<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023</title><description>Bank Indonesia diproyeksi menahan suku bunga acuan hingga akhir 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023"/><item><title>Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023-olvcC9QhmU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI diproyeksi tahan suku bunga acuan hingga 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/320/2766849/bank-indonesia-diproyeksi-tahan-suku-bunga-hingga-akhir-2023-olvcC9QhmU.jpg</image><title>BI diproyeksi tahan suku bunga acuan hingga 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia diproyeksi menahan suku bunga acuan hingga akhir 2023. Ekonom menilai BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap dipertahankan sebesar 5,75% hingga akhir 2023.
Ekonom Maybank Investment Banking Group, Lee Ju Ye menilai penurunan inflasi domestik dapat berlanjut di pasar domestik sehingga mendorong pelonggaran pengetatan moneter. Suku bunga tinggi dapat menjadi 'batu kerikil' pemulihan pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;BI kemungkinan tidak akan melakukan pengetatan untuk mendukung permintaan domestik, yang sedang menunjukkan tanda-tanda perlambatan,&quot; kata Lee dalam risetnya, Jumat (17/2/2023).
Adapun BI dinilai lebih optimis dalam menghadapi prospek eksternal dibandingkan pertemuan lembaga keuangan itu sebelumnya. Proyeksi ini hadir menyusul berakhirnya kebijakan nol-Covid China, penurunan inflasi global, meskipun risiko resesi di Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi tantangan.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

Secara khusus, potensi ekspor RI dipandang bakal ikut terkerek berkat dukungan pemulihan ekonomi China hingga peningkatan konsumsi swasta.
Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan penurunan inflasi terjadi berkat kebijakan ketat suku bunga acuan sejak Agustus 2022. Ia menegaskan tidak akan ada lagi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus melandai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di 5,75% hingga akhir tahun,&quot; terang Lee.
BI memperkirakan inflasi akan kembali sesuai target di 2-4% pada  paruh kedua 2023. Adapun pertumbuhan ekonomi (PDB) ditargetkan berada di  kisaran 4,5% hingga 5,3% pada tahun 2023.
&quot;Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB kami di +5% dan perkiraan inflasi di +4,2%.&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia diproyeksi menahan suku bunga acuan hingga akhir 2023. Ekonom menilai BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap dipertahankan sebesar 5,75% hingga akhir 2023.
Ekonom Maybank Investment Banking Group, Lee Ju Ye menilai penurunan inflasi domestik dapat berlanjut di pasar domestik sehingga mendorong pelonggaran pengetatan moneter. Suku bunga tinggi dapat menjadi 'batu kerikil' pemulihan pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%

&quot;BI kemungkinan tidak akan melakukan pengetatan untuk mendukung permintaan domestik, yang sedang menunjukkan tanda-tanda perlambatan,&quot; kata Lee dalam risetnya, Jumat (17/2/2023).
Adapun BI dinilai lebih optimis dalam menghadapi prospek eksternal dibandingkan pertemuan lembaga keuangan itu sebelumnya. Proyeksi ini hadir menyusul berakhirnya kebijakan nol-Covid China, penurunan inflasi global, meskipun risiko resesi di Amerika Serikat dan Eropa masih menjadi tantangan.
BACA JUGA:Suku Bunga Bank Indonesia Diprediksi Naik ke 6% di 2023

Secara khusus, potensi ekspor RI dipandang bakal ikut terkerek berkat dukungan pemulihan ekonomi China hingga peningkatan konsumsi swasta.
Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan penurunan inflasi terjadi berkat kebijakan ketat suku bunga acuan sejak Agustus 2022. Ia menegaskan tidak akan ada lagi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus melandai.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kami memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di 5,75% hingga akhir tahun,&quot; terang Lee.
BI memperkirakan inflasi akan kembali sesuai target di 2-4% pada  paruh kedua 2023. Adapun pertumbuhan ekonomi (PDB) ditargetkan berada di  kisaran 4,5% hingga 5,3% pada tahun 2023.
&quot;Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB kami di +5% dan perkiraan inflasi di +4,2%.&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
