<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kasus Susi Air di Papua, Penerbangan Perintis di Indonesia Masih Aman?</title><description>Belajar dari kasus Susi Air di Papua, apakah penerbangan perintis di Indonesia masih aman?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman"/><item><title>Belajar dari Kasus Susi Air di Papua, Penerbangan Perintis di Indonesia Masih Aman?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman-DCqHTEbH8b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Susi Air terbakar (Foto: Planespotters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2766056/belajar-dari-kasus-susi-air-di-papua-penerbangan-perintis-di-indonesia-masih-aman-DCqHTEbH8b.jpg</image><title>Pesawat Susi Air terbakar (Foto: Planespotters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Belajar dari kasus Susi Air di Papua, apakah penerbangan perintis di Indonesia masih aman? Belum lama ini terjadi pembakaran pesawat Susi Air yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata  di Landasan Terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan terkait keamanaan penerbangan perintis di Indonesia.
BACA JUGA:Profil Philip Mark Mehrtens Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Kolega Ungkap Sosoknya 

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan bahwa untuk layanan penerbangan perintis, pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait pengamanan penerbangan di daerah perintis.
&quot;Kalau bandara kan ada land side ada air side. Itu yang jadi tanggung jawab kita. Tetapi perlu dipahami bahwa kemarin  bandara atau lapangan terbang yang di Paro itu lapangan terbang yang dikelola oleh pemerintah daerah. Jadi memang dalam hal operasionalnya ada di wilayah pemerintah daerah setempat,&quot; kata Adit, ditulis Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:KKB Rilis Foto Pilot Susi Air yang Disandera, Selandia Baru Tolak Berkomentar

Meski demikian, Adita menekankan bahwa, Kemenhub tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk memastikan keamanan di setiap trayek penerbangan perintis. Hal tersebut guna menjamin keamanan dari penerbangan perintis.
&quot;Jadi apa yang bisa kami lakukan untuk daerah perintis yang khususnya dikelola Pemda adalah selalu memastikan setiap ada trayek itu harus sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan aparat,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun terkait insiden tersebut, Adita mengatakan bahwa insiden  tersebut saat ini tidak terlalu mempengaruhi investor asing yang akan  berinvestasi di sektor penerbangan di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut lantaran pihak investor dapat melihat lokasi  mana saja yang memungkinkan mereka untuk menginvestasikannya.
&quot;Kalau menurut kami situasi di Papua, saya rasa memang selama ini  terjadi hal-hal seperti itu dan sampai saat ini kami melihat tidak ada  penurunan ya dalam minat investor untuk masuk,&quot; katanya.
&quot;Tentu investor akan melihat daerah atau wilayah mana yang memang  memungkinkan untuk mereka melakukan penanaman modalnya ke sana. Seperti  rencana untuk bisa masuk di Kertajati, kemudian di Kualanamu oleh  India,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Belajar dari kasus Susi Air di Papua, apakah penerbangan perintis di Indonesia masih aman? Belum lama ini terjadi pembakaran pesawat Susi Air yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata  di Landasan Terbang Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan terkait keamanaan penerbangan perintis di Indonesia.
BACA JUGA:Profil Philip Mark Mehrtens Pilot Susi Air yang Disandera KKB, Kolega Ungkap Sosoknya 

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan bahwa untuk layanan penerbangan perintis, pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait pengamanan penerbangan di daerah perintis.
&quot;Kalau bandara kan ada land side ada air side. Itu yang jadi tanggung jawab kita. Tetapi perlu dipahami bahwa kemarin  bandara atau lapangan terbang yang di Paro itu lapangan terbang yang dikelola oleh pemerintah daerah. Jadi memang dalam hal operasionalnya ada di wilayah pemerintah daerah setempat,&quot; kata Adit, ditulis Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:KKB Rilis Foto Pilot Susi Air yang Disandera, Selandia Baru Tolak Berkomentar

Meski demikian, Adita menekankan bahwa, Kemenhub tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk memastikan keamanan di setiap trayek penerbangan perintis. Hal tersebut guna menjamin keamanan dari penerbangan perintis.
&quot;Jadi apa yang bisa kami lakukan untuk daerah perintis yang khususnya dikelola Pemda adalah selalu memastikan setiap ada trayek itu harus sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan aparat,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMC8xLzE2MjQzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun terkait insiden tersebut, Adita mengatakan bahwa insiden  tersebut saat ini tidak terlalu mempengaruhi investor asing yang akan  berinvestasi di sektor penerbangan di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut lantaran pihak investor dapat melihat lokasi  mana saja yang memungkinkan mereka untuk menginvestasikannya.
&quot;Kalau menurut kami situasi di Papua, saya rasa memang selama ini  terjadi hal-hal seperti itu dan sampai saat ini kami melihat tidak ada  penurunan ya dalam minat investor untuk masuk,&quot; katanya.
&quot;Tentu investor akan melihat daerah atau wilayah mana yang memang  memungkinkan untuk mereka melakukan penanaman modalnya ke sana. Seperti  rencana untuk bisa masuk di Kertajati, kemudian di Kualanamu oleh  India,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
