<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BFI Finance (BFIN) Raup Laba Rp1,8 Triliun, Melesat 59% di 2022</title><description>PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) meraup laba bersih senilai Rp1,80 triliun pada tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022"/><item><title>BFI Finance (BFIN) Raup Laba Rp1,8 Triliun, Melesat 59% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022-aD2pXjqZ2A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/14/278/2764594/bfi-finance-bfin-raup-laba-rp1-8-triliun-melesat-59-di-2022-aD2pXjqZ2A.jpg</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) meraup laba bersih senilai Rp1,80 triliun pada tahun 2022.

Capaian ini meningkat 59,70% yoy dibandingkan tahun 2021 senilai Rp1,13 triliun.

Performa laba sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 30,57% yoy menjadi Rp5,38 triliun, dari posisi akhir 2021 senilai Rp4,12 triliun.

Pendapatan piutang pembiayaan masih mendominasi BFIN senilai Rp5,05 triliun, disusul syariah Rp65,15 miliar, keuangan Rp22,87 miliar, dan lain-lain Rp242,73 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erick Thohir Optimistis Laba BUMN Tembus Rp303,7 Triliun di 2022
&quot;BFI Finance berhasil meminimalisir dampak pandemi dan mengembalikan pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2022 ke level yang lebih tinggi dari posisi prapandemi serta di atas rata-rata industri,&quot; kata Direktur Keuangan BFIN, Sudjono dalam keterangan resminya, Selasa (14/2/2023).

Dari sisi pembiayaan, BFIN tercatat menyalurkan total pembiayaan baru (booking) tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapai Rp20 triliun atau naik 52,7% yoy pada tahun 2022.

Sudjono menyebut mobilisasi masyarakat yang kembali aktif, hingga daya konsumsi yang mulai menggeliat ikut mendorong pembiayaan perseroan. &quot;Serta kondusifnya perekonomian nasional sepanjang tahun lalu yang ditunjang oleh ekspor yang gencar dibarengi derasnya aliran investasi ke berbagai sektor usaha,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun piutang pembiayaan yang dikelola BFIN tercatat Rp20,5 triliun atau tumbuh 40,7% yoy dengan portofolio pembiayaan roda empat sebesar 67,3%, alat berat dan mesin 13,0%, roda dua 11,9%, pembiayaan agunan sertifikat rumah dan ruko (property-backed financing) 4,2%, serta syariah sebesar 3,6%.

Balance sheet BFIN juga menunjukkan ada peningkatan. Total aset perseroan tumbuh 40,25% mencapai Rp21,92 triliun, dengan return on Assets (RoA) dan Return on Equity (RoE) masing-masing berada di posisi 12,2% dan 21,9%.

Adapun rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) dapat ditekan di angka bruto 1,00% atau turun 25 bps yoy dengan NPF coverage berada pada angka 4,1 kali. Persentase NPF ini lebih rendah dari rata-rata industri yang dilaporkan mencapai 2,32% per Desember 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) meraup laba bersih senilai Rp1,80 triliun pada tahun 2022.

Capaian ini meningkat 59,70% yoy dibandingkan tahun 2021 senilai Rp1,13 triliun.

Performa laba sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 30,57% yoy menjadi Rp5,38 triliun, dari posisi akhir 2021 senilai Rp4,12 triliun.

Pendapatan piutang pembiayaan masih mendominasi BFIN senilai Rp5,05 triliun, disusul syariah Rp65,15 miliar, keuangan Rp22,87 miliar, dan lain-lain Rp242,73 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erick Thohir Optimistis Laba BUMN Tembus Rp303,7 Triliun di 2022
&quot;BFI Finance berhasil meminimalisir dampak pandemi dan mengembalikan pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2022 ke level yang lebih tinggi dari posisi prapandemi serta di atas rata-rata industri,&quot; kata Direktur Keuangan BFIN, Sudjono dalam keterangan resminya, Selasa (14/2/2023).

Dari sisi pembiayaan, BFIN tercatat menyalurkan total pembiayaan baru (booking) tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapai Rp20 triliun atau naik 52,7% yoy pada tahun 2022.

Sudjono menyebut mobilisasi masyarakat yang kembali aktif, hingga daya konsumsi yang mulai menggeliat ikut mendorong pembiayaan perseroan. &quot;Serta kondusifnya perekonomian nasional sepanjang tahun lalu yang ditunjang oleh ekspor yang gencar dibarengi derasnya aliran investasi ke berbagai sektor usaha,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun piutang pembiayaan yang dikelola BFIN tercatat Rp20,5 triliun atau tumbuh 40,7% yoy dengan portofolio pembiayaan roda empat sebesar 67,3%, alat berat dan mesin 13,0%, roda dua 11,9%, pembiayaan agunan sertifikat rumah dan ruko (property-backed financing) 4,2%, serta syariah sebesar 3,6%.

Balance sheet BFIN juga menunjukkan ada peningkatan. Total aset perseroan tumbuh 40,25% mencapai Rp21,92 triliun, dengan return on Assets (RoA) dan Return on Equity (RoE) masing-masing berada di posisi 12,2% dan 21,9%.

Adapun rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) dapat ditekan di angka bruto 1,00% atau turun 25 bps yoy dengan NPF coverage berada pada angka 4,1 kali. Persentase NPF ini lebih rendah dari rata-rata industri yang dilaporkan mencapai 2,32% per Desember 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
