<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO PGE Sejalan dengan Pengembangan EBT</title><description>Initial Publik Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) penting untuk mengoptimalkan bauran energi baru terbarukan (EBT).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt"/><item><title>IPO PGE Sejalan dengan Pengembangan EBT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt</guid><pubDate>Sabtu 18 Februari 2023 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt-BIKsLJINDA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PGE lakukan IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/18/278/2767282/ipo-pge-sejalan-dengan-pengembangan-ebt-BIKsLJINDA.jpg</image><title>PGE lakukan IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Initial Publik Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) penting untuk mengoptimalkan bauran energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai dana IPO juga dimaksudkan untuk mencapai target pemerintah yaitu Net Zero Emission di tahun 2060 atau lebih awal.
BACA JUGA:Anggota Komisi VI DPR Sebut IPO PGE Tak Melanggar Koridor Hukum

&quot;Jadi kalau saya melihat IPO ini dalam konteks kebijakan energi dan arah pengembangan EBT kedepan,&quot; ujarnya, Sabtu (18/2/2023).
Dia menambahkan, IPO PGE juga sejalan dengan rencana pemerintah menambah pasokan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7 GW pada 2030. Padahal, saat ini, angkanya baru mencapai 2,2 GW sehingga paling tidak harus menambah 5 GW lagi.
BACA JUGA:PGE Melantai di Bursa 24 Februari, Bidik Dana IPO Rp9,7 Triliun

Lebih lanjut Fabby memaklumi bahwa pengembangan panas bumi di Indonwsia berjalan lamban karena membutuhkan biaya mahal dan reajko yang tinggi diawal. Ia menyebutkan, diperlukan dana mencapai USD3 sampai USD5 juta dolar untuk melakukan pengeboran 1 sumur.
&quot;Jadi kalau tidak punya modal yang kuat ya sukar untuk mengembangkan cadangan untuk pembangkit listrik,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh sebab itu, Fabby menilai, IPO PGE mampu membantu perusahaan  untuk mengembangkan cadangan, apalagi pemerintah ada rencana target 600  megawatt dalam 5 tahun kedepan m
Adapun berdasarkan perhitungannya, untuk mencapai target tersebut  maka PGE membutuhkan dana USD2,5 sampai USD3 miliar dolar kalau untuk  dikembangkan sampai menjadi pembangkit.
&quot;Nah kalau ini yang mau dicari maka memang butuh tambahan pendanaan. Jadi disitu konteksnya,&quot; pungkas Fabby.
</description><content:encoded>JAKARTA - Initial Publik Offering (IPO) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) penting untuk mengoptimalkan bauran energi baru terbarukan (EBT).
Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai dana IPO juga dimaksudkan untuk mencapai target pemerintah yaitu Net Zero Emission di tahun 2060 atau lebih awal.
BACA JUGA:Anggota Komisi VI DPR Sebut IPO PGE Tak Melanggar Koridor Hukum

&quot;Jadi kalau saya melihat IPO ini dalam konteks kebijakan energi dan arah pengembangan EBT kedepan,&quot; ujarnya, Sabtu (18/2/2023).
Dia menambahkan, IPO PGE juga sejalan dengan rencana pemerintah menambah pasokan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7 GW pada 2030. Padahal, saat ini, angkanya baru mencapai 2,2 GW sehingga paling tidak harus menambah 5 GW lagi.
BACA JUGA:PGE Melantai di Bursa 24 Februari, Bidik Dana IPO Rp9,7 Triliun

Lebih lanjut Fabby memaklumi bahwa pengembangan panas bumi di Indonwsia berjalan lamban karena membutuhkan biaya mahal dan reajko yang tinggi diawal. Ia menyebutkan, diperlukan dana mencapai USD3 sampai USD5 juta dolar untuk melakukan pengeboran 1 sumur.
&quot;Jadi kalau tidak punya modal yang kuat ya sukar untuk mengembangkan cadangan untuk pembangkit listrik,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Oleh sebab itu, Fabby menilai, IPO PGE mampu membantu perusahaan  untuk mengembangkan cadangan, apalagi pemerintah ada rencana target 600  megawatt dalam 5 tahun kedepan m
Adapun berdasarkan perhitungannya, untuk mencapai target tersebut  maka PGE membutuhkan dana USD2,5 sampai USD3 miliar dolar kalau untuk  dikembangkan sampai menjadi pembangkit.
&quot;Nah kalau ini yang mau dicari maka memang butuh tambahan pendanaan. Jadi disitu konteksnya,&quot; pungkas Fabby.
</content:encoded></item></channel></rss>
