<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Energy (ADRO) Catat Produksi Batu Bara Capai 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan produksi batu bara sebesar 62,88 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022"/><item><title>Adaro Energy (ADRO) Catat Produksi Batu Bara Capai 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022-AFHqnPmh7Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi batu bara ADRO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/278/2766798/adaro-energy-adro-catat-produksi-batu-bara-capai-62-88-juta-ton-sepanjang-2022-AFHqnPmh7Z.jpg</image><title>Produksi batu bara ADRO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan produksi batu bara sebesar 62,88 juta ton. Produksi batu bara ADRO naik 19% dari tahun 2021 yang sebesar 52,70 juta ton.
Realisasi produksi sepanjang tahun lalu tercatat melampaui panduan yang ditetapkan perseroan, yakni sebesar 58 juta ton sampai 60 juta ton.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp4 Triliun

&amp;ldquo;Ini berkat permintaan yang tinggi terhadap batu bara perusahaan, serta kinerja operasional yang baik,&amp;rdquo; demikian tertulis dalam laporan resmi ADRO, Jumat (16/2/2023).
Dari sisi penjualan, ADRO juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% menjadi 61,34 juta ton sepanjang tahun lalu, dari sebesar 51,58 juta ton pada 2021. Pertumbuhan penjualan ADRO utamanya ditopang oleh produk batu bara termal nilai kalori atau calorific value (CV) menengah (4.700 ke atas), yang meningkat 22% menjadi 44,91 juta ton  dibandingkan 36,77 juta ton pada 2021.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Tetapkan Kurs Dividen Rp15.572/USD

Adapun, penjualan batu bara metalurgi oleh anak usaha ADRO yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melesat sebesar 39% menjadi 3,20 juta ton pada 2022 dari sebelumnya sebesar 2,30 juta ton pada 2021.
Sementara itu, volume pengupasan lapisan penutup di sepanjang 2022 mencapai 235,68 juta bank cubic meter (Mbcm), atau naik 8% dari sebelumnya 218,90 Mbcm. Hal itu didorong oleh kenaikan volume pengupasan lapisan penutup dari Balangan Coal Companies (BCC), PT Mustika Indah Permai (MIP), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, pengupasan lapisan penutup di PT Adaro Indonesia (AI)  turun 1% menjadi 191,83 Mbcm dari sebelumnya sebesar 194,37 Mbcm.  Kemudian, nisbah kupas ADRO pada tahun lalu tercatat 3,75 kali, atau  lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang sebesar 4,15 kali,  disebabkan oleh volume produksi yang naik lebih tinggi dibandingkan  kenaikan volume pengupasan lapisan penutup.
&amp;ldquo;Kinerja nisbah kupas Adaro pada 2022 di bawah panduan yang  ditetapkan yakni sebesar 4,1 kali, karena cuaca berhujan yang melebihi  normal pada semester pertama tahun lalu, serta waktu pengiriman yang  lebih lama untuk alat berat,&amp;rdquo; lanjut laporan tersebut.
Adapun, pada kuartal IV 2022 lalu, produksi batu bara perseroan naik  34% secara tahunan menjadi 17,52 juta ton dari sebelumnya sebesar 13,06  juta ton. Angka ini merupakan rekor kuartalan tertinggi untuk Adaro.
Lalu, volume penjualan batu bara naik 35% menjadi 17,17 juta ton dari  periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 12,72 juta ton. Total  volume pengupasan lapisan penutup periode tersebut naik 35% menjadi  62,15 Mbcm dan nisbah kupas untuk kuartal ini mencapai 3,55x.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan produksi batu bara sebesar 62,88 juta ton. Produksi batu bara ADRO naik 19% dari tahun 2021 yang sebesar 52,70 juta ton.
Realisasi produksi sepanjang tahun lalu tercatat melampaui panduan yang ditetapkan perseroan, yakni sebesar 58 juta ton sampai 60 juta ton.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp4 Triliun

&amp;ldquo;Ini berkat permintaan yang tinggi terhadap batu bara perusahaan, serta kinerja operasional yang baik,&amp;rdquo; demikian tertulis dalam laporan resmi ADRO, Jumat (16/2/2023).
Dari sisi penjualan, ADRO juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% menjadi 61,34 juta ton sepanjang tahun lalu, dari sebesar 51,58 juta ton pada 2021. Pertumbuhan penjualan ADRO utamanya ditopang oleh produk batu bara termal nilai kalori atau calorific value (CV) menengah (4.700 ke atas), yang meningkat 22% menjadi 44,91 juta ton  dibandingkan 36,77 juta ton pada 2021.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Tetapkan Kurs Dividen Rp15.572/USD

Adapun, penjualan batu bara metalurgi oleh anak usaha ADRO yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melesat sebesar 39% menjadi 3,20 juta ton pada 2022 dari sebelumnya sebesar 2,30 juta ton pada 2021.
Sementara itu, volume pengupasan lapisan penutup di sepanjang 2022 mencapai 235,68 juta bank cubic meter (Mbcm), atau naik 8% dari sebelumnya 218,90 Mbcm. Hal itu didorong oleh kenaikan volume pengupasan lapisan penutup dari Balangan Coal Companies (BCC), PT Mustika Indah Permai (MIP), dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selanjutnya, pengupasan lapisan penutup di PT Adaro Indonesia (AI)  turun 1% menjadi 191,83 Mbcm dari sebelumnya sebesar 194,37 Mbcm.  Kemudian, nisbah kupas ADRO pada tahun lalu tercatat 3,75 kali, atau  lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang sebesar 4,15 kali,  disebabkan oleh volume produksi yang naik lebih tinggi dibandingkan  kenaikan volume pengupasan lapisan penutup.
&amp;ldquo;Kinerja nisbah kupas Adaro pada 2022 di bawah panduan yang  ditetapkan yakni sebesar 4,1 kali, karena cuaca berhujan yang melebihi  normal pada semester pertama tahun lalu, serta waktu pengiriman yang  lebih lama untuk alat berat,&amp;rdquo; lanjut laporan tersebut.
Adapun, pada kuartal IV 2022 lalu, produksi batu bara perseroan naik  34% secara tahunan menjadi 17,52 juta ton dari sebelumnya sebesar 13,06  juta ton. Angka ini merupakan rekor kuartalan tertinggi untuk Adaro.
Lalu, volume penjualan batu bara naik 35% menjadi 17,17 juta ton dari  periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 12,72 juta ton. Total  volume pengupasan lapisan penutup periode tersebut naik 35% menjadi  62,15 Mbcm dan nisbah kupas untuk kuartal ini mencapai 3,55x.</content:encoded></item></channel></rss>
