<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fit and Proper Test, Calon Deputi Gubernur BI Bahas Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><description>Komisi XI DPR RI melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper  test) Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Fit and Proper Test, Calon Deputi Gubernur BI Bahas Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2023 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia-INLaCo3UQ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fit and proper calon deputi gubernur BI (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764195/fit-and-proper-test-calon-deputi-gubernur-bi-bahas-pemulihan-ekonomi-indonesia-INLaCo3UQ6.jpg</image><title>Fit and proper calon deputi gubernur BI (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi XI DPR RI melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto. Dalam uji tersebut, dia menyoroti sinergi menjadi kunci penting untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju.
&quot;Sinergi kebijakan yang telah baik selama ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan agar menjadi elemen strategis dalam memperkuat ketahanan kebangkitan perekonomian kita,&quot; kata Dwi dilansir dari Antara, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA:Peran Bank Indonesia bagi Financial Technology, Simak Edukasi MotionPay

Selain Dwi, Komisi XI DPR RI juga mengadakan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta. Dalam kesempatan tersebut, Dwi menuturkan implementasi kebijakan pusat tidak bisa berjalan secara optimal apabila tidak ada mekanisme operasionalisasi daerah yang lebih solid.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

&quot;Berdasarkan pengalaman kami mengoordinasikan 46 kantor perwakilan Bank Indonesia se-nusantara, sinergi sangat krusial di sini dalam mengawal perekonomian,&quot; ujarnya.
Menurut dia, kekuatan dalam menyinergikan peran pusat dan daerah akan sangat strategis dalam membumikan kebijakan yang ditempuh sehingga transmisi kebijakan BI semakin kuat dan memberikan nilai tambah yang terus semakin meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan dalam balutan sinergi kita  ini tidak hanya untuk pertumbuhan domestik yang lebih tinggi namun juga  menjadi lebih inklusif dan terasa di seluruh lapisan masyarakat kita,&quot;  tuturnya.
Bersama dengan semangat sinergi, ia menyakini penguatan kebijakan  perlu terus dilakukan termasuk untuk kebijakan BI. BI perlu tetap  berperan strategis dalam menjaga stabilitas makro ekonomi, sistem  pembayaran dan sistem keuangan dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan  ekonomi menuju Indonesia maju.
Dwi mengatakan kebijakan yang ditempuh dengan dukungan inovasi yang  kuat akan diarahkan untuk memperkuat ekonomi domestik. Kebijakan makro  ekonomi perlu inovatif, terukur dan berdampak masif.
&quot;Kami mempertajam strategi pengendalian inflasi di sini yang bersifat  quick win melalui penguatan sinergi pusat dan daerah dalam pengendalian  inflasi pangan,&quot; ujarnya.
Selain itu, kebijakan ditujukan pada upaya untuk mempercepat  kebangkitan ekonomi nasional menuju Indonesia maju melalui penguatan  kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran dan transformasi sektor  riil. Kebijakan juga diarahkan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan  ekonomi.
Konsistensi dari implementasi berbagai inovasi dan sinergi kebijakan  yang akan ditempuh untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru  seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) go global dan go digital,  serta ekonomi syariah dan hijau, akan terus dipertahankan dan diperkuat.
&quot;Untuk itu, optimalisasi peran kantor perwakilan kami di daerah di seluruh Nusantara akan menjadi elemen penting,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi XI DPR RI melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto. Dalam uji tersebut, dia menyoroti sinergi menjadi kunci penting untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju.
&quot;Sinergi kebijakan yang telah baik selama ini perlu dilanjutkan dan ditingkatkan agar menjadi elemen strategis dalam memperkuat ketahanan kebangkitan perekonomian kita,&quot; kata Dwi dilansir dari Antara, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA:Peran Bank Indonesia bagi Financial Technology, Simak Edukasi MotionPay

Selain Dwi, Komisi XI DPR RI juga mengadakan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta. Dalam kesempatan tersebut, Dwi menuturkan implementasi kebijakan pusat tidak bisa berjalan secara optimal apabila tidak ada mekanisme operasionalisasi daerah yang lebih solid.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

&quot;Berdasarkan pengalaman kami mengoordinasikan 46 kantor perwakilan Bank Indonesia se-nusantara, sinergi sangat krusial di sini dalam mengawal perekonomian,&quot; ujarnya.
Menurut dia, kekuatan dalam menyinergikan peran pusat dan daerah akan sangat strategis dalam membumikan kebijakan yang ditempuh sehingga transmisi kebijakan BI semakin kuat dan memberikan nilai tambah yang terus semakin meningkat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan dalam balutan sinergi kita  ini tidak hanya untuk pertumbuhan domestik yang lebih tinggi namun juga  menjadi lebih inklusif dan terasa di seluruh lapisan masyarakat kita,&quot;  tuturnya.
Bersama dengan semangat sinergi, ia menyakini penguatan kebijakan  perlu terus dilakukan termasuk untuk kebijakan BI. BI perlu tetap  berperan strategis dalam menjaga stabilitas makro ekonomi, sistem  pembayaran dan sistem keuangan dalam rangka mengakselerasi pertumbuhan  ekonomi menuju Indonesia maju.
Dwi mengatakan kebijakan yang ditempuh dengan dukungan inovasi yang  kuat akan diarahkan untuk memperkuat ekonomi domestik. Kebijakan makro  ekonomi perlu inovatif, terukur dan berdampak masif.
&quot;Kami mempertajam strategi pengendalian inflasi di sini yang bersifat  quick win melalui penguatan sinergi pusat dan daerah dalam pengendalian  inflasi pangan,&quot; ujarnya.
Selain itu, kebijakan ditujukan pada upaya untuk mempercepat  kebangkitan ekonomi nasional menuju Indonesia maju melalui penguatan  kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran dan transformasi sektor  riil. Kebijakan juga diarahkan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan  ekonomi.
Konsistensi dari implementasi berbagai inovasi dan sinergi kebijakan  yang akan ditempuh untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru  seperti usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) go global dan go digital,  serta ekonomi syariah dan hijau, akan terus dipertahankan dan diperkuat.
&quot;Untuk itu, optimalisasi peran kantor perwakilan kami di daerah di seluruh Nusantara akan menjadi elemen penting,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
