<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik, Investor Khawatir soal Pasokan Rusia</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Selasa (14/2/2023).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik, Investor Khawatir soal Pasokan Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia-e2MOiwbAQi.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Minyak dunia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/14/320/2764501/harga-minyak-dunia-naik-investor-khawatir-soal-pasokan-rusia-e2MOiwbAQi.JPG</image><title>Minyak dunia. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Selasa (14/2/2023),&amp;nbsp;rebound&amp;nbsp;dari penurunan awal, karena investor mempertimbangkan rencana Rusia memangkas produksi minyak mentah dan kekhawatiran permintaan jangka pendek menjelang data inflasi AS minggu ini.

Dikutip Antara, minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terdongkrak 42 sen atau 0,5%, menjadi menetap di USD80,14 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah 22 sen atau 0,3%, menjadi ditutup pada USD86,61 per barel di London ICE Futures Exchange.Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan tidak perlu bagi kelompok negara penghasil minyak OPEC+ untuk bertemu lebih awal dari yang dijadwalkan karena pasar seimbang.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD78 per Barel
Kontrak Brent dan WTI naik lebih dari 8,0% minggu lalu, didukung oleh optimisme atas pemulihan permintaan di China setelah pembatasan COVID dihapuskan pada Desember.
Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, yang menimbulkan kekhawatiran langkah tersebut akan memperlambat aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

&quot;Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya titik data tunggal ini, karena para pedagang dan Fed mencari konfirmasi tren penurunan bertahap dalam beberapa bulan terakhir,&quot; ujar Kepala Strategi Pasar,&amp;nbsp;Matthew Ryan&amp;nbsp;di perusahaan jasa keuangan Ebury.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Selasa (14/2/2023),&amp;nbsp;rebound&amp;nbsp;dari penurunan awal, karena investor mempertimbangkan rencana Rusia memangkas produksi minyak mentah dan kekhawatiran permintaan jangka pendek menjelang data inflasi AS minggu ini.

Dikutip Antara, minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terdongkrak 42 sen atau 0,5%, menjadi menetap di USD80,14 per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah 22 sen atau 0,3%, menjadi ditutup pada USD86,61 per barel di London ICE Futures Exchange.Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan tidak perlu bagi kelompok negara penghasil minyak OPEC+ untuk bertemu lebih awal dari yang dijadwalkan karena pasar seimbang.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD78 per Barel
Kontrak Brent dan WTI naik lebih dari 8,0% minggu lalu, didukung oleh optimisme atas pemulihan permintaan di China setelah pembatasan COVID dihapuskan pada Desember.
Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, yang menimbulkan kekhawatiran langkah tersebut akan memperlambat aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

&quot;Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya titik data tunggal ini, karena para pedagang dan Fed mencari konfirmasi tren penurunan bertahap dalam beberapa bulan terakhir,&quot; ujar Kepala Strategi Pasar,&amp;nbsp;Matthew Ryan&amp;nbsp;di perusahaan jasa keuangan Ebury.</content:encoded></item></channel></rss>
