian saat pandemi Covid-19 mengamuk dan membuat tingkat okupansi hotel amburadul.
BACA JUGA:Sandiaga Uno: Kalbar Punya Potensi Bangkitkan Ekonomi RI&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Rasio utang saat pandemi dengan cashflow-nya tidak menutupi. Jadi banyak yang memilih menjual hotel mereka,&amp;rdquo; kata Hariyadi, Jakarta, Minggu (12/2/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan minat investor untuk membeli hotel relatif rendah. Di mana pemilik modal lebih tertarik menanamkan dana mereka ke industri padat modal.
BACA JUGA:Menparekraf Bagikan 3 Tips Kembangkan Usaha dan Bangkitkan Ekonomi Daerah

&amp;ldquo;Tidak banyak juga yang mau beli. Investor lebih berminat ke pembangunan seperti smelter atau industri lainnya yang punya nilai tambah tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.Dia menambahkan relaksasi dari pemerintah untuk industri perhotelan yang hanya sampai 2024 tidak mengurai utang. Pembayaran bunganya saja yang dibagi termin. Jadi tidak cukup meringankan. Potongan PPh 25 Badan (Pajak Penghasilan Pasal 25) pada 2020 dan 2021 pun tak terlalu berdampak lantaran bisnis perhotelan merugi.
&amp;ldquo;Jadi kalau bicara stimulus, kami kemarin cuma dapat hibah pariwisata saja. Karena memang sulit, akhirnya banyak yang mempertimbangkan untuk menjual saja hotel mereka,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
