<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><description>Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75"/><item><title>Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</guid><pubDate>Kamis 16 Februari 2023 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-S5PhKlpXIe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/320/2766096/bank-indonesia-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-S5PhKlpXIe.jpg</image><title>BI tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 15-16 Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023
Sementara itu, suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan secara front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
BACA JUGA:Rupiah Perkasa terhadap Dolas AS Usai Bank Indonesia Optimisi Ekonomi RI Tumbuh 5%
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% pada semester II 2023,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).


BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah  untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat  dengan operasi moneter valas.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respons bauran  kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,&quot;  tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 15-16 Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023
Sementara itu, suku bunga Deposit Facility tetap berada di level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan secara front-loaded, pre-emptive, dan forward looking.
BACA JUGA:Rupiah Perkasa terhadap Dolas AS Usai Bank Indonesia Optimisi Ekonomi RI Tumbuh 5%
Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% pada semester II 2023,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/2/2023).


BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah  untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) diperkuat  dengan operasi moneter valas.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respons bauran  kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,&quot;  tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
