<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Indonesia Turun Lagi Jadi USD22,3 Miliar di Januari 2023</title><description>BPS melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,31 miliar di Januari 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023"/><item><title>Ekspor Indonesia Turun Lagi Jadi USD22,3 Miliar di Januari 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023</guid><pubDate>Rabu 15 Februari 2023 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023-POXZVI9hg9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor RI Turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/15/320/2765298/ekspor-indonesia-turun-lagi-jadi-usd22-3-miliar-di-januari-2023-POXZVI9hg9.jpg</image><title>Ekspor RI Turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,31 miliar di Januari 2023. Angka ini turun 6,36% dibanding ekspor Desember 2022.
Adapun ekspor nonmigas di Januari 2023 tercatat turun sebesar 6,84% atau mencapai USD20,83 miliar dibandingkan Desember 2022.
BACA JUGA:Ekspor RI 2022 Raup Rp4.387 Triliun, Mineral Jadi Penyumbang Terbanyak
&quot;Dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan ekspor bulan Januari memiliki pola yang sama bila dibandingkan dengan Desember, yaitu mengalami penurunan secara month to month,&quot; ujar Deputi Bidang Statistik Produksi, M. Habibullah dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Dia menjelaskan penurunan ekspor nonmigas ini melanjutkan penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya yakni Desember 2022.

Selain itu Habibullah menyebut, pada Desember 2022 ekspor nonmigas turun 1,10% terhadap November 2022. Adapun penurunan ekspor nonmigas pada lima bulan terakhir ini terjadi baik dari sisi nilai maupun volume.
BACA JUGA:Jokowi Proyeksikan Ekspor RI Capai 12,8% di 2023
&quot;Penunuran ekspor nonmigas sebesar 0,84% pada Januari 2023 terhadap bulan sebelumnya disebabkan penurunan bahan bakar mineral atau kode HS 27 sebesar 8,19%, biji logam, kerak dan abu sebesar 36,44%, komoditas lemak hewani nabati sebesar 9,95%, besi dan baja sebesar 9,26%,&quot; paparnya.Sementara itu terkait ekspor migas, ia melaporkan masih mengalami peningkatan secara month-to-month(mtm) sebesar 0,98%. Peningkatan ini didorong oleh hasil minyak yang naik 71,41%, lantaran volumenya naik sebesar 51,47%.
&quot;Kalau dibandingkan secara year-on-year, secara total bulan Januari 2023 dibandingkan dengan Januari tahun 2022 ekspor masih tumbuh positif sebesar 16,37%. Kendati demikian, pertumbuhan ekspor Januari 2023 secara year-on-year mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan Januari 2022,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,31 miliar di Januari 2023. Angka ini turun 6,36% dibanding ekspor Desember 2022.
Adapun ekspor nonmigas di Januari 2023 tercatat turun sebesar 6,84% atau mencapai USD20,83 miliar dibandingkan Desember 2022.
BACA JUGA:Ekspor RI 2022 Raup Rp4.387 Triliun, Mineral Jadi Penyumbang Terbanyak
&quot;Dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan ekspor bulan Januari memiliki pola yang sama bila dibandingkan dengan Desember, yaitu mengalami penurunan secara month to month,&quot; ujar Deputi Bidang Statistik Produksi, M. Habibullah dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Dia menjelaskan penurunan ekspor nonmigas ini melanjutkan penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya yakni Desember 2022.

Selain itu Habibullah menyebut, pada Desember 2022 ekspor nonmigas turun 1,10% terhadap November 2022. Adapun penurunan ekspor nonmigas pada lima bulan terakhir ini terjadi baik dari sisi nilai maupun volume.
BACA JUGA:Jokowi Proyeksikan Ekspor RI Capai 12,8% di 2023
&quot;Penunuran ekspor nonmigas sebesar 0,84% pada Januari 2023 terhadap bulan sebelumnya disebabkan penurunan bahan bakar mineral atau kode HS 27 sebesar 8,19%, biji logam, kerak dan abu sebesar 36,44%, komoditas lemak hewani nabati sebesar 9,95%, besi dan baja sebesar 9,26%,&quot; paparnya.Sementara itu terkait ekspor migas, ia melaporkan masih mengalami peningkatan secara month-to-month(mtm) sebesar 0,98%. Peningkatan ini didorong oleh hasil minyak yang naik 71,41%, lantaran volumenya naik sebesar 51,47%.
&quot;Kalau dibandingkan secara year-on-year, secara total bulan Januari 2023 dibandingkan dengan Januari tahun 2022 ekspor masih tumbuh positif sebesar 16,37%. Kendati demikian, pertumbuhan ekspor Januari 2023 secara year-on-year mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan Januari 2022,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
