<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Sri Mulyani 1 Jam ke Toko Buku Jepang, Baca Kebijakan Moneter</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyempatkan berkunjung ke toko buku saat kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter"/><item><title>Cerita Sri Mulyani 1 Jam ke Toko Buku Jepang, Baca Kebijakan Moneter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter-UP3x1TFPun.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani main ke toko buku (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2765965/cerita-sri-mulyani-1-jam-ke-toko-buku-jepang-baca-kebijakan-moneter-UP3x1TFPun.jpg</image><title>Sri Mulyani main ke toko buku (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyempatkan berkunjung ke toko buku saat kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang. Dia mengatakan era digital memicu keberadaan toko buku makin langka.
BACA JUGA:Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian Rp50,2 Trliiun, Ini Kata Kemenkeu

&quot;Sebelum menyelesaikan kunjungan kerja di Tokyo, ada waktu satu jam untuk ke Toko Buku Maruzen di Tokyo,&quot; ujar Sri melalui akun Instagram resminya dikutip Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Pembiayaan JICA di Infrastruktur RI Capai Rp63,15 Triliun

Di bagian buku-buku ekonomi, ada 3 topik penting yang sedang sangat aktual dan hangat dibahas di dunia, yang tercermin dari berbagai judul buku di rak terdepan.  Pertama, topik geopolitik dan supply chain ditunjukkan dengan buku &amp;ldquo;Chip War - The Fight for the World&amp;rsquo;s Most Critical Technology&amp;rdquo; oleh Chris Miller.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, topik inflasi dan tantangan lebijakan moneter di Amerika  Serikat,  &amp;ldquo;21st Century Monetary Policy&amp;rdquo; oleh Ben S. Bernanke yang  merupakan mantan Ketua Federal Reserve Amerika Serikat. Ketiga, sejarah  dan masa depan sistem kapitalisme, seperti buku &amp;ldquo;Slouching Towards  Utopia&amp;rdquo; oleh J. Bradford DeLong.
Dia bersama tim Kemenkeu diskusi mengenai buku-buku public finance  (keuangan negara) yang cukup banyak dan bagaimana agar Kemenkeu bisa  menulis buku-buku keuangan negara yang berkualitas baik, agar bisa  digunakan para mahasiswa di kampus-kampus.
&quot;Good quality discussion with my team at Valentine day,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyempatkan berkunjung ke toko buku saat kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang. Dia mengatakan era digital memicu keberadaan toko buku makin langka.
BACA JUGA:Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian Rp50,2 Trliiun, Ini Kata Kemenkeu

&quot;Sebelum menyelesaikan kunjungan kerja di Tokyo, ada waktu satu jam untuk ke Toko Buku Maruzen di Tokyo,&quot; ujar Sri melalui akun Instagram resminya dikutip Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Pembiayaan JICA di Infrastruktur RI Capai Rp63,15 Triliun

Di bagian buku-buku ekonomi, ada 3 topik penting yang sedang sangat aktual dan hangat dibahas di dunia, yang tercermin dari berbagai judul buku di rak terdepan.  Pertama, topik geopolitik dan supply chain ditunjukkan dengan buku &amp;ldquo;Chip War - The Fight for the World&amp;rsquo;s Most Critical Technology&amp;rdquo; oleh Chris Miller.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNC80LzE2MjAyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kedua, topik inflasi dan tantangan lebijakan moneter di Amerika  Serikat,  &amp;ldquo;21st Century Monetary Policy&amp;rdquo; oleh Ben S. Bernanke yang  merupakan mantan Ketua Federal Reserve Amerika Serikat. Ketiga, sejarah  dan masa depan sistem kapitalisme, seperti buku &amp;ldquo;Slouching Towards  Utopia&amp;rdquo; oleh J. Bradford DeLong.
Dia bersama tim Kemenkeu diskusi mengenai buku-buku public finance  (keuangan negara) yang cukup banyak dan bagaimana agar Kemenkeu bisa  menulis buku-buku keuangan negara yang berkualitas baik, agar bisa  digunakan para mahasiswa di kampus-kampus.
&quot;Good quality discussion with my team at Valentine day,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
