<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Hary Tanoe soal Krisis 1998: Banyak Perusahaan Besar Dijual</title><description>Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo membagikan pengalamannya saat menghadapi krisis moneter di tahun 1998.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual"/><item><title>Cerita Hary Tanoe soal Krisis 1998: Banyak Perusahaan Besar Dijual</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2023 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual-zTeuj8xmik.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo hadiri workshop sales and marketing MNC Group (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/14/320/2764800/cerita-hary-tanoe-soal-krisis-1998-banyak-perusahaan-besar-dijual-zTeuj8xmik.jpg</image><title>Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo hadiri workshop sales and marketing MNC Group (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo membagikan pengalamannya saat menghadapi krisis moneter di tahun 1998. Menurutnya, saat itu banyak perusahaan besar yang sedang tidak baik kondisi ekonomi dan banyak yang dijual.
Melihat kondisi tersebut, Hary justru berpikir bahwa hal tersebut dapat menimbulkan sesuatu yang menguntungkan bagi perusahaannya.
BACA JUGA:Workshop Sales and Marketing MNC Media, Hary Tanoe: Harus Tahu Bisnis Kita

&quot;Saya lihat semua perusahaan di jual murah. Karena keuangan perusahaan waktu itu belum cukup. Maka saya putuskan untuk  pergi ke New York untuk mencari investor,&quot; katanya saat menjadi pembicara Workshop Sales and Marketing MNC Media dengan tema &quot;Together We Rise&quot; di Studi RCTI+, Jakarta, Selasa (14/2/2/230).
Dia melihat krisis sebagai sebuah peluang. Akhirnya, dia mengajak kerjasama dengan investor meskipun sedang krisis moneter.
BACA JUGA:Hary Tanoe: Soft Skill Penting untuk Performa Perusahaan

&quot;Di sana saya presentasi dengan sungguh-sungguh. Sehingga hal itu membuahkan hasil di mana para investor bersedia bekerjasama,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNS83LzE1NzU4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Alhasil dari kunjungan tersebut, dia berhasil membeli beberapa saham  perusahaan yang kemudian dia perbaiki dan jual kembali. Hasilnya setelah  4 tahun kemudian perusahaan ya mengalami keuntungan yang besar.
&quot;Jadi kesempatan itu ada di segala situasi, saya tidak percaya ada keadaan jelek yang tidak bisa diperbaiki,&quot; katanya.
Dia juga menekankan karyawan MNC Group di bidang sales and marketing  sudah mengetahui bisnis perusahaannya, maka mereka dapat mengembangkan  skill sales and marketing nya dengan berbagai cara.
Terlebih lagi, sales and marketing MNC media juga harus sejalan dengan visi MNC Group yakni Vision.
&quot;Kemudian kalau kita lihat dari visi MNC Group itu vision yang  artinya kita tahu mau ke mana, kemudian juga mementingkan kualitas  dibandingkan kuantitas,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Hary mengatakan bahwa dengan mempunyai plan yang jelas  maka semua pekerjaan dipastikan akan diselesaikan dengan visi yang sudah  ditentukan.</description><content:encoded>JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo membagikan pengalamannya saat menghadapi krisis moneter di tahun 1998. Menurutnya, saat itu banyak perusahaan besar yang sedang tidak baik kondisi ekonomi dan banyak yang dijual.
Melihat kondisi tersebut, Hary justru berpikir bahwa hal tersebut dapat menimbulkan sesuatu yang menguntungkan bagi perusahaannya.
BACA JUGA:Workshop Sales and Marketing MNC Media, Hary Tanoe: Harus Tahu Bisnis Kita

&quot;Saya lihat semua perusahaan di jual murah. Karena keuangan perusahaan waktu itu belum cukup. Maka saya putuskan untuk  pergi ke New York untuk mencari investor,&quot; katanya saat menjadi pembicara Workshop Sales and Marketing MNC Media dengan tema &quot;Together We Rise&quot; di Studi RCTI+, Jakarta, Selasa (14/2/2/230).
Dia melihat krisis sebagai sebuah peluang. Akhirnya, dia mengajak kerjasama dengan investor meskipun sedang krisis moneter.
BACA JUGA:Hary Tanoe: Soft Skill Penting untuk Performa Perusahaan

&quot;Di sana saya presentasi dengan sungguh-sungguh. Sehingga hal itu membuahkan hasil di mana para investor bersedia bekerjasama,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8yNS83LzE1NzU4OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Alhasil dari kunjungan tersebut, dia berhasil membeli beberapa saham  perusahaan yang kemudian dia perbaiki dan jual kembali. Hasilnya setelah  4 tahun kemudian perusahaan ya mengalami keuntungan yang besar.
&quot;Jadi kesempatan itu ada di segala situasi, saya tidak percaya ada keadaan jelek yang tidak bisa diperbaiki,&quot; katanya.
Dia juga menekankan karyawan MNC Group di bidang sales and marketing  sudah mengetahui bisnis perusahaannya, maka mereka dapat mengembangkan  skill sales and marketing nya dengan berbagai cara.
Terlebih lagi, sales and marketing MNC media juga harus sejalan dengan visi MNC Group yakni Vision.
&quot;Kemudian kalau kita lihat dari visi MNC Group itu vision yang  artinya kita tahu mau ke mana, kemudian juga mementingkan kualitas  dibandingkan kuantitas,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Hary mengatakan bahwa dengan mempunyai plan yang jelas  maka semua pekerjaan dipastikan akan diselesaikan dengan visi yang sudah  ditentukan.</content:encoded></item></channel></rss>
