<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Energy (ADRO) Targetkan Penjualan Batu Bara Capai 64 Juta Ton</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) targetkan penjualan batu bara mencapai 61 juta hingga 64 juta ton di tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton"/><item><title>Adaro Energy (ADRO) Targetkan Penjualan Batu Bara Capai 64 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton-NRpDJ7aiV0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Produksi batu bara ADRO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/278/2766865/adaro-energy-adro-targetkan-penjualan-batu-bara-capai-64-juta-ton-NRpDJ7aiV0.jpg</image><title>Produksi batu bara ADRO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) targetkan penjualan batu bara mencapai 61 juta hingga 64 juta ton di tahun ini.
Dari target tersebut, sebesar 58 juta hingga 60 juta ton batu bara termal serta 3,8 juta hingga 4,3 juta ton batu bara metalurgi dari anak usahanya, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Catat Produksi Batu Bara Capai 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022

&amp;ldquo;Angka ini tidak termasuk target tambang Kestrel yang ditetapkan 6 juta ton,&amp;rdquo; dilansir dari keterangan tertulis, Jumat (17/2/2023).
Dalam laporan yang dirilis, perseroan optimistis dapat mencapai target ditopang oleh volume produksi ADMR yang terus bertumbuh karena permintaan yang kuat untuk batu bara. Serta, volume produksi dari Balangan Coal Companies dan PT Mustika Indah Permai yang juga diperkirakan akan meningkat.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp4 Triliun

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2022 lalu, ADRO mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% menjadi 61,34 juta ton sepanjang tahun lalu, dari sebesar 51,58 juta ton pada 2021. Pertumbuhan penjualan ADRO utamanya ditopang oleh produk batu bara termal nilai kalori atau calorific value (CV) menengah (4.700 ke atas), yang meningkat 22% menjadi 44,91 juta ton  dibandingkan 36,77 juta ton pada 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, penjualan batu bara metalurgi oleh anak usaha ADRO  yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melesat sebesar 39%  menjadi 3,20 juta ton pada 2022 dari sebelumnya sebesar 2,30 juta ton  pada 2021.
Volume produksi ADRO juga meningkat 19% dari sebelumnya sebesar 52,70  juta ton di 2021 menjadi 62,88 juta ton di tahun 2022. Realisasi  produksi sepanjang tahun lalu tercatat melampaui panduan yang ditetapkan  perseroan, yakni sebesar 58 juta ton sampai 60 juta ton.
Lebih lanjut, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal atau  capital expenditure (capex) sebesar USD500 hingga USD600 juta. Dana  tersebut dialokasikan sebagai anggaran belanja modal rutin dan ekspansi,  terutama untuk bisnis pertambangan, jasa pertambangan dan logistik.
&amp;ldquo;Belanja modal ini tidak termasuk belanja modal untuk proyek transformasi bisnis di Kaltara,&amp;rdquo; lanjut laporan tersebut.
Sebagaimana diketahui, ADRO memiliki beberapa proyek yang akan  dilaksanakan di kawasan industri ini, termasuk smelter aluminium dan  PLTU yang menjadi sumber energinya, serta PLTA.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) targetkan penjualan batu bara mencapai 61 juta hingga 64 juta ton di tahun ini.
Dari target tersebut, sebesar 58 juta hingga 60 juta ton batu bara termal serta 3,8 juta hingga 4,3 juta ton batu bara metalurgi dari anak usahanya, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Catat Produksi Batu Bara Capai 62,88 Juta Ton Sepanjang 2022

&amp;ldquo;Angka ini tidak termasuk target tambang Kestrel yang ditetapkan 6 juta ton,&amp;rdquo; dilansir dari keterangan tertulis, Jumat (17/2/2023).
Dalam laporan yang dirilis, perseroan optimistis dapat mencapai target ditopang oleh volume produksi ADMR yang terus bertumbuh karena permintaan yang kuat untuk batu bara. Serta, volume produksi dari Balangan Coal Companies dan PT Mustika Indah Permai yang juga diperkirakan akan meningkat.
BACA JUGA:Adaro Energy (ADRO) Bakal Buyback Saham, Siapkan Dana Rp4 Triliun

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2022 lalu, ADRO mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% menjadi 61,34 juta ton sepanjang tahun lalu, dari sebesar 51,58 juta ton pada 2021. Pertumbuhan penjualan ADRO utamanya ditopang oleh produk batu bara termal nilai kalori atau calorific value (CV) menengah (4.700 ke atas), yang meningkat 22% menjadi 44,91 juta ton  dibandingkan 36,77 juta ton pada 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8yMy8xLzE1OTM3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu, penjualan batu bara metalurgi oleh anak usaha ADRO  yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melesat sebesar 39%  menjadi 3,20 juta ton pada 2022 dari sebelumnya sebesar 2,30 juta ton  pada 2021.
Volume produksi ADRO juga meningkat 19% dari sebelumnya sebesar 52,70  juta ton di 2021 menjadi 62,88 juta ton di tahun 2022. Realisasi  produksi sepanjang tahun lalu tercatat melampaui panduan yang ditetapkan  perseroan, yakni sebesar 58 juta ton sampai 60 juta ton.
Lebih lanjut, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal atau  capital expenditure (capex) sebesar USD500 hingga USD600 juta. Dana  tersebut dialokasikan sebagai anggaran belanja modal rutin dan ekspansi,  terutama untuk bisnis pertambangan, jasa pertambangan dan logistik.
&amp;ldquo;Belanja modal ini tidak termasuk belanja modal untuk proyek transformasi bisnis di Kaltara,&amp;rdquo; lanjut laporan tersebut.
Sebagaimana diketahui, ADRO memiliki beberapa proyek yang akan  dilaksanakan di kawasan industri ini, termasuk smelter aluminium dan  PLTU yang menjadi sumber energinya, serta PLTA.</content:encoded></item></channel></rss>
