<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Hanya dari Pajak, Sri Mulyani Ungkap 4 Sumber Pendapatan Penerimaan Negara</title><description>Sri Mulyani menyatakan bahwa penerimaan negara tak hanya dari pajak, namun adapun sumber pendapat lainnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara"/><item><title>Tak Hanya dari Pajak, Sri Mulyani Ungkap 4 Sumber Pendapatan Penerimaan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara-gFJsQWu3eO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/320/2766623/tak-hanya-dari-pajak-sri-mulyani-ungkap-4-sumber-pendapatan-penerimaan-negara-gFJsQWu3eO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa penerimaan negara tak hanya dari pajak, namun adapun sumber pendapat lainnya.
Meski penerimaan dari perpajakan memiliki proporsi yang besar, tetapi peranan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk menopang penerimaan negara sangatlah penting.
BACA JUGA:Cerita Sri Mulyani 1 Jam ke Toko Buku Jepang, Baca Kebijakan Moneter

Tahun 2022, penerimaan PNBP mencapai Rp588,3 triliun atau berkontribusi mencapai 22% penerimaan negara. Lantas, dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sendiri sumbernya dari mana saja? Berikut melansir dari postingan Instagram Sri Mulyani Indrawati pada Jumat, (17/02/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNi80LzE2MjgxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
1. Pendapatan sumber daya alam
Besarannya yang bisa didapatkan tergantung dengan prospek harga komoditas minyak, gas dan mineral batubara. Jika di tahun 2023, targetnya negara mendapatkan Rp196 triliun dari sektor ini.
2. Pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan (Dividen/Keuntungan BUMN)
BACA JUGA:Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian Rp50,2 Trliiun, Ini Kata Kemenkeu

Contoh dari pendapatan ini misalnya berasal dari dividen atau keuntungan dari BUMN. Melalui ini, negara menargetkan mendapatkan Rp49,1 triliun.3. Pendapatan badan layanan umum (BLU)
Adapun dari pendapatan badan layanan umum (BLU). Di mana hasil yang didapatkannya pun tergantung harga komoditasnya. Misalnya, pendapatan dari BLU Sawit, tahun 2023 ini bakal lebih rendah dari tahun sebelumnya, karena harga CPO yang sudah kembali normal. Kendati demikian, tetap ada target penerimaan yang didapatkan pula, di tahun 2023 targetnya capai Rp83 triliun.
4. Pendapatan PNBP lainnya
Selain beberapa pendapatan di atas, adapun yang didapatkan melalui pendapatan PNBP lainnya. Misalnya dari hasil optimalisasi pengelolaan asset barang milik negara, di mana negara menargetkan cukup besar dari sini sekitar Rp113 triliun. Nyatanya uang negara yang bukan dari pajak juga menjadi penerimaan terbesar uang negara.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa penerimaan negara tak hanya dari pajak, namun adapun sumber pendapat lainnya.
Meski penerimaan dari perpajakan memiliki proporsi yang besar, tetapi peranan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk menopang penerimaan negara sangatlah penting.
BACA JUGA:Cerita Sri Mulyani 1 Jam ke Toko Buku Jepang, Baca Kebijakan Moneter

Tahun 2022, penerimaan PNBP mencapai Rp588,3 triliun atau berkontribusi mencapai 22% penerimaan negara. Lantas, dari PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sendiri sumbernya dari mana saja? Berikut melansir dari postingan Instagram Sri Mulyani Indrawati pada Jumat, (17/02/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNi80LzE2MjgxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
1. Pendapatan sumber daya alam
Besarannya yang bisa didapatkan tergantung dengan prospek harga komoditas minyak, gas dan mineral batubara. Jika di tahun 2023, targetnya negara mendapatkan Rp196 triliun dari sektor ini.
2. Pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan (Dividen/Keuntungan BUMN)
BACA JUGA:Sri Mulyani Blokir Anggaran Kementerian Rp50,2 Trliiun, Ini Kata Kemenkeu

Contoh dari pendapatan ini misalnya berasal dari dividen atau keuntungan dari BUMN. Melalui ini, negara menargetkan mendapatkan Rp49,1 triliun.3. Pendapatan badan layanan umum (BLU)
Adapun dari pendapatan badan layanan umum (BLU). Di mana hasil yang didapatkannya pun tergantung harga komoditasnya. Misalnya, pendapatan dari BLU Sawit, tahun 2023 ini bakal lebih rendah dari tahun sebelumnya, karena harga CPO yang sudah kembali normal. Kendati demikian, tetap ada target penerimaan yang didapatkan pula, di tahun 2023 targetnya capai Rp83 triliun.
4. Pendapatan PNBP lainnya
Selain beberapa pendapatan di atas, adapun yang didapatkan melalui pendapatan PNBP lainnya. Misalnya dari hasil optimalisasi pengelolaan asset barang milik negara, di mana negara menargetkan cukup besar dari sini sekitar Rp113 triliun. Nyatanya uang negara yang bukan dari pajak juga menjadi penerimaan terbesar uang negara.</content:encoded></item></channel></rss>
