<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga-MYtAfQIehq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2765851/harga-minyak-dunia-turun-di-tengah-kekhawatiran-suku-bunga-MYtAfQIehq.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia tertekan oleh dolar AS yang menguat dan kekhawatiran investor bahwa kenaikan suku bunga akan memperlambat ekonomi dan memangkas permintaan bahan bakar global.
Melansir Antara, Kamis (16/2/2023), minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 47 sen atau 0,6% menjadi USD78,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Merosot Usai AS Bakal Tingkatkan Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot 20 sen atau 0,2% menjadi USD85,38 per barel di London ICE Futures Exchange.
Kerugian minyak terbatas karena pasar mendiskon kenaikan besar stok minyak mentah AS akibat penyesuaian data dan karena Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Investor Khawatir soal Pasokan Rusia

Dolar AS naik mendekati level tertinggi enam minggu terhadap sekeranjang mata uang di tengah data penjualan ritel AS yang kuat bulan lalu dan data inflasi AS baru-baru ini, menunjukkan Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
&quot;Harga minyak mentah berada di bawah tekanan karena dolar menguat menyusul data ekonomi yang mengesankan membuka jalan bagi pengetatan Fed lebih lanjut,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dolar yang lebih kuat dapat memangkas permintaan minyak, membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pejabat Federal Reserve mengatakan bank sentral AS perlu  mempertahankan kenaikan suku bunga secara bertahap untuk melawan  inflasi. Investor khawatir suku bunga yang lebih tinggi dapat  memperlambat perekonomian.
Stok minyak mentah AS melonjak 16,3 juta barel pekan lalu menjadi  471,4 juta barel, tertinggi sejak Juni 2021, kata Badan Informasi Energi  (EIA) AS.
Itu jauh lebih besar dari perkiraan para analis peningkatan 1,2 juta  barel dalam jajak pendapat Reuters. Namun para analis mengatakan  penyesuaian pasokan minyak mentah yang luar biasa besar berkontribusi  pada penumpukan stok yang terlalu besar.
&quot;Begitu semua orang menyadari penyesuaian menurunkan data EIA,  skeptisisme tentang bangunan besar (penyimpanan minyak mentah) mulai  berdampak ke pasar,&quot; kata John Kilduff, mitra penasihat investasi Again  Capital LLC di New York. &quot;Ini sekali saja.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia tertekan oleh dolar AS yang menguat dan kekhawatiran investor bahwa kenaikan suku bunga akan memperlambat ekonomi dan memangkas permintaan bahan bakar global.
Melansir Antara, Kamis (16/2/2023), minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 47 sen atau 0,6% menjadi USD78,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Merosot Usai AS Bakal Tingkatkan Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot 20 sen atau 0,2% menjadi USD85,38 per barel di London ICE Futures Exchange.
Kerugian minyak terbatas karena pasar mendiskon kenaikan besar stok minyak mentah AS akibat penyesuaian data dan karena Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global yang lebih tinggi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik, Investor Khawatir soal Pasokan Rusia

Dolar AS naik mendekati level tertinggi enam minggu terhadap sekeranjang mata uang di tengah data penjualan ritel AS yang kuat bulan lalu dan data inflasi AS baru-baru ini, menunjukkan Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
&quot;Harga minyak mentah berada di bawah tekanan karena dolar menguat menyusul data ekonomi yang mengesankan membuka jalan bagi pengetatan Fed lebih lanjut,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOC8xLzE2MTAxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dolar yang lebih kuat dapat memangkas permintaan minyak, membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Pejabat Federal Reserve mengatakan bank sentral AS perlu  mempertahankan kenaikan suku bunga secara bertahap untuk melawan  inflasi. Investor khawatir suku bunga yang lebih tinggi dapat  memperlambat perekonomian.
Stok minyak mentah AS melonjak 16,3 juta barel pekan lalu menjadi  471,4 juta barel, tertinggi sejak Juni 2021, kata Badan Informasi Energi  (EIA) AS.
Itu jauh lebih besar dari perkiraan para analis peningkatan 1,2 juta  barel dalam jajak pendapat Reuters. Namun para analis mengatakan  penyesuaian pasokan minyak mentah yang luar biasa besar berkontribusi  pada penumpukan stok yang terlalu besar.
&quot;Begitu semua orang menyadari penyesuaian menurunkan data EIA,  skeptisisme tentang bangunan besar (penyimpanan minyak mentah) mulai  berdampak ke pasar,&quot; kata John Kilduff, mitra penasihat investasi Again  Capital LLC di New York. &quot;Ini sekali saja.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
