<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamen BUMN Ungkap Waskita Karya Punya Utang Rp70 Triliun</title><description>PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki utang sebanyak Rp70 triliun. Namun belum diketahui sumber utang perusahaan tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun"/><item><title>Wamen BUMN Ungkap Waskita Karya Punya Utang Rp70 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun</guid><pubDate>Senin 13 Februari 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun-PkTzAvEtmZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WSKT punya utang Rp70 triliun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/13/320/2764327/wamen-bumn-ungkap-waskita-karya-punya-utang-rp70-triliun-PkTzAvEtmZ.jpg</image><title>WSKT punya utang Rp70 triliun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki utang sebanyak Rp70 triliun. Namun belum diketahui sumber utang perusahaan tersebut.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko memastikan, utang emiten bersandi saham WSKT itu akan masuk dalam program restrukturisasi tahap berikutnya.
BACA JUGA:Waskita Karya (WSKT) Targetkan Kontrak Baru Rp25 Triliun di 2023

&quot;Total Rp70 triliun,&quot; ucap Tiko saat ditemui di kawasan DPR RI, Jakarta, Senin (13/2/2023).
Saat ini keuangan operasional Waskita Karya diakui masih sangat terbatas. Hal itu diperparah oleh jumlah pinjaman yang tinggi.
BACA JUGA:Dapat Proyek Menguntungkan, Waskita Karya Bidik Pendapatan Rp21 Triliun di 2023

Tiko menjelaskan, restrukturisasi lanjutan perlu dilakukan karen anggaran emiten konstruksi pelat merah itu terbatas untuk mendanai sejumlah proyek. Selain itu, belum rampungnya beberapa proyek infrastruktur membuat pendapatan BUMN Karya itu tidak maksimal.
Proyek yang dimaksud adalah Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung, Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi, hingga Tol Becakayu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sepanjang 2021, proses pemulihan utang Waskita Karya sempat mencapai  tahap akhir. Tercatat, ada tujuh bank yang sudah menyetujui  restrukturisasi kredit emiten dengan outstanding sebesar Rp21,9 triliun.
Nilai tersebut merupakan 75% dari total utang perusahaan saat itu dan  direstrukturisasi sebesar Rp29 triliun. Proses pemulihan itu dilakukan  melalui penandatangan Perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA)  antara Waskita Karya dan kreditur.
Adapun 7 bank yang terlibat dalam restrukturisasi saat itu meliputi  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang bertindak sebagai leading  bank.
Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero)  Tbk, Bank BTPN Tbk, Bank Syariah Indonesia Tbk, Bank Pembangunan Daerah  Jawa Barat, dan Bank DKI.
Tiko mencatat, restrukturisasi keuangan Waskita Karya harus diikuti  perbaikan fundamental perusahaan dengan melakukan transformasi bisnis  yang berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki utang sebanyak Rp70 triliun. Namun belum diketahui sumber utang perusahaan tersebut.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko memastikan, utang emiten bersandi saham WSKT itu akan masuk dalam program restrukturisasi tahap berikutnya.
BACA JUGA:Waskita Karya (WSKT) Targetkan Kontrak Baru Rp25 Triliun di 2023

&quot;Total Rp70 triliun,&quot; ucap Tiko saat ditemui di kawasan DPR RI, Jakarta, Senin (13/2/2023).
Saat ini keuangan operasional Waskita Karya diakui masih sangat terbatas. Hal itu diperparah oleh jumlah pinjaman yang tinggi.
BACA JUGA:Dapat Proyek Menguntungkan, Waskita Karya Bidik Pendapatan Rp21 Triliun di 2023

Tiko menjelaskan, restrukturisasi lanjutan perlu dilakukan karen anggaran emiten konstruksi pelat merah itu terbatas untuk mendanai sejumlah proyek. Selain itu, belum rampungnya beberapa proyek infrastruktur membuat pendapatan BUMN Karya itu tidak maksimal.
Proyek yang dimaksud adalah Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung, Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi, hingga Tol Becakayu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC80LzE2MDA5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sepanjang 2021, proses pemulihan utang Waskita Karya sempat mencapai  tahap akhir. Tercatat, ada tujuh bank yang sudah menyetujui  restrukturisasi kredit emiten dengan outstanding sebesar Rp21,9 triliun.
Nilai tersebut merupakan 75% dari total utang perusahaan saat itu dan  direstrukturisasi sebesar Rp29 triliun. Proses pemulihan itu dilakukan  melalui penandatangan Perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA)  antara Waskita Karya dan kreditur.
Adapun 7 bank yang terlibat dalam restrukturisasi saat itu meliputi  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang bertindak sebagai leading  bank.
Lalu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Rakyat Indonesia (Persero)  Tbk, Bank BTPN Tbk, Bank Syariah Indonesia Tbk, Bank Pembangunan Daerah  Jawa Barat, dan Bank DKI.
Tiko mencatat, restrukturisasi keuangan Waskita Karya harus diikuti  perbaikan fundamental perusahaan dengan melakukan transformasi bisnis  yang berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
