<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ajukan Utang Rp8,3 Triliun ke China Tambal Anggaran Kereta Cepat Jakarta Bandung</title><description>Indonesia mengajukan utang sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung"/><item><title>RI Ajukan Utang Rp8,3 Triliun ke China Tambal Anggaran Kereta Cepat Jakarta Bandung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2023 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung-f7VonDF6Wj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764318/ri-ajukan-utang-rp8-3-triliun-ke-china-tambal-anggaran-kereta-cepat-jakarta-bandung-f7VonDF6Wj.jpg</image><title>Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajukan utang sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Sebagaimana diketahui, proyek Kereta Cepat ini mengalami pembengkakan anggaran hingga Rp18,2 triliun.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut sudah diajukan kepada China Development Bank (CDB). Diharapkan, CDB bisa berkomitmen menggelontorkan dana Rp8,3 triliun kepada pemerintah Indonesia.
BACA JUGA:Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Jangan Diputarbalikan Seakan Ada Korupsi 

&quot;Nah nanti porsi yang kita butuhkan sekitar USD 550 juta pinjamannya sedang kita ajukan ke CDB,&quot; ungkap Tiko saat ditemui di gedung DPR RI, Senin (13/2/2023).
Dari pinjaman tersebut, Kementerian BUMN akan membentuk struktur final dan harganya. Di mana, pinjaman akan masuk dalam utang PT KAI (Persero).
BACA JUGA:Indonesia-China Sepakat Pembengkakan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp18,2 Triliun 

&quot;Harusnya dalam 2 minggu ke depan kita akan punya struktur final dan harganya, itu ke KAI nanti loan-nya (pinjaman) dan diturunkan dalam bentuk ekuitas ke KCIC,&quot; kata dia.
Selain bersumber dari utang, anggaran proyek KCJB akan ditambal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% cost overrun ditutupi dengan pinjaman.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC8xLzE1OTEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran  konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan  konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN  senilai Rp3,2 triliun.
Tiko menjelaskan porsi ekuitas sebesar 25% sebagiannya memang berasal  dari PMN. Sebelumnya, direncanakan akan menggunakan anggaran dari PT  Wijaya Karya (Persero) atau WIKA dan KAI, selaku anggota PSBI. Lantaran  keuangan kedua BUMN itu bermasalah karena Covid-19, maka dialihkan ke  PMN.
&quot;Jadi porsi ekuitas 25% itu memang kita PMN, tadinya memang tidak  PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena Covid KAI juga bermasalah,  kita perkuat KAI-nya,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajukan utang sebesar USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Sebagaimana diketahui, proyek Kereta Cepat ini mengalami pembengkakan anggaran hingga Rp18,2 triliun.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, kebutuhan anggaran tersebut sudah diajukan kepada China Development Bank (CDB). Diharapkan, CDB bisa berkomitmen menggelontorkan dana Rp8,3 triliun kepada pemerintah Indonesia.
BACA JUGA:Biaya Proyek Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Erick Thohir: Jangan Diputarbalikan Seakan Ada Korupsi 

&quot;Nah nanti porsi yang kita butuhkan sekitar USD 550 juta pinjamannya sedang kita ajukan ke CDB,&quot; ungkap Tiko saat ditemui di gedung DPR RI, Senin (13/2/2023).
Dari pinjaman tersebut, Kementerian BUMN akan membentuk struktur final dan harganya. Di mana, pinjaman akan masuk dalam utang PT KAI (Persero).
BACA JUGA:Indonesia-China Sepakat Pembengkakan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp18,2 Triliun 

&quot;Harusnya dalam 2 minggu ke depan kita akan punya struktur final dan harganya, itu ke KAI nanti loan-nya (pinjaman) dan diturunkan dalam bentuk ekuitas ke KCIC,&quot; kata dia.
Selain bersumber dari utang, anggaran proyek KCJB akan ditambal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% cost overrun ditutupi dengan pinjaman.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMC8xLzE1OTEwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran  konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan  konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN  senilai Rp3,2 triliun.
Tiko menjelaskan porsi ekuitas sebesar 25% sebagiannya memang berasal  dari PMN. Sebelumnya, direncanakan akan menggunakan anggaran dari PT  Wijaya Karya (Persero) atau WIKA dan KAI, selaku anggota PSBI. Lantaran  keuangan kedua BUMN itu bermasalah karena Covid-19, maka dialihkan ke  PMN.
&quot;Jadi porsi ekuitas 25% itu memang kita PMN, tadinya memang tidak  PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena Covid KAI juga bermasalah,  kita perkuat KAI-nya,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
